
"Katakan apa yang memberatkanmu untuk meninggalkan tempat ini?"
"Aku... Aku mengikuti kompetisi pemilihan Chef terbaik di sini, dan aku sudah mendaftar sejak beberapa bulan yang lalu, dan Kompetisi itu akan dimulai satu minggu lagi,"kata Tiara, walaupun dengan sedikit ragu-ragu tapi ia harus tetap mengatakannya pada Arkan. Agar lelaki itu tidak mengajaknya pulang sekarang.
Arkan meletakkan handuk di atas kasur lalu ia duduk menghadap Tiara.
"Apa kau sangat ingin mengikuti Kompetisi itu?"
"Iya, dan aku sudah sangat lama ingin mengikuti Kompetisi ini."
"Aku tidak akan melarangmu untuk mengikuti Kompetisi itu jika memang itu sudah menjadi cita-citamu sejak dulu, tapi pulanglah terlebih dahulu untuk beberapa hari, Ibumu Adikmu dan Mamah, mereka sudah sangat merindukanmu, setelah kau bertemu mereka aku akan mengantarmu kembali ke sini."
Tiara mengukir senyum lebar di bibirnya ia sungguh tidak menyangka jika Arkan berkata seperti itu, padahal Ia sudah mengira jika Arkan akan melarangnya mengikuti Kompetisi dan tetap memaksanya untuk pulang.
"Benarkah!" Tiara memastikan jika ini bukan Prank dari suaminya.
"Tentu saja benar!"
"Terimakasih!"ucap Tiara dengan wajah yang sangat bahagia, bukan hanya di ijinkan mengikutiku Kompetisi itu, tapi ia juga akan bertemu dengan Ibu dan Adiknya, sungguh kebahagiaan yang luar biasa bagi Tiara.
"Berterima Kasihlah dengan cara yang benar."
"Cara yang benar itu seperti apa?"
"Aku akan mengajarimu setelah kita sampai di Rumah, sekarang kau makanlah terlebih dahulu Setelah itu kita langsung ke Bandara."
"Tapi aku harus ke Kamarku dulu untuk mengambil beberapa pakaianku, dan aku juga harus meminta izin pada Chef Rayon."
"Biar aku yang akan melakukannya kau makanlah!"
Arkan menyiapkan makanan untuk Istrinya, setelah itu ia keluar dari Kamar dan pergi menuju Kamar Tiara yang ada di lantai bawah.
*
*
πππππ
Di tempat lain.
Ken tengah mempersiapkan kepulangan Tiara dan Arkan, ia sangat lega karena akhirnya Arkan berhasil membujuk Tiara untuk pulang (Lebih tepatnya memaksa)
"Ken, apa sudah ada kabar dari Arkan! kapan ia akan pulang membawa Tiara?"tanya Tri yang saat ini sedang berada di Rumah Arkan.
Ia sebenarnya ingin ke Rumah Lastri, namun ternyata Lastri sudah pindah dari tempat sebelumnya, dan Tri meminta Ken untuk mengantar ke Rumah Lastri.
"Sudah nyonya, dan malam ini juga, tuan Arkan dan Nona Tiara pulang, saya akan mempersiapkan semuanya,"kata Ken yang seketika membuat Tri berbinar.
"Benarkah!"
"Iya Nyonya. Tuan Arkan juga meminta Bi Imah Untuk memindahkan semua barang-barang milik Nona Tiara ke kamarnya yang ada di atas."
"Syukurlah! Sepertinya hubungan mereka sudah membaik, kalau begitu kau lakukan saja pekerjaanmu biar saya pergi ke rumah Bu Lastri diantar dengan Tina, kau cukup memberi alamat lengkapnya saja pada Tina."
"Baik Nyonya!"
*
*
*
Tri segera menuju ke kediaman Lastri agar dia bisa segera kembali pulang untuk menemui menantu kesayangannya.
Ia diantar oleh Tina, dan Ken tengah melakukan tugasnya bersama Bi Ima.
*
*
*
πππππ
Di kediaman Lastri.
Dari kejauhan terlihat dua orang pria tengah mengawasi Rumah itu.
Dua pria itu tengah menunggu kesempatan di saat orang-orang suruhan Arkan lengah dalam menjaga Intan dan Lastri.
Tapi seperti apapun mereka menunggu para Bodyguard suruhan Arkan tak kunjung lengah apalagi beranjak dari sana, membuat mereka Jadi semakin kesulitan untuk masuk dan membawa Intan.
__ADS_1
Ditambah lagi dengan kedatangan Tri dan Tina, semakin mempersulit pergerakan mereka.
*
*
"Nyonya kami belum bisa melakukan tugas yang Nyonya berikan, karena penjaga yang diutus Ken sangat berhati-hati bahkan mereka tak mengalihkan pandangan sedetikpun dari Rumah itu, ditambah lagi sekarang ada Nyonya Tri dan Asistennya berkunjung ke sana."
Lapor Pria itu pada Bosnya yang tak lain adalah Merlin.
("Apa kau ini bodoh! Saya sudah membayar mahal kalian, dan itu untuk membawa anak penyakitan itu bagaimanapun dan apapun caranya, bukan malah mendengar laporan tak berguna seperti ini") amuk Merlin di seberang sana.
"Ba.. baik nyonya!"
("Jangan cuma bisa bilang baik dan baik. Tapi cepat lakukan tugas kalian tanpa ada kata gagal. Jika sampai kalian gagal, tentu kalian tahu sendiri kan akibatnya."
"Segera Nyonya! Kami akan segera melakukan tugas yang Nyonya berikan."
*
*
*
CKLEEEK....
Lastri membuka pintu, ketika ia mendengar suara ketukan dari luar.
Ia sangat terkejut karena yang datang adalah Tri.
"Untuk apa anda datang ke sini?"kata Lastri yang memasang wajah tak bersahabat pada Besannya itu.
"Mbak Lastri! Saya ingin berbicara dengan anda, apa boleh saya masuk! Saya juga ingin menjenguk Intan."
Lastri yang masih memiliki rasa tidak enak membiarkan Tri masuk ke dalam Rumahnya.
Lastri juga mempersilakan Tri duduk, dan Tri mulai bertanya tentang keadaan Intan.
Tanpa ada yang ditutup-tutup,
Lastri menceritakan semuanya pada Tri.
"Saat ini Intan sedang beristirahat, sebentar lagi dia akan bangun."
"Putramu yang bersalah tapi kenapa kau yang harus meminta maaf?"
"Karena ini semua berawal dari saya Mbak, Saya lah yang meminta dan memaksa mereka untuk menikah pada saat itu meskipun keduanya menolak, tapi saya memaksa Arkan menikahi Tiara meskipun saya tahu jika malam itu tidak terjadi sesuatu pada mereka berdua! Tapi saya tidak menyangka jika mereka melakukan perjanjian di pernikahan itu, bahkan saya juga tidak tahu jika Arkan masih menjalin hubungan dengan Berlian, tapi saya berani bersaksi dan bersumpah jika Arkan tidak berniat menyakiti Tiara, dari awal menikah saya tahu jika Arkan tertarik dengan Tiara tapi si bodoh itu menahannya karena ia merasa sudah terikat janji dengan Berlian untuk tidak meninggalkannya, itulah sebabnya Arkan tetap bersama Berlian bahkan selama 2 tahun lamanya padahal anak itu sama sekali tidak mencintai Berlian."
Lastri hanya diam mendengarkan penjelasan Tri.
Ia sangat marah dengan Arkan ketika mengetahui, dia menjalin hubungan dengan Berlian padahal Ia sudah menikah dengan putrinya.
Hal itu mengingatkan Lastri pada kejadian Rossa yang dikhianati oleh suaminya sampai ia meninggal.
Dan yang paling membuat Lastri marah dan kecewa kekasih Arkan ternyata putri dari Herman dan Merlin.
"Mbak, tolong maafkan kesalahan Arkan!"
Lastri masih terdiam.
"Mbak Lastri!"Tri meraih tangan Lastri lalu menggenggamnya dengan erat.
"Saya tahu apa yang Mbak rasakan dan pikirkan, jika saya ada di posisi Mbak Lastri saya pun akan melakukan hal yang sama! Bukan cuma Mbak Lastri saya juga sangat terpukul atas kepergian Rossa 10 tahun yang lalu, bahkan saya juga sangat membenci Merlin dan Herman!"
Lastri menatap Tri!
"Bagaimana kau mengetahui soal Rossa! Apa kau mengenali Rossa?"
Lastri bingung, karna sebelumnya ia tidak pernah menceritakan penyebab meninggalnya Rossa.
"Mbak Lastri, apa Mbak ingat dengan Gadis yang bernama Ayu Triyani yang sering merepotkanmu dan Bu Salma dikarenakan Gadis itu selalu menghabiskan makananmu bersama Rossa!"ucap Tri sambil terkekeh kecil mengingat masa lalunya.
"Ayu!"Lastri terkejut.
Dan ia pun menatap lekat wajah Tri.
"Apa kau Ayu?"
Tri tersenyum lalu mengangguk.
"Iya mbak, aku Ayu. Sahabat Rossa."
__ADS_1
"Astaga! Kenapa aku baru mengenalimu!"
Lastri segera memeluk Tri.
"Kenapa kau tidak mengatakan sejak pertama kali kita bertemu jika kau ini Ayu?"
"Ketika aku pertama kali bertemu Mbak Lastri, aku langsung mengenali Mbak Lastri dan saat itu aku sangat berharap bisa bertemu dengan Rossa, tapi ketika Mbak Lastri mengatakan jika Rossa sudah tidak ada, hatiku jadi terpukul, dan aku tidak sanggup untuk mengatakan jika aku Ayu."
*
*
*
Tri adalah sahabat Rossa waktu duduk di bangku SMP-SMA.
Mereka bersahabat sejak SMP, dan saat lulus SMA, Tri harus pergi ke luar Kota untuk meneruskan Kuliahnya di sana, dan semua keluarganya pun pindah ke Kota.
Sedangkan Rossa masih tinggal di kampung halamannya bersama Lastri dan ibunya Salma.
Rossa dan Tri sudah lama putus kontak semenjak Tri berangkat ke Kota.
Tri baru mendapatkan kembali berita tentang Rossa setelah ia mengenal Tiara.
Awalnya Tri mengira jika Tiara adalah anak Lastri, dan saat itu Tri ingin memberi kejutan pada sahabatnya Rossa. Tapi ia urungkan karena mendapati kenyataan yang mengejutkan dan membuat hatinya sedih, saat Lastri mengatakan jika Tiara adalah anak Almarhumah dari adiknya yang bernama Rossa.
Karena sebab itulah, Tri sangat menyayangi Tiara, karena Gadis itu adalah putri dari sahabat baiknya.
Hingga sebisa mungkin Tri mempersatukan Arkan dan Tiara.
Tri juga sangat terkejut ketika mendengar cerita dari Arkan bahwa Tiara dan Berlian Saudara.
Karena Herman, Papanya Berlian adalah Ayah kandung Tiara.
Dan pria itu meninggalkan Tiara ketika usia Tiara sekitar 12 tahun, dan saat itu Ibunya tengah mengandung Intan.
Tri sangat tahu jika Herman adalah Pria beristri, dan Merlin merebut pria itu dari istrinya dan itu yang membuat Tri sangat tidak menyukai Merlin, bukan hanya Herman dulu juga Merlin pernah menggoda suami sahabatnya waktu kuliah Tapi itu tidak berhasil.
Satu yang Tri sesali.
Kenapa ia tidak mengetahui jika istrinya Herman itu adalah Rossa, sahabatnya.
Bahkan sahabatnya sampai pergi dengan penuh luka akibat ulah dua manusia kejam itu.
*
*
*
ππππ
Dengan raut wajah yang sangat Bahagia.
Tiara bersama Arkan menuju ke Bandara, untuk kembali pulang ke Rumahnya.
"Kenapa kau sejak tadi tersenyum?"Tanya Tiara yang keheranan dengan Arkan yang sejak keluar Hotel menebar senyum, bahkan sampai di dalam Pesawat pun ia masih mengukir senyum.
"Tidak apa-apa! Aku hanya ingin tersenyum saja,"sahutnya. Dan masih tetap tersenyum.
"Apa dia tengah latihan untuk ikut Casting iklan Pasta gigi!" Batin Tiara.
Arkan meraih tangan Tiara, lalu menciumnya dengan lembut.
"Dia kumat lagi!"
Tidak hanya itu, Arkan juga meminta Tiara agar bersandar di pundaknya.
"Apa kau mendengar dengan jelas apa yang aku katakan siang tadi?"Tanya Arkan.
"Apa?"
*
*
πππππππ
Terimakasih sudah mau berkunjung ke cerita ini π
Mohon dukungannya ya ππ
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya π€π€
Love banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈβ€οΈ