
"Silahkan nona,"Ken mempersilakan Tiara untuk lebih masuk ke dalam ruangan yang sudah seperti gudang Parfum itu.
Karena ini sudah waktunya makan malam, Tiara pun langsung mengeluarkan kotak-kotak berisi aneka sayur dan ikan dari dalam Paper Bag,
dan ia menatanya di piring dengan rapi lalu meletakkannya di atas meja
Ken yang mendapat sinyal pengusiran dari pandangan Arkan menjadi sadar
Jika ia harus segera undur diri.
"Selamat menikmati makan malam Anda tuan, saya permisi,"Ken menunduk hormat dan melangkah menuju pintu.
"Ken tunggu! Kau mau ke mana?"
Tiara berhasil menghentikan langkah kakinya.
Dan langsung disambut dengan tatapan membunuh dari Arkan, Tapi tentu bukan untuk Tiara melainkan untuk sang Sekretaris yaitu Ken.
"Saya harus ke ruangan saya untuk bekerja Nona."
"Makanlah dulu Ini sudah waktunya makan malam kan, aku bawa cukup banyak dan ini untuk kalian berdua."
Tawaran baik dan menggiurkan dari sang Nona ketika cacing-cacing di perut Ken tengah berdemo karena lapar
Justru, bagai sebuah Vonis hukuman gantung baginya.
Ken melirik pada Arkan
Dan si lelaki itu langsung menatapnya tajam setajam belati sambil menggerakkan jarinya membentuk garis di leher, disertai dengan ancaman batin.
"Ken, jika kau menerima tawaran itu, aku akan memotong gajimu 99,9% selama satu tahun."
Potong gaji adalah hukuman yang paling dihindari oleh Ken, karena banyaknya cicilan yang harus ia bayar setiap bulan.
Sambil meletakkan telapak tangan di dada dan membungkuk dengan hormat
Ken menolak dengan halus tawaran dari Tiara.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas tawaran baik dan mengagumkan yang anda berikan pada saya Nona, tapi! sayang seribu sayang, beberapa menit yang lalu saya sudah makan dan saat ini perut saya masih terasa sangat kenyang."
"Kenapa bahasanya berlebihan seperti itu!"
"Sayang sekali padahal aku membawa makanan cukup banyak dan itu untuk kau dan Arkan, karena aku pun sudah kenyang siapa yang akan menghabiskan makanan sebanyak ini?"Keluh Tiara.
"Anda tidak perlu khawatir Nona, Tuan Arkan tentu akan menghabiskan semua makanan yang anda bawa,"Ken tersenyum dan sesaat melirik Arkan dengan mata memicing dan tertawa puas di dalam hatinya.
"Nikmatilah tuan, dan anda harus menghabiskan semua makanan yang Nona Tiara bawa, karna jika tidak! Nona Tiara akan menganggap anda lelaki lemah dan tak bertenaga."
"Kau meledek ku Ken! lihat saja nanti!"
Tak ingin berlama-lama berdebat batin dengan Arkan, Ken pun segera keluar dari Ruangan itu.
Dan tinggallah Arkan bersama Tiara.
ππππ
Di tempat lain.
Tepatnya di Restoran tempat Tiara mengais Rizki.
"Semuanya berkumpul!"seru pak Gandi sebagai pemilik Resto itu.
__ADS_1
Para koki dan karyawan yang lainnya bergegas memenuhi seruan pak Gandi.
"Ada apa Pak?"raut cemas begitu terlihat di garis wajah Bulan, ia khawatir Jika ada masalah besar di Resto
tapi melihat dari ekspresi pak Gandi sepertinya bukan ada masalah karena ia terlihat nampak senang!
"Kalian tau Nyonya Merlin?"
Sebagian dari mereka tengah mengingat-ingat nama itu dan
beberapa detik kemudian mereka pun mengingatnya dengan sempurna.
Ya! Nyonya Merlin!
Siapa yang tak kenal dengan wanita sosialita itu
wanita kaya raya dengan segudang pesona dan Bisnis nya yang bertebaran di penjuru Negeri.
Seperti di bidang Fashion, Perawatan kulit dan Wajah, bahkan Perhiasan pun ia miliki
dan itu hanya Beberapa, belum yang lainnya.
Tapi dibalik ketenaran dan pesonanya itu Merlin pernah mendapat julukan buruk
Karena ia telah menjalin kasih dengan Pria yang sudah mempunyai anak dan istri, inilah alasan yang membuat Tri sangat membenci Merlin.
"Ada apa dengan Nyonya Merlin Pak?"
"Besok malam Nyonya Merlin akan mengadakan pesta ulang tahunnya secara besar-besaran di gedung mewah ternama di Kota ini, dan kalian tahu kabar baiknya apa? Pihak dari Nyonya Merlin meminta kita yang menyajikan beberapa menu di Pesta itu,"antusias pak Gandi dengan senyum selebar Samudra.
"Apa bapak yakin jika itu dari pihak Nyonya Merlin?"ragu Bulan.
Bulan tentu saja ragu dengan berita yang dibawa Bosnya itu.
begitu banyak Restoran ternama dan populer dengan Koki hebat dan terbaik yang ada di kota ini!
Tapi kenapa harus memilih Resto milik Pak Gandi yang ia namai Antariksa Resto, yang lokasinya pun di pinggiran jalan.
"Kenapa kau bicara seperti itu? pertanyaanmu itu seperti meragukan Restoran kita ini."
"Maafkan saya pak, saya tidak bermaksud seperti itu, saya hanya mengingatkan dan memastikannya saja, jika itu benar-benar dari pihak Nyonya Merlin, karena bapak sendiri tahu kan jika akhir-akhir ini Restoran kita sering tertipu dengan orang orang yang memakai nama tokoh besar di Kota ini, tapi setelah kita menyiapkan semua pesanan dan ternyata itu semua hanya tipuan."
"Kau tenang saja Bulan, ini bukan tipuan karena yang menghubungiku secara langsung adalah putri dari Nyonya Merlin sendiri."
"Putri Nyonya Merlin?"
"Iya dan kau tahu siapa Putri Nyonya Merlin?"
"Tidak!"jawab Bulan cepat, karena ia benar-benar tidak mengetahuinya.
"Nona Berlian!"
DEG!
"Berlian! bukankah itu mantan kekasih tuan Arkan! dan Tiara, Astaga!"
"Tapi Pak! apa semua Koki ikut serta, bagaimana dengan Tiara?"
"Tentu saja, dan Tiara, dia tentu harus ikut karena dia salah satu Koki terbaik di sini jadi kehadirannya sangat dibutuhkan oleh Tim kita."
"Tapi pak?"
__ADS_1
"Sudahlah tidak ada tapi-tapian, lebih baik kalian semua persiapkan untuk besok, karena pagi-pagi sekali kita harus sudah berada di gedung mewah yang disediakan Nona Berlian, karena kita akan membuat menu secara langsung di sana dan kau tahu! The Dragon Resto pun ikut serta di sana,"ucap Pak Gandi dengan senang, sekaligus menegaskan jika semuanya harus ikut tak terkecuali Tiara.
πππππ
Kembali pada Arkan dan Tiara.
"Ayo cepat makan, mumpung makanannya masih hangat,"kata Taira, yang melihat Arkan masih tidak beranjak dari kursinya.
"Bawa kesini, perlihatkan padaku makanan apa yang kau bawa?"
"Dia kumat lagi!"
Tiara mengambil dua menu yang sudah ia tata di piring dan hendak membawanya pada Arkan.
Tapi Arkan sudah lebih dulu bangun dan menghampirinya secara langsung.
Tiara masih berdiri sambil memegangi dua piring di tangannya dan Arkan pun berdiri tepat di hadapannya sambil meneliti.
Bukan meneliti makanan itu
tapi ia meneliti wajah Tiara.
"Kenapa kau melihat ku seperti itu?"
"Melihat mu! Kau terlalu percaya diri sekali, aku sedang melihat makanan ini,"Elak Arkan dan meraih piring yang ada di tangan Tiara.
Lalu duduk dan memakannya.
Arkan sedikit Shock ketika melihat banyaknya makanan di meja itu.
Tapi ia tidak perduli, ia akan tetap menghabiskannya agar tidak di olok-olok oleh Ken.
Beberapa menit berlalu.
Tiara sangat tidak nyaman, karna Arkan terus menatapnya, membuat ia menjadi ngeri dan mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.
"Astaga! kenapa dia jadi aneh seperti itu! tatapannya! seperti tatapan Mesum!"
Arkan mengusap rambut ke belakang di sela-sela makannya
sepertinya ada maksud tertentu dari pergerakan itu!
Ya!
Arkan tengah mencari perhatian Tiara
agar Gadis itu bisa melihat betapa Tampan dan mempesonanya dia.
Tapi salah!
Hal itu justru membuat Tiara takut dan tidak nyaman, karna Arkan menyunggingkan senyum di ujung bibirnya.
βYang Tiara tangkap seperti senyum Cabul.
ππππππππππππ
Terimakasih sudah mau membaca cerita ini ππ
Mohon dukungannya ya π
Jika ada kesalahan dalam tulisan ini tolong segera beri tau Ntor, agar Ntor bisa segera memperbaikinya π€
__ADS_1
Love banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈπ