Suami Antagonis

Suami Antagonis
BAB 93. Kejutan Untuk Tiara


__ADS_3

Tiara yang merasa bingung dan belum mengerti apa yang terjadi hanya bisa mengangguk mendengarkan penjelasan Chef yang bernama Randy itu.


Setelah Chef selesai dengan penjelasannya Tiara diminta untuk mencicipi hidangan pembuka yang telah Ia buat dengan sepenuh hati.


Dengan ragu dan sedikit tidak percaya diri namun di hatinya sangat gembira karena ia bisa langsung berhadapan bahkan mencicipi masakan Chef tersohor itu yang sering wara-wiri di televisi, secara langsung.


Enak dan nikmat!


Tentu saja! memangnya apa yang diragukan dari masakan seorang Chef seperti Randy.


Setelah selesai dengan satu Trolley Food dilanjutkan dengan Trolley Food yang kedua dan seterusnya.


Hingga tak terasa 2 jam sudah Tiara berada di sana hanya untuk mendengar penjelasan dari para Chef yang membuat hidangan di Resto tersebut dan mencicipi sampai membuatnya kenyang.


Semua sudah berlalu dari sana, dan sekarang tinggallah Arkan dan Tiara berdua saja.


Tiara yang masih merasa bingung kembali bertanya pada Arkan.


"Ini sebenarnya ada apa! Kenapa aku yang harus mencicipi menu di Restoran ini? bahkan di Restoran ini tidak ada satu pengunjung pun selain kita apa kau tidak merasa heran?"


Arkan terkekeh.


"Tentu saja tidak! Kenapa kau yang harus mencicipi menu di Restoran ini, itu karena, semua hidangan yang terlampir di buku menu Restoran ini atas pilihanmu sendiri. Dan kenapa Restoran ini sepi, karena Restoran ini belum resmi dibuka untuk umum. Sebelum Restoran ini didatangi dan dinikmati oleh pengunjung tentu pemiliknya dulu yang harus menikmati dan menelitinya."


Tiara semakin bingung!


Lalu Arkan bangun dari duduknya dan menuntun istrinya itu agar ikut beranjak dari duduknya.


Tiara menurut karena memang tidak ada lagi yang harus ia lakukan selain mengikuti suaminya.


Arkan kembali menuntun Tiara keluar dari Resto dan ternyata, ada Ken yang tengah berdiri dengan beberapa orang di luar Resto.


"Ken juga ada disini!"


"Iya, tentu dia harus ada di sini karena dia yang akan mengurus semuanya."


"Apa anda sudah siap!"tanya Ken ketika Tiara dan Arkan sudah berada di hadapannya.


Arkan mengangguk menandakan Jika ia sudah siap.


Lalu ia membalikkan tubuh Tiara untuk menghadap Restoran itu.


Ya.. dari tadi Tiara tidak mendapati nama Restoran itu, biasanya ketika ia memasuki Restoran. Nama Resto akan terpampang dengan jelas di depan.


Dan saat ini.


Tepat di atas pintu masuk Restoran itu ada kain berwarna putih yang terbentang lebar beberapa meter.


Yang Tiara yakini jika itulah nama Restoran mempesona itu.


Tiara menatap antusias!


"Sepertinya aku akan di beri kejutan, untuk menyaksikan peresmian Restoran ini."


Ken. Mulai memberi aba-aba pada orang-orang yang sudah siap dengan tirai yang terbentang di sana.


Dan beberapa detik kemudian, tepatnya di hitungan ketiga tirai putih itu dibuka dengan sempurna. Di iringi dengan sorak dan tepuk tangan manusia yang hadir di sana.

__ADS_1


Dan seketika Tiara membulatkan matanya ketika melihat nama dari Restoran itu


✨The Queen Resto Tiara✨


Ia bingung kenapa bisa ada namanya di sana.


"Bagaimana! Apa kau suka?"tanya Arkan, sambil melingkarkan tangan di pinggang Tiara.


"Apa ini?"


"Tentu saja ini untukmu!"


"Untukku!"


"Iya ini untukmu, Restoran ini aku bangun untukmu sang Queen di hatiku yaitu Tiara!"


Ya...


Arkan memberikan kejutan ini untuk Tiara.


Sebenarnya sudah sangat lama sekali ia merencanakan ini.


Dan inilah waktu yang tepat untuk dia persembahkan pada istrinya itu ketika Tiara berhasil menjadi Rounder up, di kompetisi beberapa waktu yang lalu.


Restoran itu didesain dan dirancang sendiri oleh Arkan dan nama


✨The Queen Resto Tiara✨pun ia yang memilihnya.


Tiara masih tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya ini.


Kenapa semudah ini aku mendapatkan Resto impianku sejak kecil, apakah ini adalah ujian terberat dalam hidupku!


Arkan membalik tubuh Tiara agar menghadap kearahnya.


"Kau Jangan berpikir yang tidak-tidak! Kau sudah berjuang keras selama ini, dan ini adalah hadiah untukmu. Aku tahu jika impianmu sebenarnya adalah membangun Resto dengan kerja kerasmu sendiri, dan itu aku sangat mendukungnya. Tapi, tolong terimalah pemberian dari suamimu ini!"


Tiara sudah tidak bisa berkata-kata lagi.


Apa bisa ia menolak Rizki sebesar ini!


Tiara sangat berterimakasih dan menghargai pemberian Arkan karena itu bentuk cinta dan kasih sayang dari suaminya itu. Tentu saja ia tidak akan menolak, dan akan menerimanya dengan penuh sukacita.


Tapi Tiara pun tidak bisa mengabaikan keinginannya jika ia benar-benar ingin berjuang keras membangun Restoran dari hasil kerja kerasnya sendiri yang pernah ia ungkapkan pada almarhumah ibunya dulu.


"Tentu aku masih bisa membangun Resto dari hasil kerja kerasku sendiri, dan akupun akan tetep menjaga dan mensyukuri apa yang ada di hadapanku ini. Terimakasih suamiku." Batin Tiara.


Tiara memeluk Arkan dengan erat.


"Ini adalah ungkapan cinta dan kasih sayang darimu, tentu saja aku tidak akan pernah menolaknya!"


Akan tersenyum bahagia, karena Tiara tidak menolak Resto yang sudah ia bangun dan rencanakan selama berbulan-bulan.


"Terimakasih sayang!"


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Setelah puas mengelilingi Resto yang resmi menjadi miliknya, Tiara dan Arkan kembali pulang.

__ADS_1


Namun saat di perjalanan menuju Rumah tiba-tiba Tiara teringat dengan permintaan Herman.


Dengan memberanikan diri, Tiara pun mengatakan pada Arkan jika ia ingin ke Rumah sakit untuk menjenguk Berlian.


"Untuk apa kau ke sana! Biarkan saja dia seperti itu, bukankah itu salahnya. Dia masuk Rumah sakit akibat ulahnya sendiri."


Tapi dengan penjelasan yang Tiara ucapkan pada Arkan, akhirnya lelaki itu menuruti permintaan istrinya dan saat itu juga Arkan membelokkan laju mobilnya menuju Rumah sakit di mana Berlian dirawat.


❤️❤️❤️❤️


Sesampainya di Rumah sakit.


Tiara segera bertanya pada suster di mana Kamar rawat Berlian.


Setelah mendapatkan informasi dari suster yang berjaga, Tiara segera menuju ke kamar Berlian.


Perlahan Tiara membuka pintu kamar rawat Berlian, dan pertama kali yang Tiara lihat di sana adalah Merlin, yang masih setia menunggu putrinya.


Wajah wanita itu terlihat sangat pucat dan kusut,


sepertinya ia tidak sempat dan bersemangat untuk merias diri hingga membuatnya terlihat tidak seperti Merlin yang terkenal itu.


Herman yang tengah duduk di sofa segera bangkit dan menghampiri Tiara ia senang karena Tiara memenuhi permintaannya untuk menjenguk Berlian.


Tapi seketika wajah senang Herman hilang ketika melihat Tiara datang tidak sendiri melainkan bersama Arkan.


Tapi kali ini Herman tidak mempermasalahkan itu yang penting Tiara datang, dan dia akan mencari celah agar bisa bicara dengan Tiara berdua saja.


"Akhirnya kau datang juga Tiara."


"Suamiku yang mengizinkanku untuk datang ke sini, jadi itu sebabnya aku datang."


Tiara berjalan mendekati ranjang Berlian.


Gadis itu masih setia menutup matanya bahkan baru saja dokter mengatakan bahwa kondisi Berlian semakin menurun.


Merlin yang terpukul dan sudah seharian ini menangis, tidak peduli dengan kedatangan Tiara.


Biasanya dia akan mengajak ribut Tiara di kesempatan apapun, tapi kali ini Merlin seperti kehilangan tenaga dan semangat hidupnya karena melihat Berlian terbaring lemah.


Wanita itu hanya bisa menangis sambil menggenggam erat tangan Berlian.


Tiara yang menyaksikan itu menjadi iba.


lebih dari 10 tahun yang lalu ia pernah merasakan ada di posisi itu.


Jika Merlin menangisi putrinya, Tiara saat menangis ibunya. Dan pada hari itu Tiara benar-benar kehilangan Ibunya untuk selama-lamanya.


Tapi di saat itu, tidak ada siapapun yang menemani dan menguatkan Tiara selain Bu Lastri.


Berbeda dengan Merlin yang di dampingi Herman, bahkan saat ini iapun datang untuk memberi semangat pada wanita yang sudah menghancurkan keluarganya itu.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya ya 🙏

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2