Suami Antagonis

Suami Antagonis
BAB 82. Membujuk Intan


__ADS_3

Setelah persidangan usai Tri dan Lastri segera kembali ke Rumah.


"Terima kasih nak Arkan, sudah membantu Ibu sehingga Ibu bisa mendapatkan hak asuh Intan sepenuhnya,"ujar Lastri pada menantunya.


"Itu sudah menjadi tugas saya bu, saya senang jika Ibu juga senang,"balas Arkan.


Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil untuk menuju pulang ke Rumah Arkan.


"Apa kau mau langsung berangkat ke luar Negeri Ar?"tanya Tri kepada putranya itu.


"Iya mah. Siang ini aku mau langsung berangkat."


"Sepertinya, anak mama ini benar-benar tidak bisa jauh dari istrinya,"goda Tri.


"Tentu saja mah, aku tentu tidak bisa membiarkan Tiara sendirian di sana."


Tri dan Lastri hanya bisa tersenyum.


"Apa mamah akan segera mempunyai cucu?"


Arkan hanya senyum-senyum mendengar pertanyaan mamanya itu.


"Tentu saja! Tidak akan lama lagi Mamah pasti akan menimang Cucu."


"Mamah sangat menantikan hal itu."


"Oh ya mah! Di mana papah, apa papa tidak pulang-pulang dari luar Kota?"


"Papah Mu terlalu sibuk di sana Ar, kemarin ia sempat mengatakan akan pulang, tapi sepertinya tidak jadi karena banyak masalah di Proyek."kata Tri.


"Akhir-akhir ini Papah jarang sekali pulang dan lebih sering keluar Kota,"kata Arkan.


"Sudahlah! Papahmu itu kan sibuk, jadi biarkan saja dia di sana kalau sudah selesai semua urusannya Papah pasti pulang,"sahut Tri.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Sampai di Rumah.


Arkan segera berkemas untuk kembali ke luar Negeri menemani Tiara.


Karena esok hari adalah final dari kompetisi yang istrinya itu ikuti.


"Berhati-hatilah Ar, Mamah titip salam untuk menantu kesayangan mama, jika kompetisi itu sudah selesai, segeralah bawa pulang Tiara Mamah sudah sangat merindukannya."


"Iya nak, segera ajak pulang Tiara jika dia sudah selesai dengan urusannya,"sahut Lastri.


"Mamah dan Ibu tenang saja, aku akan segera membawa pulang Tiara."


Setelah berpamitan dengan kedua Orangtuanya, Arkan segera menuju Bandara bersama Ken, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya.


"Ayo Mbak kita masuk!"ajak Tri pada Lastri.


🍂❤️❤️❤️❤️🍂


"Papah ini bagaimana! Kenapa hanya hari dan tanggal kelahiran Intan saja tidak tahu?"Merlin tengah marah-marah pada suaminya, karena Herman penyebab kalahnya persidangan pagi tadi.


"Kenapa Mamah malah menyalahkan Papah, Mamah tahu kan jika Papah meninggalkan Rossa saat dia hamil besar, jadi tentu saja Papah tidak tahu kapan Intan dilahirkan,"sahut Herman.


"Kalau begitu kita gunakan cara lain untuk mendapatkan Intan."


"Sudah mah! Papah rasa kita menyerah saja, toh kita juga tidak akan bisa merawat Intan di sini kan, biarkan Mbak Lastri yang merawat Intan itu akan jauh lebih baik."


Merlin tidak terima dengan perkataan suaminya itu, dia membulatkan matanya dengan sempurna menatap garang Herman.

__ADS_1


"Kenapa Papah bicara seperti itu! Apa papa meragukan Mamah untuk merawat Intan?"


"Bukan seperti itu Mah, Mamah kan sibuk. Tidak mungkin kan bisa merawat Intan."


"Intan itu bukan seorang bayi Pah, dia sudah besar dan dia sudah bisa merawat dirinya sendiri, jadi kita hanya perlu mengawasinya saja kan itu saja bisa dikerjakan oleh Bibi tanpa harus Mamah yang turun tangan."


"Mah! Apa sebenarnya tujuan Mamah untuk mengambil Intan?"tiba-tiba Herman bertanya seperti itu pada istrinya.


Ya!


Pria itu cukup menyadari jika tidak mungkin Merlin menginginkan Intan begitu saja, pasti ada tujuan tertentu dari istrinya itu.


"Kenapa Papah bertanya seperti itu? Tentu saja karena Mamah ingin merawatnya, Mamah ingin mempunyai anak kecil lagi pah dan dia juga bisa jadi teman Berlian kan!"


"Apa benar itu alasanmu mah!"


"Pokoknya Mamah tidak mau tahu, Papah harus bisa membawa Intan ke Rumah ini apapun caranya."tegas Merlin.


Setelah berdebat dengan suaminya Merlin berlalu menuju Kamar Berlian.


Dia melihat putrinya yang tengah mematung sambil menatap jendela.


Sudah satu minggu lebih Berlian selalu seperti itu.


"Sayang! Apa kau sudah makan?"tanya Merlin dengan lembut sambil mengusap punggung putrinya.


"Untuk apa aku makan Mah."


"Kau jangan seperti ini sayang, jangan menyiksa dirimu sendiri hanya karena lelaki brengsek itu."


"Tapi aku tidak bisa kehilangan Arkan Mah, aku sudah mencobanya tapi aku tidak bisa aku selalu bergantung pada dia."


"Sayang kau jangan seperti ini! Jika kau memang menginginkannya, sebutlah lelaki itu dengan cara yang kau bisa, Mamah akan mendukungmu."kata Merlin.


Merlin benar-benar tidak terima akan hal ini.


"Lihat saja kau Tiara, aku akan membalas semua perbuatan mu, yang mengakibatkan Berlian seperti ini."


🍂❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Keesokan harinya.


Intan berangkat ke Sekolah diantar oleh Sopir.


Dan di saat Intan Sekolah,


tak disangka Herman mendatanginya di sana.


Herman bicara dengan Intan meskipun Intan menolak tapi Herman memohon agar anaknya itu mau bicara dengannya sebentar.


Herman mengatakan dengan sungguh-sungguh kalau dialah Ayah kandung dari intan, meskipun Intan menolak kebenaran itu tapi Herman terus meyakinkan Intan jika apa yang ia katakan benar.


Herman membawa beberapa potongan video dan foto bukti kalau dia adalah Ayah kandung Intan.


Dan Herman juga mengatakan pada Gadis kecil itu jika ialah yang mendonorkan sumsum tulang belakangnya hingga anak itu bisa sehat dan Bersekolah kembali.


Setelah Intan melihat foto-foto dan beberapa Video yang Herman tunjukkan anak itu sepertinya percaya.


Sekali lagi ia menatap wajah Herman dan ia cocokkan pada foto yang ia genggam, foto Ibunya bersama Herman.


"Jadi benar bapak ini ayah kandungku?"tanya Intan.


"Benar nak! Ini ayah kandung mu."

__ADS_1


"Kenapa Ayah pergi meninggalkan aku dan kak Tiara?"


"Ayah bukan meninggalkanmu, tapi memang ada suatu urusan dan pekerjaan yang tidak bisa Ayah tinggalkan dan semua ini Ayah lakukan untukmu dan kakakmu, tapi pada saat Ayah ingin kembali pulang ke Rumah Ibumu Lastri melarang. Bahkan ketika Ayah ingin menjenguk mu setelah kita Operasi pendonoran, Ibu Lastri mu juga mencegah Ayah untuk menemuimu. Ayah sudah berusaha keras untuk menemuimu tapi Ibu Lastri selalu menghalanginya."


Intan terdiam mendengar penjelasan Herman, meskipun penjelasan itu tidak bisa Intan buktikan, tapi sepertinya anak itu cukup terpengaruh.


Selama ini Intan tidak tahu permasalahan antara Ibu dan Ayahnya.


Yang ia tahu Ayahnya sudah pergi entah ke mana, bahkan Lastri mengatakan kalau Ayahnya sudah meninggal.


Intan yang sangat haus akan kasih sayang seorang Ayah, karena ia juga sering dibully oleh teman-temannya karena ia tak memiliki Ayah menjadikan hatinya luluh akan perkataan dari Herman.


Intan menyentuh tangan Herman.


"Apa benar ini ayahku?"sekali lagi Intan bertanya.


Dan Herman mengangguk dengan mantap.


Dia terpaksa melakukan ini semua bahkan berbohong sekalipun, agar ia bisa mendapatkan simpati dari Intan.


Jika lewat pengadilan ia tidak bisa merebut anak ini. Maka ketidakberdayaan ia gunakan untuk menarik simpati dan merebut hati Intan.


Secara spontan Intan memeluk Herman ia benar-benar sangat merindukan sosok Ayah sehingga ia merasakan bahagia ketika mendapati kalau Ayahnya benar-benar masih ada.


"Apa Intan bahagia?"tanya Herman.


"Iya, aku bahagia."


"Apa Intan mau tinggal bersama Ayah?"


Intan terdiam.


"Bagaimana dengan Ibu dan Kak Tiara, apa akan ikut tinggal bersama Ayah juga?"


Herman mengusap lembut rambut Intan.


"Kak Tiara sudah menikah dan ia harus tinggal bersama Suaminya, dan Ibu Lastri biarkan untuk sementara tinggal bersama Kakak mu, dan Intan tinggal bersama Ayah."


"Tapi, aku tidak bisa jauh dari Ibu Lastri."


"Intan bisa sesekali datang menemui Ibu Lastri, begitupun sebaliknya, Intan mau yah tinggal sama Ayah?"


Setelah diam untuk beberapa detik, akhirnya Intan mengangguk.


"Iya, Intan mau."


Herman mengulas senyum.


"Kalau begitu ayok kita pulang ke Rumah Ayah!"


"Tapi Intan harus pamit dulu pada Ibu."


"Biar Ayah yang berpamitan pada Ibu Lastri."


Setelah berusaha payah membujuk Intan, akhirnya Herman berhasil membawa Anak itu.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya ya 🙏


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2