
"Baik tuan dengan senang hati saya akan menjalankan perintah yang anda berikan,"sahut Ken sambil mengeluarkan ponsel dari balik Jasnya.
Arkan meraih tangan Tiara, dan menggiringnya keluar dari Gedung itu.
"Ayo kita pulang!"
"ARKAN, HENTIKAN LANGKAH MU!"
Teriak Berlian dengan suara kencang.
Entah sudah berapa kali Gadis itu berteriak.
"Ada apa?"sahut Arkan dengan santai.
"Lepaskan tanganmu dari wanita itu!"
"Memangnya kenapa? apa aku salah memegang tangan Istriku sendiri?"
"Arkan, kau itu milikku! kau hanya milikku kau kekasihku!"Berlian histeris.
"Arkan Apa yang kau lakukan pada putriku?"
Berlin maju menatap tajam Arkan ia tentu tidak terima dengan kelakuan Arkan saat ini.
Dan Arkan juga tentu tak mau kalah.
"Nyonya Merlin Apa yang anda lakukan pada Istri saya di pesta ini?"
"Istri! Hahaha!" Merlin tertawa terbahak-bahak sampai ia melupakan gaya Elegannya.
"Apa saya tidak salah dengar! kau mengatakan dia Istrimu,"sindir Merlin,"sementara kau juga masih menjalin kasih dengan putri saya."
"Saya yakin kau tidak akan pernah bisa lepas dari Putri ku."
Arkan membalasnya dengan senyum miring.
Tapi Merlin tak hanya sampai di situ.
Ia terus mencemooh dan meragukan Arkan akan ucapannya tadi.
Merlin harus membuat semua orang bahkan Tiara ragu jika Arkan benar-benar menganggap Tiara sebagai istrinya.
Tiara sudah sangat jengah mendengar perdebatan gila yang tidak ada ujungnya itu.
Ia melangkahkan kaki, ingin cepat meninggalkan Aula, yang sudah seperti Neraka baginya.
Tapi Arkan kan menahannya,
Arkan menarik tangan Tiara.
Arkan tahu dan menyadari jika Tiara meragukannya.
Hingga Arkan semakin mendekatkan diri pada Gadis itu.
Dan.
Sesuatu yang tak terduga terjadi di sana.
Dan itu di luar duga semua orang.
Bahkan oleh Ken dan Jay sekalipun tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini.
Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini!
Semua orang Shock dan terkejut menyaksikan apa yang terjadi di hadapan mereka.
Arkan Mencium Tiara di depan semua orang.
Tiara pun terkejut dengan tindakan Arkan yang tiba-tiba mencium bibirnya, tapi ia tidak bisa menghindar karena Arkan menahan Tengkuknya.
Ia Mencium cukup lama
bahkan! kini kedua tangannya merengkuh pinggang Tiara agar lebih rapat dengannya.
Setelah beberapa menit membuat semua orang tercengang! Dengan aksinya.
Arkan melepaskan Ciumannya.
Ia mengusap bibir Tiara dengan lembut lalu mengecupnya lagi dengan singkat!
Wajah Tiara memerah, menahan rasa yang bercampur aduk pada dirinya.
Ia tidak berani mengangkat wajah untuk melihat lautan Manusia di sana,
Arkan meraih tangan Tiara, lalu menatap Merlin dan Berlian.
"Nyonya Merlin, saya datang bukan untuk menghadiri Pesta anda, tapi saya hanya ingin menjemput istri saya, Maafkan saya jika sedikit membuat kehebohan dengan Mencium Istri saya di depan para Tamu anda, tapi anda jangan khawatir, tentu saja datang tidak dengan tangan kosong! Ken sudah menyiapkan hadiah mahal untuk anda!"
Setelah mengatakan itu, Arkan benar-benar pergi membawa Tiara dari tempat itu.
Tindakan dan perkataan Arkan mampu mengunci rapat mulut Merlin, ia sadar jika Arkan benar-benar mencintai gadis itu.
Berlian Shock!
Ia membisu tidak bisa berkata apa-apa,
ia melangkahkan keluar dari Gedung dengan sejuta luka di hatinya.
Di susul dengan Merlin yang khawatir dengan keadaan putrinya.
Sementara Herman.
Pria itu sejak tadi tidak mengeluarkan sepatah katapun!
Ia menatap punggung Tiara yang sudah berlalu bersama Arkan.
Nama Tiara yang tiba-tiba Berlian sebut sudah sangat membuat Herman terkejut!
Ia menatap lekat wajah dan mata gadis itu.
"Dia putri Ku Tiara."
Akhirnya pria Egois itu baru menyadari jika ada putrinya yang lain di sini.
π
Arkan membuka pintu mobil dan menggiring Tiara masuk ke dalam.
Sepanjang perjalanan.
Mereka diam membisu tak mengeluarkan sepatah kata pun, terutama Tiara jangankan untuk bicara melihat Arkan saja dia tidak berani.
Sungguh!
__ADS_1
Sebenarnya ia malu dengan tindakan Arkan tadi.
"Kenapa dia mencium ku di depan banyak orang seperti itu! bahkan di depan kekasihnya, apa dia menyukai? aaah ... tidak mungkin. Dia tidak mengatakan apapun padaku, Dia hanya langsung mencium tanpa mengatakan suka atau Cinta seperti yang ada di Drama."
Arkan juga sama, ia tak berani bertanya atau mengatakan apapun pada Tiara.
Lelaki itu lebih memilih untuk membayangkan kembali
kejadian beberapa saat yang lalu sambil senyum-senyum sendiri bagai anak ABG yang tengah kasmaran.
ππππ
Sampai Rumah.
Arkan mengantar Tiara masuk ke dalam kamarnya dan menyuruh Gadis itu untuk beristirahat.
Dan Arkan pun berpesan pada Bi Ima untuk memperhatikan Tiara.
Sedangkan ia langsung menuju ruang kerja dan menghubungi Ken.
"Apa kau sudah mendapatkan hasilnya?"
("Sudah Tuan, dan saya akan segera pulang!")
Setelah mendapatkan kabar baik dari Ken Arkan menuju kamarnya untuk mandi, meskipun tengah malam Ia tetap harus mandi
πππ
Setelah Ken mencatat semua tamu yang bermasalah dengan Arkan, ia segera pulang untuk memberi laporan pada Arkan, atas penyelidikan singkat yang ia lakukan.
πππ
"Bagaimana hasilnya Ken?"tanya Arkan yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya bersama Ken.
"Dari hasil penyelidikan saya, ternyata! Tuan Herman adalah ayah kandung dari Nona Tiara!"
"Apa!"Arkan terkejut,"lalu Berlian?"
"Nona Berlian juga Putri kandung Tuan Herman."
Ini sebuah kenyataan yang sangat membuat Arkan terkejut!
Ternyata dua wanita yang ia ikat selama ini adalah saudara.
Ken menyerahkan beberapa berkas di meja Arkan.
Dan, dengan teliti lelaki itu membacanya.
"Jadi, wanita yang sering Mama sebut jika suaminya direbut Merlin adalah ibu dari Tiara?"
"Benar tuan."
"Apa karna ini mamah menyayangi Tiara dan selalu membelanya!"
"Apa ini?"Arkan juga menemukan kenyataan yang tak kalah membuatnya terkejut!
"Jadi, ibu Lastri yang selama ini tinggal bersama Tiara dan adiknya bukan ibu kandung Tiara?"
"Benar tuan."
"Lalu di mana ibu kandung Tiara?"
"Beliau sudah meninggal 10 tahun yang lalu tepatnya ketika melahirkan adik perempuan Nona Tiara."
"Astaga!"
teriris, mendengarkan kenyataan tentang Tiara yang sebenarnya.
Ternyata Gadis itu tidaklah seberuntung dirinya yang memiliki orang tua lengkap dan kehidupan yang baik.
Tiara harus banting tulang untuk menghidupi adiknya semenjak bayi sampai sebesar ini.
Ia menggantikan peran Ayah, ibu dalam waktu yang bersamaan untuk adiknya yang dulu masih sangat kecil itu.
Beruntung ada ibu Lastri yang membantu Tiara, merawat Intan dengan sepenuh hati.
Ibu Lastri adalah kakak dari almarhumah ibunya Tiara yang bernama Rosa.
Tapi Tiara merasa beruntung karena ia masih memiliki Ibu Lastri yang sangat menyayanginya sama seperti Rossa.
Hingga Dewasa. Ia memutuskan untuk bekerja ke Kota sekaligus menggapai mimpi besar nya.
"Tuan!"
Kan menyadarkan Arkan yang tengah melamun.
"Iya Ken."
"Apa yang akan anda lakukan selanjutnya?"
"Seperti yang aku katakan sebelumnya padamu."
"Baiklah, jika anda sudah bulat dengan keputusan itu, tapi anda harus tetap hati-hati dengan Nyonya Merlin."
"Kau tenang saja Ken."
πππ
Sementara di kamar Tiara.
Gadis itu tidak bisa tidur karena mengingat nasibnya yang buruk.
Kenapa ia kembali bertemu dengan pria brengsek itu!
Dan apa ini!
Tiara tak habis pikir dengan kenyataan bahwa kekasih suaminya adalah saudari perempuannya.
"Jadi wanita itu adalah Merlin!"gumam Tiara sambil mengingat bayangan 10 tahun silam.
πππππ
~ Flash Back ~
Herman adalah pria biasa yang berasal dari desa yang nyaman dan keluarga sederhana.
Ia bekerja sebagai buruh pabrik dengan gaji UMR dan selalu menjalin kehidupan yang sederhana.
Lalu Herman menikah dengan Rossa wanita yang sangat ia cintai.
Mereka menikah, dan pernikahan dilewati dengan penuh kebahagiaan dan keharmonisan.
Tapi sayang, saat itu Herman terkena PHK di pabrik tempatnya bekerja.
__ADS_1
Hingga membuat dia harus merantau ke Kota untuk mencari kerja.
Herman tentu berat jika harus meninggalkan istrinya.
Begitupun juga dengan Rossa yang sangat sedih di tinggalkan Herman.
Tapi mau tidak mau Herman harus tetap berangkat ke Kota!
π
Nasib baik berpihak pada Herman.
Ia mendapatkan pekerjaan di salah satu Perusahaan besar sebagai karyawan, dan perusahaan tempat Herman bekerja adalah milik orang tua Merlin.
5 bulan.
Herman bekerja di sana,
ia sudah menyandang karyawan terbaik yang menjadi kebanggaan Perusahaan dan di situ juga ia bertemu dengan Merlin.
Entah setan apa yang merasuki kedua manusia ini.
Hingga mereka tega merajut tali kasih.
Mungkin karena Herman yang tak kuat iman
karena harus berjauhan dengan istrinya
Hingga ia mencari pelampiasan di Kota tempatnya bekerja.
Beberapa bulan kemudian, Rossa memutuskan untuk tinggal di Kota menemani Herman.
Ia tinggal di sebuah kontrakan.
Hingga kebahagiaan kembali menyelimuti keluarga Herman ketika Rossa hamil anak pertama mereka.
Herman berniat untuk mengakhiri hubungan gelapnya bersama Merlin karena ia ingin menjadi ayah dan suami yang baik.
Tapi sayang.
Niat Herman harus pupus karena ia juga mendapati kenyataan bahwa Merlin tengah hamil.
Dan mau tidak mau, Herman harus menikahi Merlin tanpa sepengetahuan Rossa.
Hingga beberapa tahun berlalu hubungan mereka aman tanpa diketahui Rossa.
15 tahun setelah hubungan mereka di jalin .
Merlin jengah dengan desas-desus dan omongan jika ia orang ketiga.
Hingga ia meminta Herman untuk meninggalkan Rossa yang tengah hamil anak keduanya.
Dan pada saat itu Tiara berusia 13 tahun.
Tanpa ragu.
Herman benar-benar pergi meninggalkan keluarganya.
Bagai petir di siang Bolong, hati Rossa begitu sangat terluka dan hancur,
karna ternyata! selama ini suaminya mengkhianati pernikahan mereka.
"Mas! Tolong jangan tinggalkan aku dan anak-anak kita! Maafkan aku jika aku belum menjadi istri yang baik untuk mu."
"Tidak biasa Rossa, aku harus pergi."
Rossa menunduk sedih dan terluka, ia bahkan memohon pada Suaminya untuk tidak di. Tinggalkan.
Tiara menyaksikan pemandangan itu dari balik pintu kamarnya.
Tapi Herman menepis!
Rossa tiba-tiba terjatuh, dan merasakan sakit di perutnya yang tengah hamil besar.
Herman panik dan ingin menolong.
Tapi Merlin mencegah.
"Mas! Toloooong!" rintih Rossa.
"Perutku sakit Mas! sepertinya aku akan melahirkan!"
Rintihan dan air mata dari Rossa tidak menggerakkan Hati Herman dan Merlin.
"Ayo mas kita pergi dari sini!" ajak Merlin menarik tangan Herman.
Rossa meraih kaki Herman dan bersimpuh.
"Mas, tolong bawa aku ke rumah sakit, selamatkan anak kita."
"Ayo Mas kita pergi!" Merlin berhasil membawa Herman keluar dari Rumah itu.
"Mas toloooong..!" Rintih Rossa.
Tiara keluar dan Mengejar Herman.
Ia memohon pada Ayahnya untuk menolong ibunya.
Tapi seperti apapun Taira memohon Herman tetep meninggalkannya.
Tiara menangisi Ibunya yang tidak sadarkan diri.
Ia berlari kesana-kemari untuk mencari Bantuan.
Karna minumnya penduduk di Desa itu, membuat Tiara terlambat membawa bala bantuan.
Hingga Akhirnya Rossa meninggal dunia, setelah melahirkan bayi perempuan.
Di sinilah Dunia Tiara serasa Runtuh.
Ia membenci Herman sampai ke urat nadinya.
Bahkan ia ingin balas dendam pada Ayahnya itu.
Meskipun kejadian itu sudah berlalu 10 tahun yang lalu, tapi Tiara masih merasakan sakit sampai saat ini, ketika ia sudah dewasa.
~**Flash Back OF~
ππππππππππππ**
Terimakasih sudah mau membaca cerita ini ππ
Mohon dukungannya ya π€π€
__ADS_1
Tolong koreksi dan segera sampaikan pada Ntor jika ada kesalahan dalam tulisan ini, agar Ntor bisa segera memperbaikinya π€
Love banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈβ€οΈ