
Tiara benar-benar sudah di puncak ketakutan hebat,
bahkan ia hampir menangis karena Arkan mulai mempreteli kain yang menutup tubuhnya.
"Jangan Arkan!"
Kata itu mengiringi pergerakan tangan Arkan, tapi lelaki itu sama sekali tidak menghiraukan larangan dari sang pemilik tubuh.
Arkan tersenyum puas, kala ia berhasil melepas semua penutup yang ada di tubuh Tiara, dan dia sekali lagi mencium bibir istrinya itu.
CUP!
"Arkan Tolong jangan lakukan ini!"Tiara kembali merengek, namun rengekan itu malah terdengar seperti godaan di telinga Arkan.
"Kenapa!"sahutnya seraya tangan yang mulai aktif menyentuh area sensitif Tiara.
"Ini salah Arkan, Aah!"Tiara memekik kala Arkan menekan benda sensitif itu.
"Salah!"Arkan memicingkan matanya,"apa salah jika suamimu ini meminta hak nya?"
"Arkan kau harus melakukan ini dengan orang yang kau Cintai. AW sakit...!"Tiara kembali memekik, karena Arkan menggigit lehernya sampai meninggalkan bekas merah di sana.
"Benar! Aku hanya akan melakukan ini dengan orang yang aku cintai, dan aku hanya ingin melakukannya denganmu."kata Arkan sambil terus memainkan benda-benda sensitif milik Tiara.
"Hanya ingin melakukannya dengan ku! dan hanya melakukannya dengan orang yang ia Cintai! apa maksud dari ucapannya ini? apa dia mencintai ku?" Batin Tiara.
"Apa kau masih belum mengerti juga maksud dari perkataan ku itu!" Batin Arkan.
Arkan sudah tidak tahan lagi.
Kemudian ia menenggelamkan wajahnya di dua kembar sensitif Tiara.
"Ah.. Arkan Apa yang kau lakukan!"Tiara kembali Histeris dan memekik kala menahan rasa aneh yang baru pertama kali ia rasakan seumur hidupnya.
"Ah.. Sakit jangan menggigitnya!"
Dan itu pekikan yang sudah kesekian kali ia alunkan.
Dan pekikan,
teriakan,
terus saja menggema mengiringi aktivitas panas dan nakal dari bibir Arkan, yang ia lakukan di area sensitif milik Tiara.
Dan Tiara berteriak sambil terus menggeliat tak bisa berbuat apa-apa karena Arkan mengikat kedua tangannya yang ia kaitkan di Ranjang.
"Aku tidak menggigitnya, aku hanya memberi Stempel bahwa ini adalah milikku,"sahut Arkan dan kembali memberi Stempel di berbagai sudut tubuh Tiara.
"CUKUP Arkan!"Tiara benar-benar hampir gila dengan perlakuan Arkan ini.
Tapi kenapa tubuhnya seolah merespon setiap sentuhan yang lelaki itu berikan padanya.
"Sial! kenapa tubuhku sendiri menghianati ku, kenapa kau merespon sentuhan si Egois ini!"
"Cukup....Hentikan.... Arkan,"teriakan kini berubah menjadi rintihan.
*
*
*
Setelah puas di atas kini Arkan kembali menenggelamkan wajahnya di bawah sana.
Membuat Tiara semakin meracau dan merintih mengiringi aktivitas yang kian memanas sampai keringat sebiji Jagung memenuhi kedua tubuh pasutri ini.
*
*
Setelah merasa puas dibawa sana, Arkan bergantian melucuti pakaiannya dan itu membuat Tiara semakin ketakutan.
Arkan sudah memposisikan dirinya sambil menatap wajah Tiara yang sudah sangat lelah dan dibanjiri keringat karena terus-terusan berteriak.
"Aku bahkan belum memulai permainan inti kita, tapi kenapa kau sudah berteriak-teriak seperti itu, lihatlah wajahmu sampai lelah dan berkeringat seperti ini,"kata Arkan sambil mengusap keringat panas yang mengguyur wajah Tiara.
"Kita mulai sayang!"Sambungnya.
CUP.
Arkan mengecup bibir Tiara dan sudah memasang posisi yang tepat.
"Jangan lakukan!"pinta Tiara.
"Kenapa! Kau mau menolakku lagi di saat seperti ini?"
"Aku takut."
__ADS_1
Arkan tersenyum.
"Ini pertama bagimu kan! Dan ini juga pertama bagiku, jadi jangan khawatir dan tak perlu takut, meskipun aku belum berpengalaman tapi aku tidak akan melakukan kesalahan dan aku akan melakukannya dengan pelan-pelan."
Mendengar ucapan Arkan membuat Tiara semakin takut.
Sama-sama belum pernah melakukannya dan pasti belum memiliki pengalaman apapun.
Walaupun ini yang pertama bagi Arkan, tapi ia sudah sangat tahu bagaimana cara melakukannya,
karena ia sering mendengar cerita dari sang Sekretaris yang sudah sangat berpengalaman dan Sekretaris itu juga, sering memberikan Arkan Video. membuat lelaki itu menjadi tahu bagaimana cara melakukannya
Arkan menunduk dan membisikkan kata-kata di telinga Tiara, agar membuat wanita itu Rileks.
"Kau tahu, jika aku tidak pernah menyentuh wanita manapun termasuk Berlian yang sudah 2 tahun menjalin hubungan bersamaku, meskipun selama itu kita bersama, tapi sekalipun aku tidak pernah menyentuhnya meskipun dia kerap kali menggoda dan memaksaku."
Setelah mengatakan itu Arkan kembali mendaratkan beberapa kecupan di wajah Tiara dan kembali berkata.
"Itu karena selama ini aku tidak mencintai Berlian, dan seperti apa yang kau katakan aku harus melakukan itu dengan orang yang aku cintai, dan sekarang aku akan melakukannya dengan mu."
"Tidak mencintai Berlian, tapi kenapa ia bisa bertahan dengan wanita itu selama 2 tahun! bahkan ia terlihat sangat menyayangi dan rela melakukan apapun untuk Berlian."
*
*
Tiara yang masih berdialog dengan batinnya tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang menerobos di bawah sana.
AAAKKKHHH....
Ia langsung berteriak.
"Sakit! Lepaskan!"
*
*
SREEET......
Nafas Tiara serasa terhenti ketika ia merasakan sesuatu yang terkoyak di sana.
*
*
YA!
Arkan berhasil menjadikan Gadis itu miliknya secara lahir dan batin.
Arkan mengusap air mata yang mengalir di kedua netra Tiara dan menghujani wajah itu dengan beberapa kecupan agar Tiara bisa tenang.
Mungkin ia merasakan sakit yang luar biasa sampai membuatnya menangis.
(Sudah pasti dong, kan pertama π€)
*
*
*
Kita biarkan Arkan melakukan dan melanjutkan aktivitasnya sampai tuntas.
Sambil menunggu aktivitas Arkan dan Tiara usai, kita tengok dulu wanita yang menjadi mantan kekasih lelaki yang tengah bertempur di sana.
*
*
πππππππ
Berlian melemparkan tasnya ke sembarang arah sambil memasang wajah kesal dan mengumpat dalam hatinya.
"Awas kau Tiara, Arkan ke luar Negeri pasti karena menyusul mu kan!"
"Astaga! Kenapa wajah anak Mamah tersayang ditekuk seperti ini, ada apa sayang?"
Merlin muncul dan langsung menangkup wajah Putri tercintanya yang terlihat sangat kesal.
"Arkan mah!"
"Ada apa dengan lelaki itu, apa dia masih tidak mau menemuimu?"
"Bukan hanya tidak mau menemuiku lagi, tapi saat ini ia tengah ke luar Negeri."
"Ke luar Negeri! Memangnya kenapa jika Arkan keluar Negeri, itu sudah biasa kan baginya, karena dia memang seorang Pengusaha yang sering ke luar Negeri."
__ADS_1
"Masalahnya dia ke luar Negeri bukan untuk bekerja mah, tapi untuk menyusul Tiara."
"APA! Menyusul Tiara, Jadi wanita itu ada di luar Negeri?"
"Iya Mah dan Arkan sudah menemukan dia dan sekarang Arkan tengah menjemput Tiara."
"Sial!"umpat Merlin,"kau tenang Sayang Jangan cemas,"Merlin merangkul Berlian untuk menenangkan putrinya itu.
"Aku tidak bisa kehilangan Arkan Mah, aku benar-benar sangat mencintainya, bahkan aku lebih mencintai Arkan daripada Vino."
"Mama tahu itu Sayang!"Merlin kembali mengusap rambut Berlian dan mengucapkan kata-kata yang membuat anak gadisnya itu tenang.
Setelah beberapa menit,
Berlian benar-benar tenang dan Gadis itu tertidur.
Merlin keluar kamar Berlian dan mendatangi Herman yang ada di kamarnya.
*
*
*
Pria itu sudah diperbolehkan pulang paskah dirawat karena luka yang ia dapat dari Ken.
BRAK!
"Pah!"Merlin membuka pintu dengan sangat kuat sampai membuat Herman terkejut!
"Ada apa Mah! Kau membuatku terkejut."
"Pah, lagi-lagi anakmu itu membuat Putri kita menangis,"kata Merlin dengan raut wajah yang garang.
"Maksud mu Tiara?"
"Tentu saja memangnya siapa lagi."
"Bukankah Tiara sudah pergi, lalu apalagi yang dia lakukan?"
"Anakmu itu ingkar janji Pah!"
"Maksudmu?"
"Dia tidak benar-benar berniat pergi jauh dari Arkan, dan sekarang dia malah meminta Arkan untuk menjemputnya setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan, dengan seenaknya anakmu itu mengingkari perjanjian yang kita sepakati."
Herman diam belum merespon apa yang dikatakan Merlin.
"Kenapa kau diam pah, apa kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan?"
"Aku percaya padamu ma."
"Lalu kenapa kau diam saja!"
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Apalagi! Jika Tiara menghianati janji yang telah kita sepakati, ambil kembali apa yang sudah ia terima dari perjanjian itu."
Herman terkejut!
"Apa maksudmu Mah!"
"Ambil Intan, karena tidak mungkin kan jika kita mengambil kembali donor yang sudah kau berikan pada anak itu, jadi lebih baik kita ambil anak itu."
"Tidak bisa Mah, Mamah tahu kan, jika Arkan menyuruh beberapa orang untuk menjaga Intan dan Mbak Lastri."tolak Herman.
"Baiklah, jika Papah tidak mampu melakukannya, biar aku yang akan melakukannya."
Merlin keluar meninggalkan Herman.
"Mah! Apa yang ingin kau lakukan pada Intan?"Herman sedikit khawatir jika Merlin akan berbuat macam-macam pada Intan.
BRAK!
Merlin tak menyahut
pertanyaan Herman, ia malah membanting pintu dengan kuat dan keluar dari kamar itu.
πππππππππππ
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini π
Mohon dukungannya ya ππ€
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya π€
Love banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈπ
__ADS_1