
Tiara berjalan melewati Arkan ingin membukakan pintu agar lelaki itu keluar dari kamar kontrakannya.
Tapi Arkan menahan tangannya dan kembali memeluk dan ingin mencium Tiara.
Kewarasan lelaki itu seolah tertutup dengan keinginan yang memuncak di hatinya.
Keinginan memiliki Tiara seutuhnya,
tapi dia tidak sadar Jika caranya yang seperti ini salah besar!
Dan malah membuat Tiara semakin tidak menyukainya bahkan mungkin membencinya.
"Arkan lepaskan!"
Arkan tidak mengindahkan penolakan Tiara, ia masih saja terus menghujani wanita itu dengan ciuman brutalnya.
"Arkan jangan seperti ini!"
Berulang kali Tiara memperingatkan lelaki itu untuk berhenti, namun sepertinya Arkan sudah kesetanan hingga sama sekali tidak mengindahkan peringatan Tiara.
Yang ada di otaknya saat ini hanyalah.
Ia harus bisa memiliki Tiara seutuhnya.
Tanpa harus mengatakan apapun pada wanita itu, ia harus bisa memilikinya.
Hingga akhirnya.
PLAK!
Satu tamparan menghentikan kegilaan Arkan.
Sambil mengusap ujung matanya yang basah Tiara berjalan membuka pintu.
"Cepat keluar dari sini!" Pinta Tiara dengan penuh penakaran pada Arkan.
"Kau menolakku?"kata Arkan masih dengan tatapan sayu pada istrinya itu.
"Iya aku menolakmu, dan silakan kau pergi dari sini."
Sudah tengah kesetanan dengan hasratnya, di tampar, di tolak pula.
Lengkap sudah!
Arkan menarik tubuh Tiara dan memeluknya dengan paksa.
"Kenapa kau menolakku?"kata Arkan dengan mata menyalang dan rahang mengeras tepat di wajah Tiara.
"Kau pikir saja sendiri!" Tiara mendorong Arkan sekuat-kuatnya.
"*Tentu saja aku tidak mau menye*rahkan diri ku pada lelaki yang tidak mencintai ku, dan hatinya masih di penuhi dengan wanita lain." Batin Tiara.
Arkan benar-benar emosi dan marah.
"Baiklah jika kau menolakku, dan aku juga tidak akan pernah menginginkanmu lagi."
Arkan pergi dari kamar itu sambil membanting pintu dengan kuat.
Suasana hatinya benar-benar sangat buruk, bagaimana tidak!
ia ditolak di saat gairahnya sudah memuncak.
Arkan memukul Stir kemudi sambil berteriak frustasi di dalam mobil.
"Kenapa dia menolakku? Apa aku kurang cukup baik untuknya? Atau semua ini karena Jay?"
πππππ
Arkan mengacak-acak semua benda yang ada di Kamarnya.
Ia tengah mengamuk hebat pasca ditolak oleh Tiara.
Bukan karena ditolak cintanya, karena pada kenyataannya Arkan sama sekali tidak pernah mengatakan cinta pada Tiara.
Tapi Tiara menolak hasrat lelaki itu, yang Tiara rasa, Arkan hanya menginginkan tubuhnya saja.
Meskipun mereka terikat dalam ikatan pernikahan, tapi tetep! seorang istri pasti menginginkan di sentuh Suaminya karena Cinta bukan nafsu semata.
Selain itu mereka juga terikat dengan perjanjian, dan dalam hitungan bulan pernikahan dan perjanjian itu akan segera berakhir.
Bi Imah yang merasa khawatir.
Mengetuk pintu kamar Arkan, dia takut terjadi sesuatu pada tuannya itu.
"Tuan Apa Anda baik-baik saja!"
__ADS_1
"Pergi! Jangan ganggu saya!"
Suara teriakan Arkan terdengar dari dalam.
Dan Bi Imah tidak berani mengetuk kembali karena takut membuat tuannya malah tambah marah.
Tak lama Ken pulang dari kantor.
Melihat wajah Bibi yang cemas Ken menyadari jika terjadi sesuatu.
"Apa yang terjadi Bi?"
"Tuan Arkan mengamuk di kamarnya Ken!"
"Mengamuk! Memangnya Apa yang terjadi bukankah tadi siang tuan akan menemui Nona Tiara, lalu di mana Nona Tiara?"
"Bibi tidak tahu Ken, Tuan Arkan pulang-pulang sudah marah dan Nona Tiara juga tidak ikut pulang bersama Tuan Arkan."
"Baiklah, saya akan coba menenangkannya!"
Ken masuk ke dalam kamar Arkan.
Dan di dalam sana sudah porak-poranda persis seperti kapal pecah dengan puing-puing yang berserakan.
Lelaki itu jika sudah marah benar-benar gila sampai ia tidak berpikir lagi semahal apa barang-barang yang ia pecahkan dan hancurkan.
Tapi Ken tidak melihat ada Arkan di kamar itu.
Dan Ken berpindah ke ruang kerja!
Benar saja lelaki itu ada di sana.
Ia tengah duduk sambil memijat pelipisnya.
Ruangan kerja pun sama-sama memiliki nasib buruk seperti kamarnya,
sama-sama menjadi pelampiasan kemarahan Arkan.
Kan berjalan melewati hamburan kertas yang berserakan di lantai.
Bahkan lelaki itu tidak tahu seberapa berharganya kertas-kertas yang ia hamburkan begitu saja.
"Saya membutuhkan waktu satu Minggu untuk membuat berkas ini tapi dia menghancurkannya hanya dalam waktu 1 menit."
Keluh Ken, sambil menatap satu berkas yang ada di tangannya.
"Dia menolakku!"sahutnya dengan wajah lesu.
"Maksudnya Nona Tiara?"
"Memangnya siapa lagi!"kesal Arkan.
"Kenapa dia bisa menolak anda? Dan Apa alasannya?"
"Dia tidak mengatakan apa-apa , dia hanya mendorongku lalu menamparku dan mengusirku keluar dari kamar kontrakannya."
"Apa yang Anda lakukan pada Nona Tiara?'
"Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya menciumnya memeluknya dan kau tahu sendiri lah!"
Ken menghembuskan nafasnya kasar dan menggelengkan kepalanya.
"Saya kira Nona Tiara menolak cinta anda, ternyata dia menolak nafsu anda."
"Itu sama saja."
"Tidak sama tuan,"
"Tidak sama apanya! Aku menginginkannya karena aku memang mencintainya kalau aku tidak mencintainya, aku juga tidak mau melakukannya."
"Apa Anda sudah mengatakan itu pada Nona Tiara?"
Akan terdiam.
Dan ia mulai paham maksud dari pembicaraan Ken, tapi si egois Ini masih saja tidak mau mengalah.
"Apa dia tidak cukup merasa dengan semua tindakan yang aku lakukan beberapa bulan ini! kalau itu bertanda aku menyukainya bahkan mencintainya, bahkan aku sampai menciumnya di depan umum! Apa kau kira aku mau mencium orang yang tidak aku cintai di depan umum seperti itu, bahkan dengan berlian pun aku tidak pernah melakukannya."
"Tuan, kadang tindakan juga harus disertai dengan ucapan! Karena cinta itu butuh pengakuan, dan Nona Tiara membutuhkan pengakuan itu dari anda, jika anda hanya bertindak apalagi sampai memaksa Nona Tiara untuk berbuat lebih jauh, tentu saja dia akan menolak, bahkan mungkin membenci anda."
Arkan berfikir!
"Apa seperti itu?"
"Tentu saja seperti itu, anda juga menyadari kan jika pernikahan anda dengan Nona Tiara bukan pernikahan dari sepasang kekasih yang sama-sama saling mencintai, bahkan dengan status anda sebagai suaminya saja anda masih memiliki seorang kekasih tentu saja Nona Tiara akan meragukan anda jika tiba-tiba anda menginginkannya, tanpa mengatakan apapun padanya."
__ADS_1
"Tapi aku sudah memutuskan Berlian."
"Sampaikan itu pada Nona Tiara, dan sampaikan perasaan Anda padanya."
"Jika aku mengatakannya apa dia akan menolakku juga?"
"Kita tidak tahu sebelum Anda mengatakannya, jadi secepatnya anda katakan dan saya rasa Nona Tiara tidak akan menolak anda."
Akhirnya Arkan menyadari kalau lagi-lagi dia salah, dan selalu di luruskan oleh Ken.
"Apa aku harus minta maaf padanya?"
Ken mengangguk.
Arkan segera bangkit dari duduknya dengan penuh semangat.
"Anda mau ke mana Tuan?"
"Tentu saja mau menemuinya Memangnya mau ke mana lagi!"
"Tapi ini sudah tengah malam Tuan, dan Nona Tiara juga sedang beristirahat Anda bisa menemuinya di esok hari."
"Tidak bisa Ken, aku harus menemuinya sekarang juga."
"Tuan, saat ini mungkin Nona Tiara sedang kesal dengan anda jadi biarkan dia sedikit tenang, dan Nona Tiara juga butuh beristirahat jadi temui dia besok."
Dan akhirnya Arkan pun menurut pada sekretarisnya itu, ia akan menemui Tiara esok hari.
πππ
Keesokan harinya.
Tiara tengah bersiap-siap.
karena hari ini dia berjanji akan pulang untuk menjenguk Ibu dan Adiknya.
Ia sengaja tidak berpamitan pada Arkan karena dia sedang marah dengan lelaki itu.
Pada Bi Imah pun iya enggan untuk mengirimkan pesan.
πππ
Dan di tempat lain.
Arkan juga tengah bersiap-siap untuk menemui sekaligus menjemput Tiara.
"Apa perlu saya antar tuan!"
"Tidak usah aku bisa sendiri,"tolak Arkan.
Tapi Ken tetap mengikuti Arkan, karena ia takut kalau tuannya kembali melakukan kesalahan.
"Kenapa kau ikut Ken!"
"Izinkan saya mengantar Anda tuan."
"Baiklah!"
Dan mereka berdua pun segera menuju kontrakan Tiara.
πππ
Tiara yang tengah berkemas-kemas dan siap menuju terminal Bus untuk menuju kampung halamannya,
tiba-tiba dikejutkan dengan teman kontrakannya yang menyampaikan jika ada seseorang yang ingin bertemu dengannya.
"Siapa?" Bingung Tiara yang di pagi-pagi ini ada yang ingin menemuinya.
Tiara mengira jika itu Arkan, tapi temannya meyakinkan Jika Itu bukan Arkan karena dia seseorang yang sudah mempunyai banyak umur.
Karena penasaran Tiara pun keluar dari kamarnya dan menemui lelaki itu yang sudah menunggu di pintu gerbang kontrakan.
"Maaf anda siapa?"tanya Tiara yang saat ini sudah berada di gerbang dan melihat lelaki dari dari punggungnya saja, karena posisi lelaki itu membelakanginya.
Tiara Shock!
Dan terkejut sampai ia menjatuhkan ponselnya ketika melihat siapa pria yang datang menemuinya.
ππππππππππππ
Terimakasih sudah mau membaca cerita ini π
Mohon dukungannya ya π
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya π€π€
__ADS_1
Love banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈ