Suami Antagonis

Suami Antagonis
Bab 55. Aku Akan Menghukum Mu Istriku Sayang!


__ADS_3

Arkan kembali ke Kamarnya.


"Kurang ajar kau Jay, Apa kau tengah memanfaatkan situasi! Dan kau Tiara, bisa-bisanya dia duduk manis sambil menikmati pemandangan seperti itu, sementara ia hampir membuatku gila karena ia tinggalkan begitu saja, aku akan menghukum mu istriku sayang."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Seperti janjinya.


Jay menjemput Tiara di Hotel tepat di pukul 20.00 untuk menemaninya ke Pesta pembukaan Resto milik pamannya.


Dan kebetulan Tiara memang tinggal di hotel tempatnya bekerja.


"Apa kau sudah siap?"tanya Jay, dengan wajah yang berbinar dan senyum mengembang ketika melihat Tiara, bak seorang bidadari dengan gaun sederhana yang ia kenakan.


Gadis itu tengah menunggunya di depan Hotel.


"Sudah!"Sahut Tiara dan membalas senyum Jay,


yang semakin membuat lelaki itu oleng.


"Kalau begitu, ayo kita berangkat!"ajak Jay sambil mengulurkan tangannya.


Tapi Tiara merasa sungkan sekaligus malu jika harus menyambut uluran tangan Jay.


Tapi yang namanya Jay, pantang untuk ditolak! ia meraih tangan Tiara lalu menuntunnya untuk menggandeng lengan tangannya yang kokoh. Dan segera membawa Gadis itu masuk ke dalam mobil lalu menuju Pesta yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Hotel tersebut.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sementara Arkan, saat ini ia tengah berada di depan pintu kamar Tiara.


Meskipun ia dibebaskan untuk menemui Koki dan pekerja Hotel lainnya, tapi Arkan tetep tidak bisa masuk seenaknya ke ruangan pribadi para Koki termasuk kamar.


Arkan menekan Bel kamar Tiara, ia ingin segera menemui istrinya itu.


Tapi!


Lagi lagi Arkan kalah cepat dengan Jay.


Karena saat ini lelaki itu sudah menggondol Istrinya terlebih dahulu.


Beberapa menit Arkan menunggu pintu dibuka tapi tak kunjung terbuka karena memang tidak ada siapapun di dalam, dan itu membuatnya mulai kesal,


hingga ke ingin untuk menjebol pintu kamar Tiara semakin menggebu-gebu di dada dan otaknya.


"Maaf tuan, Apa yang anda lakukan di sini?"tanya seorang lelaki yang berprofesi sebagai Cleaning Servis di Hotel.


Arkan sedikit terkejut sampai membuatnya mengelus dada.


"Saya ingin bertemu dengan Tiara dia Is....!"


"Maaf tuan,"potong lelaki itu,"tapi Tiara tidak berada di dalam kamarnya!"


"Tidak ada! Bukankah jam kerjanya hanya sampai pukul 19:00?"


"Benar tuan, jam kerja Tiara memang sudah selesai, tapi dia tidak ada di kamarnya karena ia tengah pergi bersama teman lelakinya."


Mendengarkan kata (Teman lelaki) membuat jiwa di dalam tubuh Arkan,


seketika menjadi Kompor dan mulai memanas-manasi sang pemilik raga.


"Teman lelakinya! apa itu Jay! tentu saja si berengsek itu, memeng nya siapa lagi! awas kau Jay, aku akan memberi pelajaran yang berarti padamu yang telah berani membawa istriku.".


Arkan masih bertindak normal agar terlihat tetap waras.

__ADS_1


"Maaf, apa boleh saya tahu di mana mereka pergi?"


"Tadi Tiara sempat bilang pada saya jika mereka akan pergi untuk menghadiri sebuah Pesta!"


"Pesta!"mata Arkan sudah mendelik seiring dengan, semakin panas membaranya api di dadanya.


"Iya tuan, Tiara menemani teman lelakinya itu ke Pesta. Dan saya rasa lelaki itu bukan hanya teman biasa, dia pasti kekasihnya Tiara."


Ucapan polos dari Mas-mas Cleaning Servis itu, semakin membuat api di dalam dada Arkan berkobar!


bahkan kompor yang memanas-manasi nya sampai meledak dan membuatnya murka.


BRAK!


Arkan menggebrak kuat! pintu kamar Tiara.


Dan hal itu sontak membuat lelaki yang ada di hadapannya sangat terkejut.


Dan keterkejutan itu seketika berubah menjadi takut kala melihat Arkan memelototinya,


dengan tatapan mata yang super tajam setajam Pisau yang sering Tiara gunakan untuk memotong daging.


Dirasa dia salah bicara di orang yang tidak tepat!


Lelaki itu segera ambil langkah seribu.


"Maaf tuan, saya permisi, karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan."


Tanpa menunggu jawaban dari Arkan, lelaki itu langsung kucari-kacir pergi,


dan menghilang dari pandangan Arkan yang sudah seperti mengeluarkan tanduk di kepalanya.


"TIARA! JAY! Kalian lihat saja nanti!"garam Arkan.


BRAK!


BRAK!


Dan melampiaskan ke kesalahannya pada Pintu yang tak berdosa.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Satu Jam kemudian.


Arkan dengan mudah menemukan Lokasi di mana Gedung tempat Pesta berlangsung.


Dan saat ini, lelaki dengan sejuta Pesona itu sudah berada di depan gedung dan melangkahkan kakinya memasuki Aula Pesta.


Meskipun bukan tamu yang masuk daftar undangan, tapi dengan mudah Arkan bisa masuk di Pesta mewah itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di Tanah Air.


"Mamah kenapa mendatangi Arkan dan bicara seperti itu padanya?"


"Ini semua demi kamu Sayang, lelaki itu harus mau menikahimu."


"Tapi tidak seperti ini caranya Mah, ini justru membuat Arkan semakin tidak suka denganku, dan pasti ia akan semakin menjauh."


Saat ini Berlian dan Merlin tengah berdebat hebat.


Perkara Merlin yang menemui Arkan, meminta Arkan untuk menikahi putrinya, lalu memaki lelaki itu.

__ADS_1


Dan hal itu sungguh tidak diterima oleh Berlian.


"Berlian! Kamu kenapa bisa selemah ini? Mamah tidak pernah mengajarimu untuk menjadi wanita lemah dan mau mengalah."


Berlian mendengus kesal tak menghiraukan protes ibunya itu.


"Berlian! Apa kau mendengar ucapan Mamah?"


"Iya aku mendengarnya Mah."


"Ingat Sayang, kau jangan mau mengalah dengan siapapun, kau harus seperti Mamah, bisa memiliki apapun yang kita inginkan." Tegas Merlin.


Berlian masih diam sambil mendengarkan ocehan Merlin yang sama sekali tidak Berfaedah.


Akhir-akhir ini Berlian memang terlihat melemah.


Tepatnya setelah Arkan mengatakan fakta jika selama ini ia tidak mencintainya


Dan hal itu benar-benar membuat Berlian terpukul.


Dan Gadis itu malu serta enggan untuk bertemu Arkan saat ini.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kembali pada Arkan.


Arkan mengedarkan pandangannya meneliti setiap sudut Aula untuk mencari keberadaan istrinya yang tanpa pamit dibawa oleh Sahabat rasa musuhnya.


Namun sudah beberapa menit matanya berkeliling, Arkan masih belum menemukan sosok wanita yang ia cari.


Malah kehadirannya sudah seperti Diskon besar-besaran yang ada di Mall-mall, yang sontak membuat dan menarik perhatian para Wanita yang ada di sana.


Beberapa Wanita cantik dengan pakaian minim mulai mengerubungi Arkan.


Tentu saja sangat sayang jika lelaki sempurna itu harus sendirian di Pesta yang mayoritas tamunya membawa pasangan.


Beberapa menit.


Arkan jengah dan sudah sangat kesal karena Wanita-wanita itu terus menggoda bahkan mulai meraba-raba tangannya.


Arkan yang dasarnya Polos tentu sangat tidak nyaman dengan perlakuan seperti itu.


"Awas kau Ken, kali ini aku akan benar-benar memotong gajimu, karna kau tidak ikut serta menemaniku.".


Karena itulah fungsinya Ken, Selain sebagai Sekretaris, Ia juga bertugas untuk menghalau para wanita-wanita yang mendekati Arkan.


Arkan menepis semua tangan-tangan nakal itu,


dan segera berlalu mencari tempat aman.


Saat Arkan berjalan mencari tempat aman.


Akhirnya ia menemukan sesuatu yang menjadi tujuan utamanya datang ke Pesta!


πŸ‚πŸ‚πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ‚πŸ‚πŸ‚


Terimakasih sudah mau membaca cerita ini πŸ™πŸ™


Mohon dukungannya ya πŸ™πŸ€—


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya πŸ€—πŸ€—.


Love banyak-banyak untuk semuanya ❀️

__ADS_1


__ADS_2