Suami Antagonis

Suami Antagonis
Bab 21. Menjadi Sahabat Ku.


__ADS_3

Acara pesta usai Dan mereka kini dalam perjalanan menuju pulang, sepanjang perjalanan baik Arkan ataupun Tiara tidak ada yang mau membuka suara apalagi berbicara mereka sedang sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing


Arkan yang Tengah membayangkan kembali kejadian di pesta, ketika Jay memeluk Tiara dan Tiara yang menarik tangan Jay menjauh darinya, membuat Arkan menjadi kesal hanya dengan mengingatnya saja.


Sedangkan Tiara iya Tengah berpikir keras agar Lelaki yang bernama Jay itu tidak memberitahu Arkan, jika ia mengetahui rahasia kontrak pernikahan mereka, Tiara akan meminta pada Jay untuk pura-pura tidak tahu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sampai di rumah, Mereka pun masih saling diam dan langsung masuk ke dalam kamar masing-masing.


πŸ‚


Keesokan harinya dan kebetulan bertepatan dengan hari libur.


Arkan turun dari lantai 2 dengan menggunakan pakaian rumahan. Ya! di hari libur ini Arkan n tidak memiliki jadwal apapun selain berkencan dengan Berlian sore hari nanti, jadi sambil menunggu sore itu tiba ia ingin bersantai-santai di rumah.


Berbeda dengan Tiara, dia sudah rapi dengan Hoodie dan celana hitam panjangnya bertanda jika Tiara hendak keluar rumah.


Arkan memperhatikan Tiara, dan ia pun tahu jika istrinya itu ingin keluar rumah, tapi ia tentu enggan untuk bertanya terlebih dahulu, karena Arkan masih marah pada Tiara,


dan Arkan lebih memilih untuk menarik kursi di meja makan, siap untuk sarapan.


"Nona, Anda mau ke mana? Bukankah ini hari libur?"tanya Bi Imah, yang tidak secara tidak langsung mewakilkan pertanyaan Arkan.


"Aku ada urusan sebentar Bi, Aku ingin bertemu dengan temanku,"sahut Tiara.


"Nona! Tuan!"


Tiba-tiba,


Ken muncul dengan membawa secarik kertas di tangannya.


"Ada apa? Apa kau tidak pulang?"tanya Arkan.


"Tentu saja di hari libur seperti ini saya akan pulang ke rumah orang tua saya tuan."


"Lalu kenapa kau masih ada di sini?"


Ken menyerahkan kertas yang ada di tangannya.


"Saya akan pulang setelah memberikan ini pada anda."


"Apa ini?"bingung Arkan.


"Itu daftar belanja bulanan dari Nyonya Tri, untuk keperluan rumah tangga anda dan Nona Tiara."


"Lalu, Kenapa kau malah memberikannya padaku! berikan ini pada Bi Imah,"Arkan kembali menyerahkan kertas itu pada Ken.


Dan Ken mendorong tangan Arkan yang memegang kertas itu untuk menjauh dari hadapannya.

__ADS_1


"Nyonya Tri yang meminta saya untuk memberikannya pada anda, karena mulai bulan ini dan bulan-bulan berikutnya, belanja bulanan untuk keperluan rumah ini anda dan Nona Tiara yang harus membelinya,"jelas Ken


"Apa kau sudah gila!"Arkan langsung bangun dari duduknya dan melemparkan kertas itu di hadapan Ken.


Sedangkan Bi Imah dan Tiara hanya diam tak bicara apapun.


Dia tidak sopan sekali!


"Apa kata gila itu anda tunjukkan untuk Nyonya Tri?"


"Tentu saja untukmu!"Arkan marah.


"Tapi semua ini atas perintah Nyonya Tri, dan anda tidak bisa menolaknya tuan!"


"Apa Mama lupa minum obat? dia tahu kan aku ini siapa?"


"Tentu saja Nyonya Tri tau, Anda kan anaknya, Nyonya Tri tidak akan mungkin lupa itu Tuan."


"Bukan itu maksudku,"kesal Arkan.


"Lalu apa Tuan?"


"Aku Arkan Argani! Seorang Presdir di perusahaan terbesar yang ada di negara ini, masa aku harus berbelanja kebutuhan dapur,"protes sang Presdir.


"Jadi anda menolak permintaan dari Nyonya Tri?"Ken, sudah merogoh saku celana untuk mengambil benda pipih miliknya.


"Tidak!"teriak Arkan,"Aku akan melakukan nya,"jawab Arkan dengan pasrah, berselimut Taku.


"Pilihan yang bagus tuan, daripada Anda harus berurusan dengan Nyonya Tri lebih baik anda pergi berbelanja dengan Nona Tiara sekarang juga."


"Maaf Kan, tapi aku tidak bisa jika pagi ini karena sekarang aku ada urusan,"sahut Tiara yang baru mengeluarkan suaranya.


"Apa itu penting?"tanya Ken.


"Tentu saja sangat penting, karena ini menyangkut hidup dan masa depanku,"tegas Tiara.


"Benarkah!"Ken memastikan.


"Tentu saja benar, eeem.., bagaimana kalau belanjanya sore saja?"


"Tidak bisa!"sahut Arkan dengan kuat sampai membuat semua terkejut,"nanti sore aku ada janji jadi tidak bisa!"


"Janji?"Ken mulai menyelidik, karena dari sorot mata Arkan, Ken sudah menangkap sesuatu yang lain.


Dan Ken akan mencari tau apa itu!


"Baiklah, berarti kalian harus berbelanja di siang hari, dan Nona,"Ken beralih pada Tiara,"Saya harap! Tidak! Ini bukan berharap tapi harus, Harus! Anda harus sudah kembali ke rumah sebelum siang."


Di rasa tidak akan lama karena Tiara hanya bermaksud untuk menemui Jay Ia pun mengiyakan apa yang dikatakan.

__ADS_1


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Saat ini Tiara sudah berada di cafe xxx, yang disebutkan Jay tadi malam.


Dan Tiara pun cukup terkejut Karena ternyata Jay sudah ada di sana lelaki itu sungguh tepat waktu.


"Akhirnya kau datang juga! Kau tahu aku sudah menunggumu lebih dari satu jam di sini,"kata Jay dengan memasang wajah sedih sedih bahagia karena kedatangan Tiara.


"Maaf tadi jalanan macet!"kilah Tiara dan langsung duduk.


Setelah memesan minuman dan camilan mereka mulai mengobrol.


Dan dirasa Jay sudah mengetahui rahasianya dan Arkan, jadi ia tidak bisa menutupi apapun, dengan terpaksa Tiara menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dari awal sampai akhir.


Siapa tahu lelaki ini bisa membantu Tiara untuk tetap menjaga rahasia agar ia tidak terkena sanksi melanggar perjanjian, dan Jay pun sedikit menceritakan tentang dirinya yang bersahabat dengan Arkan sejak masih duduk di bangku sekolah.


Tapi persahabatan mereka mulai renggang bahkan lebih sering cekcok ketika Berlian hadir di kehidupan mereka, berlian mulai memasuki kehidupan dua sahabat ini ketika mereka sama-sama duduk di bangku kuliah.


Karena berlian pun satu kampus dengan Arkan dan Jay mereka mulai akrab dan bersahabat, tapi keakraban itu mulai berubah ketika benih-benih love mulai merasuki hati mereka.


Karena terlalu kuat dengan godaan yang bernama love akhirnya! lambat laun Jay dan Arkan mulai menjauh, dan bersaing untuk mendapatkan cinta Berlian.


Tapi pada saat itu Berlian belum juga memutuskan hatinya untuk siapa.


Hingga beberapa tahun silam, berlian memutuskan untuk melabuhkan hati dan cintanya pada Arkan, ketika lelaki itu resmi menjadi seorang Presdir di perusahaan ternama di negara itu, perusahaan yang bergerak di bidang makanan siap saji.


Dan dengan berat hati Jay menerima dan mengiklankan keputusan berlian.


"Jadi bagaimana apa kau mau tetap menjaga rahasia ini?" tanya Tiara memastikan, dengan wajah yang harap-harap cemas.


Jay berpikir sejenak, lalu.


"Baiklah, Aku tidak akan mengatakan apapun pada Arkan, tapi kau harus berjanji dulu padaku?"


"Apa itu?"


"Aku ingin kau bersedia menjadi sahabatku?"


Tiara tersenyum, dan ia rasa permintaan Jay sungguh tidak memberatkannya.


Hanya menjadi sahabat tentu bukan masalah kan? lagi pula akhir-akhir ini Tiara memang membutuhkan seorang sahabat!


"Baiklah, aku bersedia."


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya πŸ™πŸ€—


Mohon dukungannya ya πŸ™πŸ€—.


Like dan tinggalkan komentar, dan beri Ntor hadiah juga ya 😁😁

__ADS_1


Dan bagi yang sudah memberikan itu semua Ntor ucapkan Terimakasih πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2