Suami Antagonis

Suami Antagonis
Bab 40. Jay Mulai Beraksi.


__ADS_3

Setelah taksi Online yang ia pesan datang Tiara pun segera bergegas keluar.


"Nona Tiara Anda mau ke mana?"tanya Bi Imah yang melihat Tiara sudah rapi.


"Kerja Bi."


"Bukankah anda baru pulang Kenapa pergi lagi?"


" Restoran tempat ku bekerja dapat undangan untuk membuat menu di Pesta mewah malam ini, dan aku harus membantu rekan kerjaku di sana."


"Tapi, apa Nona sudah meminta izin pada Tuan Arkan?"


"Dia sedang beristirahat aku akan izin lewat Telepon saja,


dia juga tidak akan mencari ku, ya sudah ya bi Taksi Online pesananku sudah datang dan menunggu di gerbang, aku pergi dulu."


"Berhati-hatilah Nona."


"Terimakasih Bi."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di tempat lain.


"Sayang! Apa kau sudah mengundang Arkan untuk datang ke pesta ulang tahun Mamah malam ini?"tanya Merlin sambil mengusap rambut rambut Berlian, yang tengah duduk di meja makan untuk sarapan.


"Tentu saja sudah maH, dan Arkan pasti akan datang,"sahut Gadis itu.


"Sayang, apa kau yakin akan tetap menunggu Arkan?"tanya Herman, Papah dari Berlian di sela-sela sarapan mereka.


"Pah, Kenapa papah bicara seperti itu?"sahut Merlin.


"Tidak apa Mah, Papah Hanya mengingatkan Berlian saja, apa dia yakin dengan pilihannya untuk menunggu Arkan yang sudah beristri."


"Pah, Arkan itu dari awal milik Berlian, Putri semata wayang kita, dan wanita yang sekarang menjadi istri Arkan, dia bukan siapa-siapa dia hanya wanita yang tak tahu malu datang dan mengambil Arkan dari Berlian."


"Iya pah, Arkan itu cuma milikku, dan akan selalu menjadi milikku, Papah tidak perlu khawatir Arkan sudah berjanji padaku akan segera menceraikan istrinya itu."


"Baiklah jika kau yakin, Papah hanya mengkhawatirkan kebahagiaanmu saja."


πŸ‚


Di sela-sela obrolan mereka.


Merlin pun menanyakan Restoran mewah mana yang Berlian pilih untuk menyajikan menu di Pestanya malam ini,


selain The Dragon Resto.


Dengan senang dan bangga Berlian mengatakan Jika ia juga mengundang Antariksa Resto.


"Resto Apa itu sayang? Kenapa Mamah tidak pernah mendengar namanya, apa pemilik dan para Koki yang ada di sana berasal dari luar Negeri?"


"Bukan mah, itu Restoran biasa yang berdiri di pinggir jalan, bahkan untuk memarkirkan Mobil saja susah jika berkunjung ke Resto itu,"sahut Berlian.


"Apa! Resto pinggir jalan! Apa kau tidak salah nak menggunakan jasa Restoran rendah seperti itu!"Merlin sedikit marah.


"Aku sangat yakin! seyakin-yakinnya Mah, dan aku senang menantikan Resto itu hadir, karena aku sudah mempersiapkan sebuah kejutan untuk salah satu Koki di sana,"sahut Berlian dengan mata mendelik dan senyum miringnya.


Membuat Merlin paham apa yang ada di pikiran Berlian.


"Baiklah sayang Mamah serahkan semuanya padamu,"ucap Merlin dengan lembut.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tiara sudah sampai di gedung yang dimaksud


ia segera menuju rekan dari Restorannya.


Tapi sebelumnya,


seorang Staf dari pesta itu memberikan seragam hitam putih pada Tiara.


"Tiara kau datang!"Bulan terkejut dengan kedatangan Tiara.


"Tentu saja aku akan datang,"sahut Tiara.

__ADS_1


"Apa kau tidak menghadiri pestanya malam ini? suamimu mengajakmu kan?"


"Dia tidak bilang apa-apa , sudahlah tidak usah membahas itu ayo sekarang kita bekerja,"ajak Tiara sekaligus mengalihkan pembicaraan Bulan.


Dengan penuh semangat mereka pun memulai pekerjaan itu.


Bersanding dengan Koki dari The Dragon Resto, adalah hal yang paling membanggakan bagi mereka.


πŸ‚πŸ‚


Hingga sore hari pun tiba.


Gedung sudah disulap seperti Istana yang ada di Negeri dongeng.


Dengan Ornament mewah nan Gemerlap.


Menunjukkan sisi Glamor si pemilik Pesta.


Semua rekan kerja Tiara


tengah berbangga diri, karena bisa ikut serta di Pesta mewah yang dipenuhi orang-orang penting itu.


Meskipun hanya sebagai pembuat menu tapi mereka sangat bahagia karna ini untuk yang pertama kalinya.


Apa lagi pak Gandi.


Ia sudah seperti ketiban Duren satu Ton.


Ia tentu bahagia karna setelah ini Restorannya pasti akan di kenal banyak orang.


Beda halnya dengan Tiara,


ia tengah galau sambil menatap ponselnya.


"Dia benar-benar tidak menghubungi ku."


"Tiara!"


Seseorang memanggil dan menepuk pundaknya dari belakang.


"Jay! Kau di sini juga? Oh.. iya, aku lupa jika kau bekerja di Dragon Resto kan,"antusias Tiara.


"Iya, aku di sini bersama dengan Timku, Tiara?"


"Iya."


"Kenapa kau ada di sini, apa nanti malam Arkan tidak mengajakmu menemaninya ke pesta! Kau tau kan jika pesta ini milik Nyonya Merlin?"tanya Jay, dengan hati-hati.


"Iya, aku sudah tahu dan aku juga tahu kalau Nyonya Merlin itu ibunya Berlian,"sahut Tiara.


"Lalu, Arkan!"


"Sepertinya Arkan tidak akan mengajakku karena ini pesta ulang tahun Ibu kekasihnya,"balas Tiara getir.


Jay menghembuskan nafasnya.


"Dia terlihat sedih!"


"Sudahlah kau tidak perlu sedih, ada Aku disini yang akan menemanimu, walaupun kita bukan sebagai tamu di Pesta ini tapi kita bisa merasakan pesta mewah kan,"ucap Jay sambil terkekeh berniat menghibur Tiara.


"Aku tidak sedih!"


"Yang benar, tapi terlihat dari wajahmu kau tengah sedih."


"Tidak Jay."


Dan bersama Jay lah Tiara bisa bercanda dan tertawa lepas, sehingga bisa membuat Tiara melupakan sedikit kesedihan dan kekecewaannya.


"Tuan Jay!"tiba-tiba seorang Koki dari The Dragon Resto, menghampiri Jay dengan sebutan tuan yang membuat Tiara bingung.


Dengan cepat!


Karena ia tidak mau Tiara mengetahui siapa dirinya.


Jay, menginjak kuat kaki Kokinya itu.

__ADS_1


"Tuan, Apa yang Anda lakukan?"sang Koki bertanya sambil meringis, menahan sakit di kakinya.


"Iya Chef, saya akan segera kesana,"sahut Jay sambil mengedipkan matanya.


Dan koki itu mengangguk paham, lalu pergi dari sana.


"Dia memanggilmu tuan?"tanya Tiara bingung.


"Dia rekan kerja ku, dia memang suka bercanda seperti itu,"kilah Jay Sambil tertawa.


Melihat dari penampilan yang sering ditunjukkan Jay.


Memang tidak menunjukkan kalau dia seorang Bos besar dengan segudang kekayaan


dan


Pemilik Restoran ternama di Negeri ini,


bahkan sudah membuka beberapa cabang di beberapa Negara lainnya.


Sangat berbeda sekali dengan Arkan yang selalu berpakaian rapi,


dengan Kemeja, sepatu formal dan selalu berbalut dengan setelan Jas,


sehingga orang awam pun bisa menebak dengan mudah jika ia orang kaya.


Jay, lebih sering menggunakan jaket kulit dan sweater saja,


bahkan ia pun tidak nampak membawa mobil mewah seperti orang kaya pada umumnya, iya selalu membawa motor besar kesayangannya.


"Ya sudah kalau begitu aku lanjut kerja dulu ya,"pamit Tiara.


"Baiklah aku juga akan segera bekerja, kita ketemu di Kitchen ya,"sahut Jay sambil melambaikan tangan pada Tiara yang sudah berlalu terlebih dahulu.


Dengan langkah cepat dan tergesa-gesa


Jay menuju para Kokinya.


"Cepat berikan saya Apron!"pinta Jay.


Semua Koki bingung.


"Untuk apa Tuan?"


"Untuk Apa Lagi! tentu saja untuk beratraksi di sini."


"Tapi tuan, anda tidak perlu repot-repot turun tangan langsung, karena ini sudah menjadi tugas kami, kami berjanji akan melakukan tugas ini dengan sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan anda."


"Aku sudah tahu kemampuan kalian, Tapi cepat berikan saya Apronnya."


Dan Apron berwarna Hitam pun diserahkan pada bos besar mereka.


Demi menarik perhatian sang pujaan Hati.


Seorang bos besar rela merubah dirinya menjadi seperti Karyawannya sendiri.


"Apa aku sudah terlihat meyakinkan?" Tanya Jay pada para Kokinya.


Mereka saling pandang


apa yang di maksud meyakinkan itu?


Dan Jay mengulangi pertanyaannya.


"Apa saya sudah meyakinkan, sebagai seorang Koki seperti kalian?"


Mereka semua menunduk.


"Tentu saja anda Chef terbaik di seluruh Dunia, sangat tidak pantas dan manusiawi jika di bandingkan dengan kami."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya πŸ™


Mohon dukungannya ya πŸ™πŸ€—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini, agar Ntor bisa segera memperbaikinya πŸ€—


Love banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️😘


__ADS_2