Suami Antagonis

Suami Antagonis
BAB 86. Mendatangi Rumah Merlin


__ADS_3

Setelah memesan tiket untuk kembali pulang dan mempersiapkan semuanya.


Ken mendapatkan tugas dari Arkan untuk menyelidiki Jay.


Dan tanpa membuang-buang waktu, Ken segera melakukan menyelidiki pada lelaki itu.


❤️❤️❤️❤️


Di tempat lain.


Intan secara tak sengaja membuka pintu Kamar Berlian.


Intan melihat Berlian tengah duduk di depan cermin dengan wajah yang pucat dan rambut yang kusut, Berlian sama sekali tidak keluar dari kamarnya semenjak ia menyusul Arkan ke luar Negeri.


Intan memperhatikan Berlian.


Sebelumnya ia tidak pernah melihat Berlian baru kali ini ia melihat kakaknya itu.


Ketika Intan ingin maju dan lebih masuk ke dalam dan mendekati Berlian.


Merlin mencegahnya.


"Mau apa kau?"


"Aku mau masuk mah, ayah bilang ada kakakku di Rumah ini yang bernama kakak Berlian, apakah itu kakak Berlian?"


Merlin mengangkat kedua tangannya ke pinggang.


"Dia bukan kakakmu, yang kakakmu itu cuma Tiara. Tapi kau tahu kalau sebenarnya kakak Tiara mu itu jahat!"


"Tidak! itu tidak benar, kakak Tiara baik dia sangat baik."


"Ada apa Mah, Intan! Kenapa kalian berkumpul di kamar Berlian? Apa Berlian sudah mau keluar?"Herman datang secara kebetulan.


melihat kedatangan Herman Intan segera berlalu pada ayahnya itu.


"Aku hanya ingin menyapa kakakku yah,"kata Intan.


"Baiklah, sapa kakakmu dia ada di dalam hibur dia dan bujuk kakakmu agar mau keluar dan makan dengan benar, sudah berminggu-minggu kakakmu seperti itu."


"Tidak!" sahut Merlin dengan tegas,"aku tidak mengizinkan anak itu masuk ke kamar Berlian apalagi menyapa dan bergaul dengannya."


"Kenapa begitu mah! bukankah tujuan kita untuk meminta Intan tinggal di sini agar dia bisa menemani dan menghibur Berlian yang tengah sedih?"


"Berlian bersedih seperti itu karena ulah kakak anak ini."


"Kenapa kau malah menyalahkan Tiara mah, yang salah itu Arkan bukan Tiara."


"Jika Tiara tidak hadir di kehidupan Arkan dan Berlian, tentu hubungan Berlian dan Arkan baik-baik saja sampai sekarang."


"Arkan itu bukan lelaki yang cocok untuk Berlian ataupun Tiara mah, bahkan jika papah bisa, papah ingin sekali meminta Tiara meninggalkan Arkan, yang tidak punya sopan santun kepada mertuanya itu."


Merlin diam tak menghiraukan perkataan Herman, dia memilih masuk ke kamar Berlian lalu menutup pintu itu.


Herman yang melihat wajah kecewa Intan mengusap rambut anak itu.


"Tidak apa-apa jangan sedih, untuk saat ini kakak kamu Berlian tidak bisa diganggu terlebih dahulu. Intan masih bisa menemuinya lain waktu."


Intan mengangguk lalu anak itu kembali mengucapkan sesuatu lebih tepatnya permintaan.


"Yah, hari ini kakTiara pulang, aku ingin pulang ke Rumah kak Tiara, aku ingin bertemu dengannya Yah."

__ADS_1


Herman tak langsung menjawab permintaan Intan.


Ia tahu Merlin pasti tidak akan mengijinkan Intan pergi dari sana.


Entah apa maksud wanita itu menahan Intan di Rumahnya, tapi dia sendiri bersikap cuek bahkan galak pada anak itu.


"Baiklah! Nanti ayah akan mengantarmu pulang ke Rumah kakakmu,"kata Herman, membohongi Intan. Karena sebenarnya ia tidak akan pernah membawa Intan ke sana.


"Kapan Yah?"


"Nanti, setelah Ayah menyelesaikan semua pekerjaan Ayah, kau bersabarlah."


Intan mengangguk dan ia memilih untuk kembali Kamarnya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Arkan dan Tiara sudah tiba di Bandara.


Dan saat ini mereka tengah berada di dalam Mobil menuju Rumah.


"Apa kau sudah menyelidiki tentang Jay?"tanya Arkan pada Ken.


"Sudah Tuan, dan memang benar Jay tau soal kejadian itu tapi saya belum tau lebih jelas dan dimana letak keterlibatan Jay, yang jelas saat itu Berlian meminta bantuan pada Jay tapi Jay menolaknya."


"Jadi benar, itu semua perbuatan Berlian?"


"Benar Tuan."


Arkan sudah mengepalkan tangannya, ia sungguh tidak habis pikir dengan gadis itu, jika semua itu rencananya tapi kenapa ia juga tidak menerima saat ia menikah dan memilih Tiara.


Apa maksud Berlian melakukan semua itu!


Hingga karena ulahnya sendiri ia jadi kehilangan Arkan.


Sementara Tiara tengah bingung dengan percakapan mereka berdua yang menyeret nama Berlian dan Jay.


"Ada apa?"tanya Tiara, yang penasaran.


"Nanti akan aku jelaskan di Rumah,"sahut Arkan sambil mengusap lembut rambut Tiara.


❤️❤️❤️❤️


Sampai di Rumah.


Tiara di sambut oleh Tri dan Lastri.


Dan karena saat Tiara pulang ia tidak mendapati Intan di sana Bu lastri pun menceritakan semuanya jika Intan saat ini berada di Rumah Herman.


"Apa! Kenapa Intan bisa ada di sana Bu? Dan kenapa kalian tidak memberitahuku dari awal?"


Lastri menjelaskan semuanya pada Tiara mengapa Intan bisa berada di Rumah Herman dan kenapa ia tidak menceritakan itu pada Tiara.


"Kau tenanglah dulu, kita akan segera menjemput Intan,"kata Arkan.


"Ibu sudah menghubungi Herman, tapi Pria itu tidak menjawab telepon dan membalas pesan Ibu."


"Apa kita sekarang ke sana?" kataTiara pada Arkan dan ibunya.


"Kau lelah habis dari perjalanan jauh beristirahatlah terlebih dahulu, setelah itu kita akan menjemput Intan."


Tiara mengangguk setuju karena ia pun benar-benar merasakan lelah.

__ADS_1


Arkan mengantarnya ke Kamar untuk beristirahat.


Tiara yang tak bisa beristirahat apalagi tidur, karena ia terus memikirkan Intan, dan itu benar-benar membuatnya gelisah dan tidak tenang, membuat Tiara hanya mondar-mandir di Kamar.


Ia takut terjadi sesuatu pada adiknya itu.


Tiara sangat tahu bagaimana sikap Merlin dan Berlian, pasti Intan tidak akan aman tinggal di sana.


"Istirahatlah! Dari tadi kau hanya mondar-mandir di situ kau pasti lelah,"kata Arkan.


"Aku tidak bisa istirahat dengan tenang, aku takut terjadi sesuatu pada Intan, ayolah kita jemput Intan sekarang."Pinta Tiara pada suaminya.


"Baiklah!"mau tidak mau Arkan pun mengiyakan permintaan itu, karena ia tahu jika tidak dituruti Tiara pasti tambah gelisah dan tidak tenang.


❤️❤️❤️


Malam hari


Tiara dan Arkan, beserta Bu Lastri pergi ke Rumah Merlin dan Herman.


Sesampainya di sana mereka dihadang dengan penjaga Rumah Merlin, dan tentu mereka tidak diizinkan masuk bahkan hanya melewati pintu gerbangnya saja pun tidak diizinkan.


"Apa kau bosan hidup!"kata Arkan menatap dua penjaga di sana dengan marah karena sudah berani menghalangi langkah kakinya.


"Maafkan saya Tuan, saya hanya menjalankan tugas dari nyonya Merlin."kata pria itu sambil menundukkan kepalanya takut.


"Tapi saya datang ke sini karena ingin menjemput adik saya, jika saya sudah membawa pulang adik saya saya berjanji tidak akan menginjakan kaki di rumah ini lagi."kata Tiara.


"Maaf Nona saya tidak berani mengizinkan siapapun masuk jika itu sudah menjadi perintah dari nyonya Merlin."


"Tapi pak, tolong izinkan saya....!"


Arkan menarik tangan Tiara dan menghentikan istrinya untuk melanjutkan perkataannya.


"Untuk apa kau memohon padanya."


"Tapi aku harus benar-benar bertemu dengan Intan."


"Tapi tidak perlu memohon kepada mereka!"


"Lalu!"


Tanpa banyak bicara lagi, Arkan menerobos masuk ke pintu gerbang.


Dengan cara melumpuhkan kedua menjaga di sana.


Tiara dan Bu Lastri terkejut dengan aksi Arkan yang tak terduga.


Tapi mau bagaimana lagi jika tidak seperti itu mereka tidak bisa masuk ke dalam.


Setelah dua pria itu terkapar, Arkan Tiara dan Bu Lastri segera memasuki halaman dan menuju ke pintu utama Rumah Merlin.


"HERMAN! MERLIN! KELUAR KALIAN!"teriak Arkan sambil menggedor pintu Rumah utama Merlin.


Yang sudah pasti membuat penghuni didalam sana terkejut!


🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏🙏


Mohon dukungannya 🙏

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🙏


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2