Suami Antagonis

Suami Antagonis
BAB 77. Bertemu Berlian.


__ADS_3

Tiara mengajak Arkan masuk ke dalam Kamarnya.


Karena saat ini ia harus pergi ke Galeri ia pun terpaksa bicara pada Arkan.


"Kau istirahatlah di sini, aku dan Bulan akan ke Galeri untuk latihan mempersiapkan Kompetensi besok."


"Aku akan mengantarmu,"sahut Arkan.


"Apa tidak sebaiknya kau beristirahat saja, kau pasti lelah kan karena bolak-balik ke Bandara."


"Pliiis tetaplah disini."


"Tidak! Aku tidak lelah, dan aku akan tetap mengantarmu ke Galeri."


"Baiklah!"Pasrah Tiara.


Secara bersamaan, Bulan menekan bel Kamar Tiara.


"Siapa itu?"tanya Arkan dengan mata yang memicing


"Itu Bulan."


"Untuk apa dia ke sini?"


"Kan aku tadi sudah bilang, jika aku dan Bulan hari ini akan pergi ke Galeri untuk pelatihan,"jelas Tiara yang kembali mengulangi kata-kata yang sudah ia ucapkan beberapa detik yang lalu.


Setelah tidak ada sahutan dari lelaki itu, Tiara berjalan untuk membuka pintu.


"Ayo! Apa kau sudah siap!" Tanya Bulan bersemangat, tapi dengan gerakan yang menyelonong masuk ke dalam Kamar.


Tapi dengan cepat Tiara mencegahnya.


"Jangan masuk!"bisiknya pelan di telinga Bulan.


"Kenapa? Apa aku tidak boleh masuk di kamarmu yang mewah ini?"


"Bukan begitu, masalahnya ada Arkan di dalam."


"Apa! Suamimu ada di dalam! Bukankah dia sudah kembali pulang bersama Ken?"


"Dia tidak jadi pulang, dan dia akan menginap selama 2 minggu di sini."


"Astaga!"Bulan menepuk jidatnya,"sepertinya suamimu itu sudah sangat tergila-gila padamu hingga dia tidak bisa jauh denganmu walau hanya 2 minggu saja, aahh. Cinta memang merubah segalanya,"kata Bulan.


"Jadi bagaimana? Apa kau masih ingin tetap masuk ke dalam kamarku?"


"Tentu saja tidak! Aku masih sangat membutuhkan kaki dan tanganku ini, jika aku masuk ke dalam kamarmu, sudah pasti suamimu itu akan menendangku sampai membuat kaki dan tanganku cedera."


"Dia tidak sekejam itu! Kau terlalu berlebihan,"kata Tiara.


"Ya sudah! Ayo cepat kita berangkat, sebentar lagi pelatihannya akan dimulai jangan sampai di hari pertama kita ikut latihan terlambat."


"Tunggu sebentar!"


Tiara kembali masuk.


"Ada apa?"tanya Arkan, yang sudah menduga jika istrinya itu ingin mengatakan sesuatu yang tentu saja tidak ia harapkan.


"Apa Bulan bisa ikut bersama kita?"tanya Tiara dengan hati-hati.


"Tidak bisa! Mobilku tidak muat dinaiki tiga orang sekaligus,"tolak Arkan dengan ketus.


"Alasan macam apa itu! memangnya mobil dia hanya memiliki dua kursi! seperti judul lagu saja."


"Baiklah! Kalau kau tidak mau mengajak Bulan, biar aku pergi naik taksi saja bersama Bulan,"ancam Tiara.


"Mana bisa begitu?"


"Tentu saja bisa! Kalau kau tidak mengizinkan Bulan ikut satu mobil dengan kita."

__ADS_1


"Baiklah! Kali ini aku biarkan dia ikut satu mobil dengan kita,"kata Arkan terpaksa, bagaimana lagi! Daripada ia menolak untuk mengajak Bulan imbasnya Tiara tidak mau diantar dengannya.


"Terimakasih!"ujar Tiara saraya memeluk suaminya itu.


Dan sontak membuat hati Arkan berbunga-bunga, inilah cara yang ampuh untuk meluluhkan hati lelaki itu.


"Dia memelukku!"


"Tiaraaaaaa! Apa kau masih lama di dalam? Tunda dulu bermesraan dengan suamimu itu, kau ingat! ini hari pertama kita, jangan sampai kita terlambat di pelatihan!"teriak Bulan dari luar pintu.


"Ais! Gadis itu mengganggu saja!"kesel Arkan, karena teriakan Bulan membuat Tiara melepaskan pelukannya.


"Iya aku akan segera keluar!"balas Tiara, yang juga berteriak.


Lalu ia menggandeng lengan Arkan, agar lelaki itu tidak ambek-ambekan.


"Ayo kita berangkat, jangan cemberut seperti itu, jika kau terus cemburu seperti itu kau akan terlihat cepat tua,"kata Tiara, diiringi dengan kekehan kecil.


"Kau ini!"balas Arkan.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Mereka bertiga berangkat menuju Galeri pelatihan, yang letaknya tidak terlalu jauh dari Hotel.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Sampai di sana, Tiara dan Bulan segera menuju Kitchen.


Dan Arkan menunggunya di Ruang tunggu.


"Kau semangat ya! jika kau ingin memasak sesuatu ingatlah suamimu yang tampan dan menawan ini, dengan begitu aku jamin, semua masakanmu akan sempurna sepertiku dan semua juri pasti akan menyukainya,"kata Arkan sambil membelai rambut istrinya.


Tiara tersenyum mendengarkan ucapan suaminya yang kadang-kadang itu.


Sementara Bulan, Gadis itu hanya bisa mengumpat dalam hati melihat Keromantisan mereka berdua.


"Apa kalian masih lama?"tanya Bulan dengan ketus.


"Tidak!"sahut Tiara.


"Sialan Gadis ini selalu menggangguku saja,"umpat Arkan dalam hatinya.


Setelah berbagai Drama telah dilakukan Arkan, akhirnya Tiara benar-benar memasuki Kitchen dan memulai pelatihannya.


Sementara ia menunggu di luar.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Di tempat lain.


Gadis yang tengah gundah gulana karena sang kekasi telah meninggalkannya sudah sampai di Bandara tempat di mana Arkan dan Tiara berada.


Dia Berlian, dan tanpa merasa kesulitan Gadis itu sudah berhasil menemukan di mana Tiara dan akan menginap.


Ia segera meluncur ke Hotel.


Dan ketika sampai Hotel ia tidak menemukan Arkan di sana, karena lelaki itu tengah menunggu Tiara latihan.


Secara tidak senaja Gadis itu bertemu dengan Jay.


"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Jay bingung melihat keberadaan Berlian di Hotel itu.


"Kau sendiri?"sahut Berlian dengan sebuah pertanyaan.


"Aku mengantar ibuku yang akan menginap di Hotel ini,"kata Jay.


"Dan aku di sini ingin menemui kekasihku!"


"Kekasih! Apa itu Arkan?"

__ADS_1


"Memangnya siapa lagi?"


"Jadi dia ada di sini, apa dia bersama Tiara?"


"Tentu saja, tapi aku akan segera menyingkirkan si benalu itu."


Jay mendengus dengan kesal, ia sungguh tidak terima jika Tiara dikatakan Benalu.


"Sepertinya kau harus berkaca terlebih dahulu sebelum memberikan julukan itu pada Tiara."


Berlian kesal karena semua membela Tiara.


"Terserah padamu saja Jay, setidaknya aku tidak sepertimu."


"Apa maksudmu?"


"Aku tidak sepertimu, menyerah begitu saja ketika orang yang kita cintai direbut dengan orang lain."


Lagi-lagi Jay mendengus kesal! tapi ia sudah tidak mau meladeni Gadis yang ada di hadapannya ini karena itu tidak akan ada ujungnya dan hanya akan membuang-buang waktunya saja.


"Terserah kau saja! Apa kau mau menginap di Hotel ini? Tentu saja iya kan! kalau begitu selamat berjuang! Dan jangan sampai kau gila jika Arkan kembali menolak mu. Aku pergi dulu,"kata Jay dan segera meninggalkan Berlian di sana.


"Awas kau Jay!"


🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂


"Apa latihannya sudah selesai?"tanya Arkan dengan senang melihat istrinya sudah keluar dari Galeri.


Tiara mengangguk.


"Sudah!"


"Bagaimana? Apa kau merasa kesulitan! Atau ada yang menyulitkanmu di sana? Katakan padaku jika ada yang menyulitkanmu di sana?"


"Tidak! Tidak ada yang menyulitkan ku di sana, mereka semua malah membantu dan mengajariku aku senang berada di sana,"kata Tiara.


"Baguslah! Awas saja jika mereka sampai menyulitkanmu. Ayo kita kembali ke Hotel, kau pasti lelah kan!"kata Arkan sambil mengusap-ngusap rambut istrinya.


Tiara mengangguk, dan ia melirik Bulan mengajak temannya itu, untuk kembali ke Hotel.


Bulan langsung menggerakkan kedua tangannya menandakan tidak!


"Aku masih ada urusan, karena ada sesuatu yang ingin aku beli jadi kalian kembalilah ke Hotel terlebih dahulu,"kata Bulan beralasan, padahal sesungguhnya ia tidak mau satu Mobil dengan pasangan yang tengah dimabuk Asmara itu, karena itu hanya akan membuat jiwa jomblonya meronta-ronta dan menangis.


"Kau yakin bisa kembali ke Hotel sendiri?"


"Iya aku yakin! Kau tidak perlu khawatir."


"Baiklah! Kalau begitu aku pergi dulu ya,"kata Tiara sambil melambaikan tangannya.


"Berhati-hatilah! Selamat menikmati kebahagiaan kalian berdua,"kata Bulan.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Mereka sudah sampai di Hotel.


Dan ketika sampai di lantai, tempat kamar mereka berada, pasangan suami istri itu sangat terkejut ketika melihat Berlian tengah berdiri di depan pintu kamar Hotel mereka.


"Berlian!"kejut Arkan dan Tiara secara bersamaan, kala melihat Gadis itu tengah bersandar sambil menaikkan tangannya di pinggang menatap kedatangan Arkan dan Tiara, yang membuat dada Gadis itu memanas karena Arkan berjalan sambil memeluk pinggang Tiara dengan mesra.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya 🙏


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🙏


Love Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2