
Setelah berpamitan pada seisi rumah Tiara dan Arkan berangkat.
"Kita mau pergi ke mana?"tanya Tiara yang saat ini sedang berada di dalam mobil.
"Bulan madu kan tadi kita sudah berpamitan untuk berbulan madu,"sahut Arkan.
"Iya aku tahu itu, maksudku kita pergi ke tempat mana?"
"Kau tenang saja, Ken yang sudah menyiapkan semuanya dan pasti kau akan senang selama berada di sana."
"Apa benar kita akan berada di sana selama 2 bulan?"tanya Tiara.
Arkan mengangguk.
"Iya, kan kau tahu sendiri permintaan mamah dan papah, Jadi kita jangan pulang dulu sebelum berhasil."
Ken, yang mendengar kata 2 bulan seketika menghentikan laju mobilnya.
"Kenapa kau berhenti Ken, apa ada masalah?"tanya Arkan yang terkejut karena Ken ngerem dengan mendadak.
"Kau tidak apa-apa sayang?"dan lelaki itu langsung beralih pada Tiara yang juga terkejut.
"Maafkan saya tuan, nona. Saya hanya terkejut mendengar waktu yang kalian ambil selama di sana."
"Memangnya kenapa kau sampai terkejut?"
"Apa benar anda dan Nona akan menghabiskan waktu di sana selama 2 bulan?"
"Bener! Aaah... Maaf Ken, aku lupa memberitahumu soal ini."
"Lalu jika anda selama itu bagaimana dengan semua pekerjaan kita?"
"Kau urus semuanya, kau kan sudah aku kasih cuti selama 2 minggu, jadi sekarang aku yang akan berlibur dan kau yang akan mengurus semua urusan Kantor,"sahut Arkan dengan seenaknya.
Ken menarik nafasnya pelan-pelan lalu ia hembuskan dengan kasar.
'Apa-apaan ini, padahal aku hanya minta cuti selama 2 minggu tapi dibalas selama 2 bulan, bagaimana kalau aku cuti selama 2 bulan apa dia juga akan membalasnya selama 2 tahun, kalau seperti itu lebih baik anda pensiun saja tuan,'kesal Ken dalam hatinya.
"Sudah cepat lajukan mobilmu Ken, jangan membuang-buang waktu."kata Arkan yang sudah tidak sabar ingin segera sampai di lokasi.
"Baik Tuan."Dan Ken pun segera melajukan mobilnya.
❤️❤️❤️❤️❤️
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam akhirnya mereka sampai di Dermaga.
"Kenapa kesini?"bingung Tiara,"apa kita akan liburan di kapal pesiar?"
Arkan menggeleng.
"Lalu di mana?"
"Sudah kau ikut saja ayo!"Arkan menuntun tangan Tiara dan
mereka menaiki kapal cepat.
40 Menit.
Mereka sampai di sebuah Pulau kecil nan indah dengan pepohonan yang masih hijau dan hamparan pasir putih.
Di Pulau ada sebuah bangunan seperti Rumah unik terbuat dari kayu, yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama berada di pulau ini.
"Bagaimana, kau suka?"tanya Arkan.
Tiara mengangguk antusias.
Tentu saja ia akan sangat suka dengan pemandangan dan tempat yang menakjubkan seperti itu, dan mungkin saja bulan madu di tempat seperti ini adalah impian besar bagi setiap wanita yang baru saja menikah.
Ken dan beberapa orang lainnya membawakan Koper mereka.
Setelah memastikan semuanya beres dan aman, Ken dan beberapa orang kembali ke kapal, untuk melakukan pekerjaan mereka.
Tapi masih ada 5 pengawal dan 2 orang Asisten wanita yang akan membantu pasangan suami istri itu selama tinggal di pulau.
"Ayo kita istirahat dulu,"ajak Arkan yang merasa jika Tiara lelah karena menempuh perjalanan selama berjam-jam.
__ADS_1
Namun siapa sangka.
Rasa lelah karena menempuh perjalanan selama berjam-jam itu hilang sudah,
ketika Tiara melihat pantai yang membentang indah. Yang mampu menyejukkan hati dan pikirannya.
"Bagaimana kalau kita kesana dulu?"ajak Tiara sambil menarik tangan Arkan.
"Apa kau tidak lelah kita baru saja sampai!"
"Ayolah sebentar saja."
"Baiklah!"
Arkan pun mengikuti Tiara yang menuntun tangannya mendekati ombak.
"Kau senang sekali bermain ombak padahal kau tidak bisa berenang."
"Kau juga tidak bisa berenang kan."
"Sudah beberapa hari ini aku belajar berenang, dan sepertinya kemampuanku sudah cukup bagus untuk itu."
"Benarkah!"
"Tentu, Apa kau ingin mencobanya?"
"Tidak-tidak!"Tiara menggeleng cepat,"kita nikmati saja pemandangan dan suasana yang damai di sini tanpa perlu berenang."Kata Tiara, yang takut jika harus berenang dengan orang yang baru beberapa hari belajar renang.
❤️
Dan mulai hari itu mereka menikmati bulan madu yang sudah direncanakan Arkan Beberapa bulan yang lalu.
Arkan sengaja memilih tempat sepi dan damai jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota.
Karena ia tahu istrinya itu membutuhkan suasana yang damai dan ia juga tahu jika Tiara sangat menyukai pantai.
❤️❤️❤️❤️❤️
Beberapa hari berlalu.
para manusia melakukan aktivitas mereka dari pagi hingga sore, dan istirahat di malam hari dan begitulah seterusnya, dan di lakukan secara berulang-ulang sampai waktu mereka di dunia ini habis.
Sementara itu di tempat lain.
Herman tengah bersitegang dengan istrinya Merlin.
Setiap hari pasangan ini selalu ribut dan bertengkar.
Sedangkan Berlian, gadis itu sudah pulih.
Ia berhasil melewati masa kritis karena perbuatannya sendiri.
Namun Berlian yang sekarang bukanlah seperti Berlian yang dulu, ia lebih banyak diam dan terlihat murung di dalam kamar.
Ditambah lagi akhir-akhir ini kedua orang tuanya sering bertengkar meributkan sesuatu yang kadang tidak penting, membuat Berlian semakin frustrasi.
Merlin selalu menyalahkan Herman atas semua yang terjadi pada Berlian.
Begitupun dengan Herman yang selalu menyalahkan Merlin karena dialah yang dulu sangat mendukung hubungan Berlian dan Arkan hingga membuat putrinya itu bergantung pada lelaki yang bernama Arkan.
Namun pertengkaran di hari ini, bukanlah pertengkaran meributkan Siapa yang salah dan siapa yang benar perkara depresi yang di alami Berlian.
Saat ini perusahaan milik Merlin yang ia dapatkan dari hasil warisan orang tuanya jatuh bangkrut.
Dan tentu saja wanita itu menyalahkan Herman karena selama ini Herman lah yang mengurus dan memimpin perusahaannya.
"Kenapa bisa seperti ini Pah!"Merlin melemparkan berkas-berkas di hadapan Herman, yang langsung berhamburan memenuhi lantai ruang kerja Herman.
Wanita itu Syok dan tentu saja marah karena besar.
Karena,
bukan hanya bangkrut, tapi Perusahaannya juga memiliki hutang besar di luar sana dan yang lebih parahnya lagi gaji para karyawan sudah 3 bulan ini tidak di bayar.
"Papah juga tidak tahu mah, ini musibah!"
__ADS_1
"Musibah! Kau bilang ini musibah pah! Ini semua karena kesalahanmu pah, kau yang tidak becus mengurusi perusahaan milik orang tuaku hingga menjadi bangkrut seperti ini."
"Kenapa kau malah menyalahkan ku mah?"
"Memangnya siapa lagi yang harus aku salahkan? Karena selama bertahun-tahun ini kau kan yang mengurusi semua perusahaan ini."
"Tapi kau juga tidak bisa terus-terusan menyalahkanku seperti ini mah, aku sudah berusaha keras untuk memberikan yang terbaik bagi Perusahaan ini tapi memang Perusahaan kita akhir-akhir ini menurun dan....!"
"Stop pah!"Merlin mengangkat tangannya mengisyaratkan agar suaminya diam.
Wanita itu menatap tajam Herman yang tengah berdiri di hadapannya.
"Kau tahu Kau Berasal dari mana pah?"
Herman tersentak dengan pertanyaan Merlin.
"Apa maksudmu mah?"
"Kau itu lelaki miskin yang berasal dari kampung terpencil datang ke kota lalu menjadi karyawan di perusahaan besar papah ku, dan kau tahu kau bisa terpandang dan dihormati banyak orang seperti ini karena siapa? Tentu semua karena aku pah! aku yang mengangkat derajatmu, jika saja kau tidak menikah denganku dan jika kau tetap bertahan dengan istrimu yang sudah mati itu, tentu saja kau akan menjadi gembel di jalanan."
"MERLIN!"bentak Herman dengan keras, sampai suaranya menembus ke kamar Berlian.
Nafas kedua orang itu menggebu-gebuh.
Mereka saling tatap dengan mata yang memerah dan urat-urat yang menonjol di tangan dan leher.
Herman benar-benar tidak menyangka jika Merlin tega mengucapkan kata-kata yang tentu membuat harga dirinya sebagai seorang pria jatuh.
"Kenapa! Kenapa kau menatapku seperti itu pah! Apa kau tidak terima dengan ucapanku?"
"Merlin!"suara Herman sudah bergetar menahan geram pada wanita itu.
"Apa! Kau mau marah padaku, apa kau tidak terima dengan perkataanku yang mengatakan jika kau adalah pria miskin yang numpang hidup dengan wanita kaya raya sepertiku sehingga terangkatlah derajatmu yang hina itu dan....!"
PLAK!
Ucapan Merlin terhenti karena suara tamparan yang cukup keras mendarat di pipinya yang mulus.
Ya..
Baru saja Herman menampar wanita itu.
Ini pertama kali ia lakukan selama seumur hidupnya, jangankan untuk menampar berkata dengan nada tinggi saja tidak pernah ia lakukan kepada Merlin.
Tapi saat ini, sepertinya Herman tengah dikuasai oleh amarahnya hingga ia berani memukul istrinya itu.
"Kau berani memukulku Herman!"bentak Merlin tak terima.
Begitupun juga dengan Herman.
Mata pria itu sudah memerah dengan rahang yang mengeras, mungkin saja ratusan setan sudah menguasai jiwa dan raga Herman.
Hingga beberapa detik kemudian pria itu mengangkat kedua tangannya lalu mencengkeram leher Merlin sampai membuat wanita itu meringis kesakitan dan memberontak.
Setelah puas ia mencekik Merlin Herman mendorong wanita itu sampai kepalanya membentur meja.
"Apa yang kau lakukan pah, Kau menyiksaku!"kata Merlin dengan nafas yang tersengal-sengal karena baru saja dicekik oleh Herman lalu ia pun didorong sampai keningnya berdarah.
Tidak hanya sampai di situ.
Herman kembali mendekati Merlin, dan mencengkram kembali leher wanita itu.
Merlin memberontak, dan berusaha melepaskan diri dari pria yang tengah kesetanan itu.
Tidak ada orang di sana.
Karna Merlin dan Herman berada di Ruang kerja yang tidak boleh di masuki sembarang orang apalagi para pekerja di Rumahnya, sehingga membuat tidak ada satupun pekerja yang mengetahui peristiwa itu.
🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya ya 🙏
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
__ADS_1
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️