Suami Antagonis

Suami Antagonis
Bab 41. Baru Menyadari.


__ADS_3

Arkan baru bangun dari tidurnya.


Ia tidur dengan begitu nyenyak setelah meminum obat yang diberikan oleh Bi Imah.


"Aku tidur sudah berapa jam!"gumam Arkan yang masih sedikit mengantuk.


Jika tidak mengingat pesta Merlin, tentu Arkan memilih untuk tidur lagi.


Tapi sayang, ia harus menghadiri Pesta itu, agar Berlian tidak marah padanya.


Arkan segera bangun dan menuju Kamar mandi,


untuk membersihkan diri dan bersiap-siap


karena sebentar lagi Ken akan datang untuk mengantarnya ke Pesta Merlin.


Setelah semua selesai


Arkan segera turun ke lantai bawah.


Sepi!


Tidak ada siapapun di sana, ia hanya mendengar suara aktivitas yang ada di dapur saja.


Dan Arkan menduga jika itu adalah Tiara.


Ya!


Biasanya di jam segini Tiara tengah memasak untuk makan malam.


Dengan senang hati, dan sambil bersenandung, Arkan melangkah menuju dapur untuk menemui Tiara.


Tapi wajah yang tadi berbinar seketika memudar,


setelah tahu siapa yang memasak di dapur


dan ternyata itu bukan sang istri melainkan Bi Imah.


"Kenapa jadi Bi Imah! di mana Tiara?"


"Kenapa Bibi yang memasak, di mana Tiara?"tanya Arkan yang sontak membuat bi Imah terkejut!


Karena Arkan, tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya


dan tidak biasanya lelaki itu sampai masuk ke Dapur.


"Nona Tiara, masih bekerja Tuan,"jawab bi Imah dengan ragu-ragu.


"Kerja! Lalu kenapa dia belum pulang di jam segini?"


"Astaga! sepertinya Nona Tiara belum meminta izin pada Tuan Arkan." Gumam Bi Imah dalam hati, tapi Bi Imah harus membuat Arkan tidak marah.


"Nona Tiara sudah menitip pesan pada Bibi, jika malam ini tidak bisa pulang karena....!"


"Tidak pulang!"


Sebelum Bi Imah melanjutkan penjelasannya,


Arkan sudah lebih dulu memotong dan sepertinya lelaki itu marah.


"Tuan, Nona Tiara tidak pulang karena malam ini berniat untuk pulang ke kontrakannya, saat ini Resto tempat Nona bekerja menerima undangan untuk membuat menu di pesta mewah yang di adakan malam ini, dan sudah bisa dipastikan jika Pesta itu akan berakhir tengah malam nanti.


Jadi Nona Tiara memilih pulang ke Kontrakan karena jaraknya jauh lebih dekat dari Gedung Tempat Pesta itu di langsungkan.


Setelah mendengar penjelasan dari Bi Imah


Arkan pergi begitu saja, tanpa bereaksi dan mengatakan apapun.


Dan Bi Imah sudah bisa memastikan jika saat ini tuannya tengah marah.


πŸ‚


Arkan kembali ke kamarnya.


"Berani sekali dia pergi tanpa izin, dan apa itu! Bahkan dia berniat untuk tidak pulang,"geram Arkan.


Tiba-tiba kegeramannya surut, saat ia mengingat kata Pesta mewah yang disampaikan bi Imah.


"Pesta mewah! Malam ini! Apa yang dimaksud Bibi pesta Merlin!"


Arkan segera meraih ponselnya dan menghubungi Tiara.


(Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan cobalah beberapa saat lagi)


Arkan membanting ponselnya ke atas kasur.

__ADS_1


Karena bukannya Tiara yang menjawab panggilannya, tapi malah mbak-mbak Operator, membuat ia menjadi kesal.


"Dia selalu mematikan ponselnya,"Arkan tambah kesal.


Beberapa detik kemudian.


Ia kembali meraih ponselnya, dengan cepat mengetik sebuah pesan.


{Ken, cepat cari tahu di mana Resto tempat Tiara bekerja menerima undangan untuk menyajikan menu! Kuberi kau waktu 10 menit untuk membawa hasilnya padaku}


Ken yang saat ini sedang dalam perjalanan pulang menepikan mobilnya,


untuk membaca pesan dari Arkan.


"Jadi nona Tiara tidak ada di rumah, baiklah! menambah pekerjaan ku saja."


Ken segera menghubungi seseorang.


Dan,


kurang dari 5 menit ia sudah mendapatkan kabar baik sekaligus buruk.


Tepat di menit ke-9


Arkan pun sudah menerima laporan dari Ken.


"Di gedung itu! Kenapa ia harus ke sana!"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tak berapa lama.


Ken pun tiba.


Dan mereka bergegas menuju Pesta.


πŸ‚


"Kenapa dia harus menerima pekerjaan itu? Sepertinya aku harus membuat dia dipecat dari Restoran itu agar dia mau aku bangunkan Restoran besar melebihi milik si brengsek Jay,"kesal Arkan, dan saat ini ia sedang berada di dalam mobil.


"Nona Tiara tidak akan menerima pekerjaan itu jika anda mengajaknya ke Pesta,"sahut Ken, dengan maksud membela Tiara dan menyadarkan Arkan.


"Aku tidak mengajaknya bukan karena aku tidak mau dia ikut bersamaku, itu Pesta keluarga Berlian aku takut Tiara tidak nyaman di sana


dan kau tahu sendiri seperti apa Merlin."


Tapi Ken mengatakan itu hanya dalam hati.


"Tuan, Apa boleh saya bertanya sesuatu?"


"Katakan, biasanya juga kau langsung bertanya saja tanpa meminta izin,"ketus Arkan yang masih kesal dengan Tiara.


"Apa anda menganggap Nona berlian sebagai kekasih?


Dan apa anda menganggap Nona Tiara sebagai istri?"


Pertanyaan dari Ken, membuat mulut Arkan terkunci,


hingga ia tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun untuk menjawab pertanyaan itu.


Sepertinya Arkan tidak tahu dan bingung harus berkata apa.


Hatinya masih bimbang dan bercabang hingga ia tidak tahu harus menjawab apa.


Hingga Akhirnya!


Ken, kembali membuka suaranya.


Untuk menyadarkan Arkan agar semuanya tidak terlambat.


"Tuan, jika anda menganggap Nona Tiara sebagai istri,


akhiri lah hubungan anda dengan Nona Berlian.


Karena apapun alasannya, Nona Tiara tentu tidak akan terima dan pasti terluka jika suaminya masih menjali Cinta dengan kekasihnya.


Dan sebaik-baiknya seorang suami,


ialah!


Suami yang bisa menjaga hati dan perasaan istrinya,


dengan tidak menyakiti apalagi berbagi Cinta dengan wanita lain.


Itu juga jika anda tidak menganggap

__ADS_1


Nona Tiara sebagai istri sementar,


tapi jika anda tetep menganggap Nona Tiara sebagai istri sementar, dan di waktu 6 Bulan yang tersisa ini.


Jangan beri harapan dan perhatian apapun padanya, agar ketika Tuan dan Nona berpisah nanti!


Nona Tiara tidak merasa kecewa dan terluka.


Dan jika anda menganggap Nona Berlian sebagai kekasih,


lebih baik anda segera mengakhiri pernikahan anda dengan Nona Tiara secepat mungkin, karena biar bagaimanapun, Nona Berlian juga tentu tidak mau dan pasti terluka jika kekasihnya berstatus sebagai suami wanita lain."


DEG!


Mendengar penjelasan dari Ken


Arkan semakin terdiam.


Arkan memikirkan semua yang di katakan Ken.


Dan ia membenarkan semua itu.


Arkan salah.


Dan ia baru menyadari jika selama ini ia


Egois,


dengan mengikat 2 wanita untuk tetap bersamanya.


Namun Arkan masih diam dengan pikirannya sendiri tanpa menjawab apapun pada Ken.


Entah apa yang tengah ia pikirkan!


Dan tanpa ada jawaban dari Arkan pun.


Ken sudah mengetahui jawaban itu!


Karena selama beberapa bulan terakhir ini, Ken sudah mengamati semua situasi dan menemukan beberapa Fakta tentang Arkan


yang sebenarnya menyukai dan tidak mau melepaskan Tiara.


Tapi masalahnya!


Apa bisa Arkan melepaskan berlian?


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di Gedung yang bagai Istana Negeri dongen.


Pesta pun di mulai.


Beberapa kerumunan manusia mulai memenuhi Gedung yang luasnya bagai Stadion.


Tentu semuanya dari kalangan Atas dan para Tokoh ternama di Kota dan Negara itu.


Bahkan ada beberapa tamu yang juga berasal dari Luar Negeri.


Beberapa Artis ibukota pun turut meriahkan pesta Wanita Sosialita yang tersohor itu.


Nyanyian dari Artis papan atas membuat acara semakin lebih hidup dan meriah.


Para Koki yang satu Tim dengan Tiara yang mayoritas berada di kalangan bawah


hanya bisa menyaksikan kemewahan itu dari balik pilar-pilar Besar.


Mereka terkagum-kagum dengan pemandangan yang jarang bahkan belum pernah mereka lihat sebelumnya.


"Waaaah... apa kita termasuk salah satu dari 1000 orang yang beruntung bisa berada di pesta mewah! berisikan orang-orang penting dan tokoh-tokoh hebat Negara seperti ini?" Ucap salah satu teman Tiara.


"Tentu saja, dan lihat itu! Dia adalah Artis idola ku, ya tuhan aku tidak menyangka bisa melihatnya secara langsung." Sahut satu temannya lagi.


"Sadah! Ayo bekerja, kenapa kalian malah ngintip di sini,"kata Tiara, yang saat ini sebagai pemimpin Timnya.


"Iya-iya, Aku hanya tengah melihat Artis idola ku sebentar saja."


"Kau bisa puas melihatnya jika waktu istirahat kita sudah tiba."


Dan mereka pun kembali ke Kitchen!


πŸ‚πŸ‚πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ‚πŸ‚


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™πŸ€—


Mohon dukungannya ya πŸ™πŸ™

__ADS_1


Tolong Koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini, agar Ntor bisa segera memperbaikinya πŸ€—πŸ€—


Love banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️😘


__ADS_2