Suami Antagonis

Suami Antagonis
Bab 28. Arkan VS Jay.


__ADS_3

Karena jarak yang sangat dekat, dalam hitungan menit saja Arkan sudah sampai di gedung tempat acara diselenggarakan.


Dengan senyuman sumringah Arkan memasuki gedung itu, dalam hati ia ingin memberi kejutan pada Tiara.


Tiara pasti senang melihat kedatangan ku di sana.


kekehnya dalam hati.


Tapi di pintu masuk Arkan malah bertemu Jay di sana.


"Jay, kau di sini?"


"Arkan?"Jay, yang tak kalah terkejut.


Rupanya Jay juga berpartisipasi dalam acara amal tersebut.


"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Arkan.


"Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan di sini? kau tahu kan acara amal ini melibatkan beberapa Restoran di kota, jadi aku pun ikut serta di sini."


Ya! Jay adalah pemilik Restoran mewah di kota, Tapi selama ini ia tidak mengurusi Restoran itu, Jay lebih tertarik dengan Restorannya yang ada di luar negeri, semua urusan Restoran yang ada di dalam negeri, ia serahkan pada orang-orang kepercayaannya, sama seperti Restoran tempat Tiara bekerja Restoran Jay pun rutin mengikuti kegiatan ini, tapi baru kali ini Jay bisa menghadirinya, karena ia ingin mengetahui lebih dalam perkembangan dan kegiatan Restorannya.


"Aku ada urusan pekerjaan di sini, dan kebetulan Tiara pun ada di sini, dia mengikuti kegiatan amal di gedung ini."


"Wah... Jadi Tiara ada di sini juga,"antusias Jay,"apa dia juga mempunyai Restoran?"


"Tidak! Dia hanya menjadi koki di restoran biasa."


"Astaga Arkan! Kau ini orang paling kaya! uangmu banyak! tapi kenapa istri mu malah bekerja sebagai koki di Restoran milik orang lain? Apa kau tidak malu?" Ledek Jay,"atau jangan-jangan kau tidak mampu membangun Restoran untuk istrimu sendiri?"


"Jaga ucapanmu! Jangankan hanya satu Restoran, sejuta restoran pun sanggup aku bangun di negeri ini."


"Kau sombong sekali,"Jay menggeleng-gelengkan kepalanya,"Lalu kenapa kau tidak membangunkan satu Restoran untuk istrimu?"


"Itu masih dalam proses perancangan, aku akan membangunkan Restoran yang berbeda dari restoran yang lainnya untuk dia, dan pasti jauh lebih mewah dari Restoran mu."


"Ooooh... Benarkah! Aku jadi tidak sabar untuk mengunjunginya."


"Sudahlah! Aku tidak punya banyak waktu untuk meladenimu,"ucap Arkan dan segera berlalu dari Jay.


"Hay! Tunggu dulu,"Jay berlari menyusul Arkan.


Dari dulu, Arkan dan Jay selalu berdebat jika bertemu.


πŸ‚


Acara sudah dimulai, dan para koki sedang melakukan tugasnya masing-masing, yaitu menghibur dan mengajak anak-anak yang kurang beruntung untuk belajar membuat kue dan lain-lain.


Di sinilah amal besar-besaran di selenggarakan, sekaligus menarik perhatian para Donatur, untuk panti-panti yang menjadi tujuan utama.


Puluhan Anak-anak nampak sangat antusias dan gembira, ketika mereka melihat bahkan ikut serta dalam membuat makanan enak yang jarang sekali mereka temui di kesehariannya.


Jay, ia turun tangan langsung, dengan tujuan mendekati Tiara.


"Bagaimana dengan kabarmu?"tanya Jay dengan tiba-tiba di belakang Tiara yang sontak membuatnya terkejut!

__ADS_1


"Jay! Kau di sini juga?"


"Iya."


"Apa kau juga bekerja di salah satu Restoran yang ikut serta?"


Jay hanya menganggukan kepalanya, bertanda mengiyakan pertanyaan Tiara.


"Di restoran mana kau bekerja?"tanya Tiara kembali.


"The Dragon Resto!"


"Waaaah... Itu Restoran terbesar di kota, bahkan mereka sudah buka cabang di luar negeri, Kau sangat beruntung sekali bisa bekerja di sana, padahal aku sudah tiga kali melamar menjadi koki di sana tapi ditolak dengan mentah-mentah,"keluh Tiara, dia tidak tahu kalau Jay lah pemilik Restoran besar itu.


"Apa! Jadi kau pernah melamar menjadi koki di sana? Dan ditolak?"


"Iya! Kemampuanku masih di bawah standar dari koki-koki yang bekerja di sana, itu alasan mereka menolakku, sepertinya aku harus lebih giat lagi berlatih."


"Aku akan menghukum orang-orang yang menolak mu,"kata Jay.


"Hahaha, kau bisa saja," Timpal Tiara sambil cikikikan.


"Apa kau tidak berniat melamar kembali di The Dragon Resto?" Tanya Jay, di sela-sela Aktifitas tangannya yang tengah menghiasi Kue.


"Tidak! Aku cukup tau diri,"sahut Tiara, yang juga tengah sibuk dengan Kue-kuenya.


Tiara dan Jay, terlihat sangat akrab, mereka mengobrol, bercanda dan tertawa di sela-sela aktivitasnya.


Membuat seseorang yang tengah duduk di kursi menjadi gersang di dadanya.


Arkan, dialah seseorang itu, matanya sama sekali tidak berkedip melihat kedekatan Tiara dan Jay, jari-jari tangannya sudah terkepal sempurna.


untuk membersihkan adonan tepung yang mengenai pipinya, karna ulah anak-anak yang tengah becanda sambil memainkan tepung.


Karna terlalu Fokus pada Tiara dan Jay,


Arkan sampai tidak menghiraukan bahkan mendengar sapaan dan obrolan para pengusaha yang menjadi tamu sekaligus Donatur di sana.


"Saya tidak salah, jika anda tuan Arkan Argani,"kata seorang pria dengan setelah JAS hitam.


Tapi Arkan tidak menghiraukan perkataan pria itu, bahkan mendengar pun tidak!


Mungkin telinganya sudah tertutup rapat untuk suara orang lain, ia hanya mendengarkan suara candaan Jay dan tawa Tiara yang memenuhi rongga pendengar dan otaknya.


Arkan sudah tidak tahan dengan pemandangan di depannya.


Ia bangkit dari duduknya dan merapikan kemejanya, lalu berjalan melewati pria yang tengah berbasa-basi dengannya menuju panitia.


Tak disangka niat Arkan menghampiri panitia, dengan tujuan Jika ia pun ingin turun langsung bersama para koki di sana.


"Apa tuan yakin?" Tanya seorang panitia.


"Tentu saja yakin, dan jika kau mengizinkannya, saya akan menjadi Donatur tetap untuk semua panti yang ada di kota ini." Kata Arkan.


Mendengar perkataan itu, sang panitia pun merasa sangat senang!

__ADS_1


"Tentu saja boleh! Silahkan! Anda bebas melakukan apa saja di sana,"ucapan panitia dengan wajah yang berbinar.


Dengan langkah yang membanggakan, Arkan berjalan menuju stain Tiara dan Jay.


Kedua tangan Arkan menjauhkan tubuh Jay, yang berdekatan dengan Tiara.


"Arkan! Apa yang kau lakukan di sini?" Protes Jay.


"Apa lagi? Tentu saja aku ingin menghibur anak-anak ini."


"Menghibur! Sejak kapan kau peduli pada anak-anak?"


"Tidak, usah banyak bicara, minggir kau!" Usir Arkan sambil menyenggol kuat badan Jay, sampai membuat lelaki itu hampir terjengkang.


"Sial! apa yang di lakukan si gila ini!" Umpat Jay.


"Kau bilang apa?"


"Sudah!"cegah Tiara," Arkan! Jay benar kenapa kau ada di sini? Tempat mu di sana?" Kata Tiara sambil menunjuk barisan kursi para tamu Istimewa.


"Aku ingin menghibur anak-anak ini," jawab Arkan, seperti sebelumnya.


"Baiklah! Jika kau ingin menghibur anak-anak, lakukan tugas mu!" Sahut Jay, yang kembali mendekati Tiara dan menyingkirkan badan Arkan, lebih mendekat ke arah anak-anak.


"Jay!" Geramnya.


"Apa!" Tantang Jay.


Dan beberapa menit kemudian!


Bukanya menghibur anak-anak, dua lelaki itu malah saling berebut untuk menarik perhatian Tiara, dan saling menyingkirkan posisi masing-masing.


"Tiara, bisa tolong bantu aku untuk memegang ini?" pinta Jay, melancarkan aksi pendekatannya.


"Tidak bisa Tiara sedang sibuk, kau punya dua tangan kan lakukan sendiri," sahut Arkan, menghalangi Tiara untuk membantu Jay.


Perdebatan Jay dan Arkan menjadi pusat perhatian para Koki lainnya.


Dan itu membuat Tiara menjadi malu.


"Tiara istriku, bisa tolong gulungkan lengan kemeja ku?" kata Arkan sambil menyodorkan lengannya pada Wajah Tiara, dengan suara nyaring, agar semua orang mendengar ucapannya.


Dan sontak membuat semua orang menatap ke arahnya.


"Ayolah sayang, aku kesulitan bergerak dengan kemeja ini," sambung Arkan, yang semakin membuat semua orang terkesima.


Sedangkan di ujung barisan Kursi, ada seseorang wanita yang diam-diam mengambil gambar mereka berdua.


CKREK!


Dua Foto berhasil di dapat.


Dan wanita itu segera mengirimnya pada seseorang.


πŸ‚πŸ‚πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ‚πŸ‚

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya πŸ™πŸ€—


Mohon dukungannya ya πŸ™πŸ€—


__ADS_2