Suami Antagonis

Suami Antagonis
Bab 58. Ken Datang!


__ADS_3

"Arkan! iya, ini suaranya, dan aku sangat yakin jika ini benar-benar Arkan!".


"Kenapa istriku sayang, Apa kau sudah bisa mengenali suamimu ini?"kata-kata Arkan semakin membuat Tiara terkejut!


"Arkan, lepaskan aku."kata Tiara, dan dengan cepat menghindari Arkan.


"Hahaha,"Arkan tertawa rendah, nyaris tak mengeluarkan bunyi sama sekali dari tawanya itu.


"Kenapa sayang! Apa kau berharap jika yang menjadi partner Dansa mu ini adalah Jay?"


Arkan sudah berada di pintu kemarahannya,


Awalnya Ia hanya berniat memberi kejutan pada Tiara dengan Dansa ini, tapi rencananya itu berubah menjadi kekesalan bahkan kemarahan di hatinya karena tiba-tiba Tiara menyebut nama Jay.


GREB!


Arkan kembali menarik Tiara, dan kali ini ia benar-benar semakin merapatkan pelukannya, sampai membuat Tiara hampir tak bisa bernafas.


"Apa kau berniat membunuhku!"kata Tiara dengan suara yang tertahan.


Dan Arkan segera melonggarkan pelukannya.


"Tidak! Jika aku punya niatan untuk membunuh, tentu yang akan ku bunuh si brengsek itu."


Tiara semakin kesal dengan kata-kata Arkan.


"Arkan, Kenapa kau bisa ada di sini?"


"Apalagi, tentu saja ingin menjemput istriku ini, tapi hatiku seperti dimutilasi karena mendapati, ternyata istriku di sini bersama lelaki lain."


"Sudahlah Arkan, kau sudah menerima surat dari Pengadilan Negeri kan?"


"Sudah!"


"Lalu kenapa kau masih di sini."


"Apa aku harus mengulangi kata-kata, Jika aku ingin menjemput istriku ini."


"Arkan, Kam....!"


Tiba-tiba suara Tiara terhenti, karena Arkan sudah lebih dulu membungkam mulutnya dengan sebuah kecupan.


Dan kecupan itu berlanjut di jenjang ciuman, yang tentu didominan oleh Arkan yang setengah memaksa.


*


*


Kita tinggalkan dulu urusan Arkan dan Tiara, karena kita harus membantu Bulan untuk membawa kembali Intan.


*


*


*


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Bulan tidak berani masuk ke dalam rumah Herman dan Merlin, karena banyaknya penjaga di sana,


dia wanita dan hanya seorang diri sudah pasti sangat mudah bagi beberapa penjaga di rumah Merlin untuk menghalau dan menendangnya dari sana.

__ADS_1


Bulan masih berdiri di depan pagar berwarna putih milik Merlin,


ia tengah mengumpulkan keberanian untuk masuk di sana.


TIN! TIN!


"Astaga!"


bulan terkejut dengan suara Klakson mobil yang tiba-tiba muncul di belakangnya, dengan suara yang benar-benar sangat nyaring membuat jantungnya serasa hendak copot.


"Bulan menatap serius mobil berwarna hitam itu dan,


ia membelalakkan matanya seiring dengan keluarnya sosok penghuni mobil hitam itu dengan setelan Jas yang rapi dengan sepatu formal dan kacamata hitam.


Sosok lelaki itu keluar dari mobil.


"Dia sekretaris kurang ajar itu,"geram bulan yang memastikan jika lelaki itu adalah Ken, Sekretaris Arkan.


Ken membuka kacamata hitamnya dan berjalan menghampiri Bulan.


"Apa yang kau lakukan di sini?"tanyanya pada Bulan.


"Saya...!"


"Cepat buka paksa pintu pagar ini,"sahut Ken, tapi bukan pada Bulan melahirkan pada dua pria yang ada di belakangnya.


"Baik Tuan!"


Bulan kesal dengan lelaki yang ada di hadapannya ini, bukankah tadi ia bertanya padaku! tapi kenapa ketika hendak dijawab ia malah bicara dengan orang lain,


begitulah kira-kira isi kekesalan yang ada di benak bulan.


Ketika pagar berhasil dibuka secara paksa, 2 penjaga rumah Merlin mengamuk dan tentu terjadi baku hantam di sana.


mereka sudah sangat terlatih dan berpengalaman dalam ilmu bela diri.


BUG!


BUG!


Setelah 2 orang itu tumbang.


Ken melangkah dengan santai memasuki Rumah Merlin, diikuti dengan Bulan di belakangnya.


"Tunggu!"cegah bulan menahan lengan Ken.


Ken menatap sinis tangan Bulan yang menyentuh lengannya.


Dan di saat itu juga Bulan langsung menjauhkan tangannya dari lengan berharga itu.


"Apa anda datang ke sini untuk membawa Intan?"tanya bulan.


"Tentu saja, memangnya apalagi! Saya ingin membawa adik ipar tuan saya itu."


"Jadi Arkan yang menyuruhmu?"


"Tentu saja memangnya siapa lagi,"sahut Ken. Dan ia melangkahkan kembali kakinya untuk memasuki Rumah Merlin.


"Kenapa dia bisa tahu jika Om Herman membawa Intan! Dari mana dia tahu, apa Bu Lastri yang mengabarinya dan meminta bantuan padanya, tapi itu tentu tidak mungkin, karena bu Lastri sangat membenci dan menghindari apapun yang berhubungan dengan Arkan,"gumam Bulan.


"Aaah.. sudahlah, tapi ini ada bagusnya juga, jadi aku tidak perlu sendirian untuk menolong dan membawa pulang Intan,"Bulan langsung berlari kecil menyusul Ken.

__ADS_1


Dan ketika Ken sudah menapakkan kakinya di lantai mewah rumah Merlin.


Ia disuguhi dengan pemandangan yang membuatnya emosi dan ingin merobek mulut wanita yang berstatus sebagai istri Herman itu.


Merlin tengah memaki dan menyudutkan Intan dengan kata-kata yang tentu sangat tidak pantas diucapkan pada anak di bawah umur seperti Intan.


Dan yang lebih parahnya lagi, itu semua dilakukan di hadapan Herman ayah kandung Intan sendiri, dan laki-laki itu tak melakukan apapun.


"Apa kau ingin menjadi anak durhaka! Sampai tidak mau mengakui ayahmu sendiri,"kata Merlin dengan mata yang hampir lepas dari tempatnya.


"Kau ini anak yang menderita penyakit parah, jika ayahmu ini tidak mendonorkan sumsum tulang belakangnya untukmu pasti kau sudah mati!"


"MERLIN!"


Teriak Ken, yang menggema memenuhi seisi Ruangan itu, tepat seusai Merlin menuntaskan ocehannya pada Intan.


Semua mata tertuju pada Ken begitu juga dengan Herman dan Intan,


Merlin dan Herman terkejut dengan kedatangan Ken yang tiba-tiba.


Tapi Intan sangat senang dengan kedatangan Lelaki itu.


Ken memajukan langkahnya lebih mendekat pada Merlin.


"Apa saya perlu menjahit mulut anda, agar anda bisa menyaring ucapan yang menjijikkan itu!"Sinis Ken tepat di hadapan Merlin.


Mata Merlin seketika menyalang mendengar ucapan yang keluar dari bibir Ken.


"Jaga ucapanmu Ken! kau sudah dengan tidak sopan masuk ke dalam rumah saya dan sekarang kau malah memaki saya!"bentak Merlin tak terima.


Namun Ken tidak memperdulikan makian dari Merlin, ia malah semakin melangkah untuk mendekati Herman yang tengah berdiri persis di sebelah Merlin


Dan Ken memasang wajah meledek sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berkata,


dan sudah tentu perkataannya kali ini ditunjukkan untuk Herman.


"Anda sungguh menyedihkan sekali Tuan Herman, selalu melangkah dan bertindak di bawah telunjuk tangan Merlin."


"Apa yang kau katakan Ken!"Herman tak terima.


"Saya yakin anda pasti sudah mengerti dengan apa yang saya katakan, jadi tentu tidak usah saya perjelas lagi kan, saya ke sini hanya untuk menjemput nona Intan adik ipar Tuan Arkan."


Ken memberi kode pada Bulan untuk membawa Intan dan dengan cepat Gadis itu mengulurkan tangannya pada Intan.


"Tidak bisa! Kau tidak bisa membawa nya,"cegah Merlin yang menghalangi Bulan untuk membawa Intan.


"Apa hak Anda!"tanya Ken.


"Hak saya! saya Istri Herman, dan Herman adalah ayah kandung anak ini."


Hahaha...


Ken tak kuat menahan tawanya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya ya πŸ™πŸ™


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya πŸ€—

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️


__ADS_2