Suami Antagonis

Suami Antagonis
Bab 54. Jay Lebih Dulu.


__ADS_3

"Waah Ayah mertua ku ini galak sekali, bagaimana! Apa anda sudah merasa sedikit berkurang dosa-dosa anda setelah mendonorkan sumsum tulang belakang anda pada putri bungsu anda!"


"Jangan kurang ajar kamu Arkan!" Herman sudah tidak bisa menahan emosinya. Meskipun lemah ia tetep ingin memaki Menanantu yang ia anggap kurang ajar itu.


Arkan bagkit dari duduknya.


Dan ia menyetel raut wajah serius dan tegas di hadapan Herman.


"Dimana Tiara?"


Herman sudah menduga jika inilah tujuan Arkan datang menemuinya.


"Kau bilang kau ini suaminuya, tapi kenapa keberadaan istri sendiri tidak tahu," sindir Herman, mematikan.


"Sudah tidak usah banyak bicara, sekarang cepat katakan di mana Tiara?"


"Saya tidak tahu."


Arkan mendengus kesal!


Tapi di sini Herman benar-benar tidak mengetahui di mana Tiara, Merlin memang mengatakan padanya jika pendonoran akan dilakukan jika Tiara pergi dari kehidupan Arkan.


Tapi Herman tidak tahu ke mana perginya Tiara.


Sekalipun Herman tahu, dia tidak akan memberitahukan keberadaan Tiara pada Arkan, sepertinya Herman benar-benar sangat tidak suka dan membenci Arkan ia tidak mau jika Tiara bersama Arkan begitupun dengan Berlian.


Di saat yang bersamaan,


Ken mengirimnya pesan, Jika ia sudah menemukan di mana Tiara.


Arkan mengukir senyum di ujung bibirnya.


Dan tanpa mengatakan apapun lagi ia pergi dari kamar rawat Herman.


Herman yang menangkap suatu dugaan dari raut wajah Arkan, segera melapor pada Merlin.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Jadi di mana dia sekarang?"


"Di Negara XXX,"


"Baiklah, siapkan keberangkatanku ke Negara itu hari ini."


"Baik tuan, tapi tuan, saya minta anda untuk tidak terlalu mendesak dan memaksa Nona Tiara untuk pulang, karena di sana Nona Tiara tengah belajar untuk mengikuti pemilihan Chef terbaik Dunia yang menjadi cita-citanya selama ini."


" Akan ku pikirkan nanti, apa kau sudah menemukan di mana Bu Lastri dan Intan tinggal?"


"Sudah Tuan."


"Kau jaga baik-baik mereka, sepertinya Merlin akan terus memanfaatkan mereka."


" Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu."


Ken berhasil menemukan informasi keberadaan Tiara saat ini dan itu semua ia dapat dari Bulan.


β€Œ


Bulan tidak memberi tahunya dengan sukarela, tapi Ken menggunakan cara licik untuk mendapatkan informasi itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Setelah mengurus tiket dan semua keberangkatan Arkan, Ken masuk ke sebuah Kamar Hotel.


Ia menggelengkan kepalanya melihat Bulan yang masih teler dan terus mengigau di sana.


"Dia lama Sekali mabuknya, membuatku repot saja,"keluh Ken.


Ken menjebak Bulan dengan cara!

__ADS_1


Meminta kekasihnya Bulan yang bernama Rio untuk membuat Gadis itu mabuk.


Pada dasarnya, Rio memeng bukanlah pemuda baik-baik, ia berpacaran dengan Bulan pun hanya untuk memanfaatkan Gadis itu saja.


Setelah ia berhasil membuat Bulan oleng ia menelpon Ken, dan Ken segera membawa Bulan ke Hotel dan memberi sejumlah uang pada Rio.


Bukan untuk melakukan tindakan yang tak senonoh!


tapi Ken ingin mengorek Informasi dari gadis itu.


Karena menurut informasi yang Ken dapat, Bulan akan mengatakan apapun bahkan rahasia besar yang ia simpan selama ini Ketika kondisinya mabuk.


Dan benar saja!


Tidak perlu susah payah, Ken sudah mendapatkan semua informasi tentang Tiara dan keluarganya dalam tempo beberapa menit saja.


Tapi imbasnya.


Ken harus mengurusi Gadis yang tengah mabuk itu sampai membuatnya kewalahan, karena bulan terus meracau, memaki, bahkan mengacak-ngacak isi di dalam Kamar sana,


dia sudah seperti Kuda lumping jika mabuk.


Dan terpaksa Ken mengurung Bulan di kamar Hotel yang ia pesan sampai Gadis itu benar-benar sadar.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Setelah semua dipersiapkan oleh Ken.


Arkan segera terbang menuju Negara di mana Tiara berada.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di Negara XXX.


"Tiara, apa kau tidak ingin makan? ini sudah Sore, kau belum makan dari siang,"tanya Jay.


Ya!


Jay lebih dulu mengetahui keberadaan Tiara, dan saat ini Jay memutuskan untuk kembali tinggal di Negara itu, sembari menemani Tiara.


Setelah ia mendapatkan Informasi, jika Tiara pergi dan menggugat Cerai suaminya, Jay bergerak cepat mencari Tiara.


Dan ternyata, Tiara berada di Negara yang menjadi tempat tinggalnya selema beberapa tahun untuk mengurus bisnis Restorannya.


Jay prihatin dengan masalah yang menimpa Tiara, tapi tidak bisa di pungkiri, jika hatinya sangat girang karena Tiara menggugat Cerai Arkan.


Dan peluangnya untuk bisa mendapatkan Tiara jauh lebih besar.


Terserah orang mau bilang apa! Yang jelas saat ini dialah satu-satunya orang yang paling bahagia atas gugatan Cerai itu.


"Apa Kau tengah memikirkan adikmu di sana?"


Tiara mengangguk.


"Kau jangan bersedih, aku yakin jika adikmu akan segera sehat, dan jika kau mau aku bisa membantu keberangkatan ibu dan adikmu ke sini."


"Terima kasih Jay, itu memang sudah aku pikirkan jauh-jauh hari, tapi sepertinya aku belum bisa jika harus membawa ibu dan adikku ke sini, kau tahu sendiri kan pekerjaanku di sini seperti apa!"


"Kau tenang saja aku akan membantu semuanya!"


"Sekali lagi terima kasih Jay, akan ku pikirkan nanti."


"Oh ya! nanti malam apa kau punya waktu! maukah kau menemaniku ke Pesta pembukaan Restoran baru milik pamanku?"


"Akan ku usahakan."


"Aku akan menjemputmu pukul 20.00 nanti."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


Di saat yang bersamaan.


Arkan sudah sampai dan dia langsung menuju Hotel di mana Tiara bekerja dan tinggal.


Tiara bekerja di salah satu Hotel yang ada di Negara itu, dia sebagai Koki yang menyiapkan makanan untuk para tamu VIP di sana.


Arkan langsung masuk ke Kamarnya setelah mendapatkan kunci.


Dan Ken, sudah mempersiapkan ini sebelumnya.


Karena rasa tidak sabar yang memuncak ingin bertemu dengan Istrinya.


Tanpa membuang-buang waktu atau beristirahat terlebih dahulu Arkan segera menemui Tiara.


Pemilik Hotel itu adalah sahabat baik Wilson, tentu akan memudahkan segala urusan Arkan di sana, ia akan bebas menemui Koki atau pegawai Hotel yang lainnya.


Setelah mendapatkan informasi dari rekan kerja Tiara, yang mengatakan jika Tiara tengah beristirahat di taman belakang Hotel.


Dengan wajah sumringah dan dada yang berdebar-debar, namun sedikit dibumbui dengan rasa kesal dan marah, karena Tiara meninggalkannya begitu saja.


Arkan segera menuju Taman.


Puluhan kalimat sudah ia susun untuk ia lontarkan pertama kali ketika bertemu dengan Tiara.


Dan dia harus bisa meyakinkan wanitanya itu agar bersedia pulang bersamanya.


Tapi tidak ketinggalan, Arkan juga berniat untuk memberi hukuman pada istrinya itu.


Beberapa langkah Arkan berjalan.


Akhirnya sampai di taman belakang Hotel.


Cukup ramai di sana,


karena memang Taman itu di sediakan untuk tamu-tamu Hotel yang ingin menikmati indahnya pemandangan Sore di tempat tersebut.


Karena Taman Hotel itu langsung mengarah pada Pantai yang menakjubkan.


Arkan menangkap sosok wanita dari belakang dan ia sangat yakin jika itu adalah Tiara.


Tapi seketika wajah Arkan ditekuk,


karena ternyata,


Tiara duduk tidak seorang diri.


Dia bersama seorang lelaki dan itu adalah Jay, lelaki yang sangat dikenali oleh Arkan.


Dulu lelaki itu menjadi saingannya untuk mendapatkan Berlian, dan sekarang Jay pun akan menjadi saingannya.


Arkan mengurungkan niatnya untuk langsung menemui Tiara.


Ia menyusun rencana untuk memberi kejutan pada Istrinya itu.


Tapi kejutan apakah itu?


Sungguh sangat mencurigakan,


karena Arkan mempersiapkan kejutan itu secara mendadak dan diiringi dengan senyum Devil.


πŸ‚πŸ‚πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ‚πŸ‚


Terimakasih sudah mau membaca cerita ini πŸ™πŸ€—


Mohon dukungannya ya πŸ™


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya πŸ€—


Love banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2