
Keringat dingin mulai membanjiri wajah Arkan, ia terus meringis sambil memegangi perutnya yang masih terasa sakit
Meski Ken sudah memberikannya obat, tapi rasa sakit itu belum juga hilang.
"Tuan, apa sebaiknya kita panggil Dokter saja?" Ken Khawatir.
"Tidak perlu Ken, aku tidak suka Dokter."
"Saya memanggil Dokter bukan untuk anda sukai, tapi untuk mengobati anda."
"Aku tidak suka di obati dengan Dokter, sudahlah kau diam saja, mendengar mu bicara perut ku jadi tambah sakit."
"Kalau begitu Anda beristirahatlah."
"Baiklah kau benar, ayo kita pulang,"ajak Arkan.
"Pulang!"
"Iya, memangnya aku mau istirahat di mana kalau bukan di Rumah?"
"Bukankah anda di sini punya Kamar?"
Arkan diam, ia tengah mencerna maksud dari perkataan Ken.
"Tapi ada Tiara di sana?"
"Tidak masalah, anda tidur bersama Nona Tiara."
"Tapi Ken, bagaimana kalau dia marah?"
"Nona Tiara tidak akan marah, karna anda tidak melakukan apapun, anda hanya tidur bersamanya bukan menidurinya."
"Kau benar! Kadang-kadang kau pintar juga,"bangga Arkan.
"Saya memang selalu pintar dalam setiap situasi tuan, hanya anda saja yang tidak pernah menyadarinya."
Ken mendorong Lemari yang menjadi pintu kamar, dan Arkan segera masuk ke dalam.
"Selamat malam tuan, nikmatilah malam anda dan manfaatkan semaksimal mungkin," Ken kembali menutup pintu dan segera berlalu dari sana.
"Semoga anda mengerti dengan apa yang saya maksud."
Sambil menahan perutnya yang masih terasa sakit dan sesak,
Arkan perlahan mendekati Tiara yang terbaring pulas di kasurnya.
"Nyenyak sekali dia tidur."
Arkan tidak langsung berbaring, ia masuk kedalam Kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Setelah selesai mengganti Kemeja dengan Kaos, ia mulai merayap menaiki kasur dengan sangat perlahan
Takut membangunkan Tiara yang sedang tidur nyenyak.
"Semoga dia tidak bangun! tidak bisa di bayangkan murkanya dia seperti apa kalau tau aku tidur di sini, pasti dia akan mengungkit surat perjanjian itu."
Arkan merebahkan tubuhnya tepat di samping Tiara.
"Astaga! kenapa aku jadi berdebar seperti ini, bahagia mana kalau Tiara menggerayangi ku di tenang malam nanti?"
Karna gugup
Arkan sampai menahan nafasnya
Ia merasa, suara nafasnya sudah seperti suara deburan ombak, dan pasti akan membangunkan Tiara.
Arkan menggeser tubuhnya sedikit lebih menepi dan meraih guling untuk menjadi pembatas antara mereka.
"Ya, lebih aman seperti ini, jantung ku serasa mau lepas jika berada sedekat ini dengannya.β
Susah payah Arkan menetralkan hatinya agar tidak gugup dan berdebar ketika berdekatan dengan istrinya itu.
Padahal ini bukan yang pertama kalinya
Bahkan beberapa hari yang lalu, ia malah lebih dekat dari ini, sampai bisa mencium Gadis itu secara paksa!
15 menit kemudian
lelaki itu sudah berhasil untuk rileks dan mulai memejamkan matanya.
Tiba-tiba!
BUG!
Mata Arkan kembali terbuka dan ia sangat terkejut!
Ketika melihat tangan Tiara melingkar di perutnya.
Bahkan guling yang menjadi pembatas antara mereka pun kini sudah tidak ada.
"Apa ini! apa yang dia lakukan, sudah ku duga dia pasti akan menggerayangi ku ketika aku tertidur."
"Tapi, apa dia sadar melakukan ini!"
Arkan melirik
dan ternyata mata Tiara masih terpejam, itu artinya dia tidak sadar.
"Di saat tidak sadar dia berani mendekati ku seperti ini, tapi saat sadar aku tatap saja dia sudah ketakutan," gumam Arkan pelan.
Arkan ingin menurunkan tangan Tiara yang memeluk perutnya.
Tapi niat itu ia urungkan.
Arkan malah tersenyum miring sambil menatap wajah Tiara.
Seketika!
rasa gugup dan takut
__ADS_1
bahkan sakit perut yang beberapa menit lalu melanda Arkan, kini memudar begitu saja.
Tanpa malu dan ragu, Arkan menggeserkan tubuhnya dan lebih mendekat pada Tiara.
Ia mengangkat kembali tangan Tiara agar memeluknya
dan iapun melakukan hal yang sama.
Hingga dalam hitungan detik!
terciptalah posisi berpelukan.
Arkan menatap lekat wajah manis yang tengah menutup matanya itu.
Ia mengangkat tangannya dan membelai lembut rambut Tiara.
Setelah puas dengan Rambut
Tangan Arkan berpindah meneliti garis wajah Tiara.
"Kau cantik juga jika terus di pandang seperti ini."
Tapi tiba-tiba hati Arkan merasa nyeri dan sedih.
Apa yang aku lakukan ini benar?
Apa aku bisa terus bersama Tiara?
Bagaimana jika Tiara tidak bisa menerima masa lalu ku?
Lalu bagaimana dengan Berlian?
Dan bagaimana caraku bertanggung jawab pada Vino jika aku sampai meninggalkan Berlian?
Itulah beberapa pertanyaan yang menumpuk di benak Arkan, dan ia tidak tau harus memulai dari mana untuk menjawab semua pertanyaan itu.
Tiara menggeliat!
Membuat Arkan Terkejut! sekaligus memecahkan lamunannya.
Tapi meskipun demikian Arkan enggan untuk menjauhkan diri, ia masih tetep memeluk Tiara.
Dan Tiara pun kembali tenang.
"Kau tidur pulas sekali, sampai aku bekap seperti ini kau tidak bangun juga, tapi itu malah bagus! Jika kau bangun pasti kau tidak mau kan,"kata Arkan yang sambil berbisik di telinga Tiara, tapi dengan suara sangat pelan.
Selama beberapa Jam Arkan masih belum bisa memejamkan matanya.
Ia masih asik dan betah memandangi wajah Tiara.
Dan lama kelamaan, pandangan Arkan bukan cuma pada wajahnya saja, melainkan pada bibir Tiara yang berwarna Peach.
Perlahan!
Arkan menggerakkan jarinya dan menyentuh bibir itu.
Seketika ingatannya Traveling ke beberapa hari yang lalu, saat ia mencium istrinya secara paksa.
"Tentu saja dia akan marah! tapi jika ia tahu, kalau dia tidak tahu dia pasti tidak akan marah,"sahut Arkan pada dirinya sendiri, dan cuplikan Dialog itu ia dapat dari Ken.
Dengan perlahan!
Arkan mendekatkan bibirnya pada bibir Tiara.
Sebenarnya ia sangat Was-was melakukan itu, takut kalau tiba-tiba Tiara terbangun.
"Kau harus melakukannya dengan lembut agar dia tidak terbangun!"
Walaupun dengan gerakan yang sangat lambat, dan keringat yang membanjiri wajahnya.
Akhirnya Arkan berhasil juga mendaratkan bibirnya dengan sempurna!
CUP!
Satu kecupan berhasil ia curi.
melihat tiada reaksi apapun dari Tiara membuat Arkan menjadi lebih berani.
Ia kembali menyatukan bibirnya pada bibir Tiara, namun kali ini lebih lama dan penuh penghayatan
bahkan si pencuri ciuman itu sampai memejamkan mata saking menghayatinya dan m nikmatnya.
πππππ
Pagi Hari!
Tiara terbangun dari tidur nyenyak nya, dan ia sangat terkejut ketika menyadari kalau badannya bukan berada di kamarnya, melainkan di Kamar tersembunyi Arkan.
"Astaga! apa semalaman aku tidur di sini? berarti aku tidak pulang, lalu dia mana Arkan, Kenapa dia tidak membangunkan ku."
Tiara mengedarkan pandangannya pada Kamar yang masih gelap itu.
Karna semalam Arkan mematikan lampunya.
Dan tentu ia tidak dapat mendapatkan pandangan apapun di sana.
Taira beranjak akan turun untuk menyalakan lampu dan segera ke Kamar mandi.
Tapi ia terkejut ketika tangannya menyentuh sesuatu.
"Apa ini? ini seperti kaki, tapi kenapa besar sekali tidak mungkin ada kaki orang di sini kan!"
Tiara terus dan semakin meraba-raba benda itu.
"Ini benar seperti kaki manusia, dan ini ....!"
Hap!
Tangan Arkan dengan cepat menangkap tangan Tiara,
__ADS_1
sebelum tangan itu berkelana lebih jauh dan tersesat di tempat yang keramat.
"Apa kau tengah mencari kesempatan di saat aku sedang tertidur,"suara berat dan serak Arkan, seketika mengejutkan Taira.
Sekuat tenaga
Tiara menepis tangan Arkan dan langsung beranjak dari Kasur.
"Arkan!" panggilannya lirih, untuk memastikan jika itu benar-benar Arkan.
Arkan mengambil Remote di bawah bantalnya.
Dan!
CEPLEK!
Lampu di Kamar itu semuanya menyala.
Dan memperlihatkan, dengan jelas sosok lelaki yang masih terbaring di atas ranjang.
Tiara melebarkan matanya.
"Arkan! kenapa kau tidur disini?"
"Karna ini Kamar ku,"sahut Arkan enteng.
"Kenapa kita tidak pulang! malah tidur di sini?"
"Kau sulit sekali di bangunkan, jadi! mau tidak mau, aku yang baik hati ini membiarkan mu tidur di Ranjang ku."
"Lalu kenapa kau juga ikut tidur di Ranjang ini?"
"Ini Ranjang ku tentu saja aku tidur di sini, sebenarnya aku ingin memindahkan mu di sofa atau lantai, tapi tubuh kecilmu itu sangat berat."
"Cukup! tidak usah membahas itu, sekarang katakan! kau tidak melakukan apapun pada ku semalam kan?"tanya Tiara dengan hati-hati.
Hahaha...
Arkan Tertawa terbahak-bahak!
"Kau terlalu percaya diri sekali, aku sangat tidak berminat dengan mu."
"Baguslah kalau begitu!"
"Memang itu yang aku harapkan, setelah kita bercerai nanti, aku akan menjadi janda kembang yang suci, setidaknya itu yang bisa aku banggakan dari perpisahan kita kelak."
π
Setelah berdebat selama beberapa menit.
Mereka berdua keluar dari kamar.
"Astaga kau membuat ku terkejut saja Ken!"sentak Arkan pada Sekretarisnya itu, yang tiba-tiba sudah berdiri tegak di depan pintu Lemari.
"Selamat pagi Tuan, Nona, bagaimana dengan malam anda!"
"Tidak bagaimana-bagaimana, Ayo cepat antar aku pulang!" Ketus Arkan.
"Sepertinya tidak terjadi sesuatu semalam, anda payah sekali tuan, padahal sudah di beri kesempatan bagus! tapi malah menyia-nyiakannya."
πππππ
Saat ini.
Ketiga orang itu tengah berada di dalam mobil.
Arkan memutuskan untuk pulang ia harus beristirahat karena semalaman tidak bisa tidur!
Sedangkan Ken, setelah mengantar Arkan dan Tiara, dia akan kembali ke Kantor untuk melanjutkan pekerjaan semalam.
Taira masih menunggu dan berharap jika Arkan mengatakan sesuatu padanya
Tantu saja soal undangan pesta ulang Merlin.
Tapi sampai kapanpun Tiara menunggu, Arkan tak kunjung mengatakan apapun padanya.
Bahkan ketika Ken bertanya, Apa nanti malam anda akan datang?
Arkan menjawab dengan yakin iya, tanpa menyebut namanya.
Tiara tentu sudah bisa menebak pertanyaan dari Ken.
Dan Tiara juga menyadari jika Arkan benar-benar dan tidak akan mungkin mengajaknya ke Pesta itu.
"Memangnya apa yang kau harapkan Tiara? kalian menikah hanya karena sebuah kesalahpahaman, dan perjanjian saja, Berlian, dialah satu-satunya wanita yang ada di hati Arkan"
ππππ
Sampai Rumah.
Karena kondisinya yang masih kurang sehat dan sakit perut.
Arkan Segera menuju Kamarnya untuk beristirahat.
Sedangkan Tiara, ia harus bersiap-siap menunju gedung yang sudah di kirimkan alamatnya oleh pak Gandi.
Tapi sebelum itu, Taira meminta Ken untuk menyuruh siapapun mengantarkan Motornya ke Resto.
"Baik Nona anda jangan khawatir, lebih baik anda beristirahatlah."
Setelah mengatakan itu Ken kembali ke Kantor.
Dan Tiara memesan Taksi online.
πππππππππ
Terimakasih sudah mau membaca cerita ini ππ
Mohon dukungannya ya ππ
__ADS_1
Tolong Koreksi dan segera beri tau Ntor jika ada kesalahan dalam tulisan ini, agar Ntor bisa segera memperbaikinya π€
Love banyak-banyak untuk semuanya β€οΈπ