
Jika tidak ada Tiara mungkin sudah terjadi baku hantam antara Kedua lelaki itu.
Tapi keduanya masih memiliki kewarasan, untuk tidak membuat malu dengan berkelahi di tempat umum.
Mungkin mereka mempertimbangkan saran dari Tiara untuk bertarung di atas Ring!
"Jay! Urusan kita belum selesai, dan aku minta mulai sekarang kau jauhi Tiara."
"Memangnya kau siapa berani melarangku?"Jay, tidak terima.
"KAU!" Arkan sudah ingin kembali mencengkram Jay.
"Cukup!" Tiara mengisyaratkan Jay untuk mengalah, dan lelaki itu pun mengangguk karena ia tidak mau membuat Tiara malu.
"Ikut aku!"Arkan menarik dengan kasar tangan Tiara dan membawanya pergi dari sana.
"Arkan! kau Jangan kasar seperti itu dengan Tiara,"Jay ingin mengejar Tapi Tiara melarangnya.
"Aku tidak apa-apa Jay,"dan Tiara mengikuti langkah Arkan yang cepat!
"ARKAN DENGARKAN INI! JIKA KAU SAMPAI MEMBUAT TIARA TERLUKA AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU!"teriak Jay.
Ya! Dia hanya bisa berteriak tanpa bisa melakukan apapun, karena ia sadar dengan posisinya dan status Tiara saat ini.
"Aku akan melakukan apapun agar Tiara bisa lepas dari si brengsek itu,"geram Jay.
π
Arkan membawa Tiara kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Arkan lepaskan!"Tiara menghempaskan dengan kuat tangan lelaki itu dan ia berhasil melepaskan diri.
Terlihat sekali kemarahan yang memuncak pada diri Arkan.
"Kenapa kau marah?"
"Kau bertanya kenapa aku marah? Apa kau tidak sadar jika kau menemui lelaki lain padahal kau ini sudah bersuami."
"Arkan, kau tidak berhak mencampuri urusan pribadiku, begitupun juga dengan aku yang tidak berhak mencampuri urusan pribadimu, kita sudah sepakat soal ini kan? Jadi kau tidak berhak melarangku berteman dengan siapapun."
"Berteman! Jay tidak menganggapmu teman, dia mengharapkan lebih dari itu."
"Memangnya kenapa? Itu juga bukan urusanmu,"Tiara benar-benar sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.
Enak saja! dia marah dan melarang hanya karena Tiara bersama Jay, sedangkan dia dengan terang-terangan menjalin kasih bersama Berlian.
"Tentu saja itu menjadi urusanku, karena dengan kelakuanmu yang menjalin hubungan dengan lelaki lain akan mencemarkan nama baik keluargaku."
"Mencemarkan nama baik!"
Apa dia tidak salah bicara seperti itu!
"Lalu bagaimana dengan hubunganmu bersama Berlian? Apa itu tidak dianggap mencemarkan nama baik keluargamu?"
"Masalahku dan Berlian berbeda."
"CUKUP! Aku tidak mau membahas atau berdebat soal ini lagi, sekarang Lebih baik kau keluar dari kamarku."
Tiara berjalan ingin membuka pintu mempersilahkan Arkan keluar, namun lagi-lagi Arkan menahannya.
"Tiara, aku belum selesai bicara!"
"Tapi aku sudah selesai! Dan kau cepat keluar dari kamarku."
Arkan semakin emosi karena Tiara terus mengusirnya.
"Kenapa kau selalu mengusirku dari kamar ini? Apa kau berniat membawa Jay masuk ke kamar ini!"
BLES ...
Ucapan Arkan bagai busur Panah yang melesat dan menembus tepat di hati Tiara.
Dan.
__ADS_1
PLAK!
Satu tamparan yang sangat kuat mendarat mulus di pipi Arkan yang baru saja menyakiti hati Tiara dengan ucapnya.
"Jaga ucapanmu, kau sama sekali tidak berhak mengatakan itu."
Arkan menyentuh pipinya yang terasa panas dan kebas.
Ia mendekat dan mencengkram kuat lengan Tiara dengan kedua tangannya, lalu mendorong gadis itu sampai membentur tembok dan menghimpit tubuh Tiara dengan tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan lepaskan aku Arkan!"Tiara memberontak melepaskan diri dari himpitan Arkan.
Namun! Tentu hal itu sia-sia belaka karena tenaga Arkan jauh lebih besar darinya.
πππππππ
Berlian masih dalam perjalanan menuju kota tempat Arkan berada.
Ia sudah berulang kali menghubungi kekasihnya, namun lelaki itu tengah terlibat perang dengan Tiara.
Tentu ia tidak memperdulikan panggilan dari Berlian.
Secara bersamaan Jay menghubunginya.
"Halo! Ada apa Jay?"Berlian dengan suara manja dan lembutnya.
("Berlian, Lebih Baik Kau paksa Arkan untuk segera memutuskan surat kontrak pernikahannya dengan Tiara.")
"Apa! Kau tahu soal kontrak itu?"tanya Berlian, terkejut.
("Tentu saja aku tau, dan aku tidak akan membiarkan Tiara berlama-lama dengan Arkan, aku hanya ingin memperingatkanmu, jika sampai Arkan menyakiti Tiara aku tidak akan segan-segan memberi pelajaran pada kekasihmu itu, jadi! Sebelum Itu semua terjadi Lebih baik kau bawa Arkan pergi sejauh mungkin dari Tiara")
Setelah mengatakan itu Jay memutuskan panggilannya.
"Apa maksudnya? Apa terjadi sesuatu di sana, Memangnya apa yang Arkan lakukan pada Tiara?"
Berlian panik! Dan ia lebih gencar lagi menghubungi kekasihnya itu.
Namun sebanyak apapun berlian menelpon.
πππππ
Kembali pada Arkan.
Ia masih menghimpit Tiara di tembok.
Arkan seolah-olah ingin memakan Tiara hidup-hidup!
"Arkan! Lepaskan aku, Jika kau terus begini aku akan berteriak,"ancam Tiara yang tak bisa berbuat apa-apa, karena Arkan pun kini mencengkram kedua tangannya dan meletakkan di atas kepalanya yang bersandar di tembok.
"Teriak lah! Teriak sekencang mungkin agar kekasihmu itu datang untuk menolongmu."
Kekasih! Apa dia sudah gila! Dia menganggap aku dan Jay sepasang kekasih, kalaupun itu benar kenapa dia harus marah seperti ini, batin Tiara.
"AYO CEPAT BERTERIAK!"bentak Arkan di wajah Tiara,"Aku mau tahu apa Jay
berani datang untuk menolongmu di sini."
"CUKUP ARKAN!"teriak Tiara.
"Kenapa? Apa kau ragu jika kekasihmu datang!"
"Arkan tolong jangan seperti ini?" Tiara melemah berharap lelaki ini luluh, mungkin ia marah karena Tiara telah menamparnya.
"Lalu kau mau seperti apa?" Arkan mendekatkan wajahnya pada wajah Tiara, hingga hanya berjarak beberapa Centimeter saja.
Tiara dengan cepat memiringkan wajahnya, namu dengan satu tangan Arkan menarik dagu Tiara.
"Lihat aku!"
"Aku mohon lepaskan aku!" Pinta Tiara, yang sudah mulai ketakutan, kalau-kalau Arkan benar-benar akan menyakitinya.
Gadis itu semakin ketakutan, Ketika Arkan menempelkan keningnya pada kening Tiara.
__ADS_1
Hampir membuat mereka tidak berjarak.
"Katakan padaku, apa kau menyukai Jay?"
Nafas Arkan begitu jelas menyapu wajah Tiara, hingga membuat gadis itu menutup rapat mata dan bibirnya, ia tidak mau mengeluarkan sepatah katapun.
Namun Arkan tidak berhenti sampai di situ saja, ia kembali mengulangi pertanyaannya.
"Tiara, katakan padaku apa kau menyukai Jay?"
Apa dia sudah gila! ya Tuhan tolong selamatkan hambamu ini! aku harus jawab apa? kalau aku jawab tidak apa dia akan lebih marah!
Perlahan Tiara menganggukan kepalanya.
Semoga dengan ini dia mau melepaskan ku, sukur-sukur langsung membebaskan ku dari pernikahan ini, aku tidak sanggup jika harus berlama-lama hidup bersama lelaki Antagonis ini.
Mendapat jawaban dari Tiara.
Arkan menjauhkan wajahnya dan mendongak ke atas sambil tersenyum kecut.
Tapi beberapa detik kemudian ia kembali mendekatkan wajahnya pada Tiara.
Masih dengan satu tangan, yang mencekal tangan Tiara, satu tangan Arkan kembali meraih wajah yang sudah sangat pucat itu.
Ia menatap lekat wajah gadis yang kini berstatus sebagai istrinya itu.
"Apa Jay pernah menyentuh bibirmu ini?" Tanya Arkan, sambil menyentuh lembut bibir Tiara dengan jarinya.
Ya Tuhan apa yang akan dia lakukan!
Tiara menggeleng dengan cepat!
"Benarkah!"
Tiara mengangguk.
"Ar...kan!" Tiara membuka suaranya dengan gemetar.
"Apa kau ingin mengatakan sesuatu?"
Tatapan Arakan sudah berubah, membuat Tiara semakin takut dibuatnya.
"Tolong lepaskan aku!"
"Jika aku melepaskan mu apa kau mau berjanji untuk menjauhi Jay?"
Tiara mendongak menatap Arkan.
Kenapa dia masih membahas soal Jay!
Dengan gugup, Tiara berkata.
"Arkan, ak... Aku...! Ummmph," kata-kata Tiara terhenti.
Karena Arkan membungkam mulutnya.
Ya!
Arkan membungkam bibir Tiara, bukan dengan telapak tangan apalagi telapak kaki!
Tapi Arkan membungkam dengan bibirnya.
Ya!
Arkan menautkan bibirnya pada bibir Taira, atau yang lebih sering di sebut!
Menciuminya.
Tiara sesat kehilangan kesadaran ketika tiba-tiba Arkan menciumnya.
ππππππππππππ
Terimakasih sudah mau membaca cerita ini πππ€
__ADS_1
Mohon dukungannya ya ππ
Love banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈππ€