
Tepat di jam makan siang Arkan memutuskan untuk menunda pekerjaannya dan ia segera keluar dari kantor melajukan mobilnya menuju Restoran di mana istrinya berada.
Karena sudah beberapa hari ini akan tidak mengunjungi Restoran istrinya di saat jam makan siang.
"Selamat siang tuan Arkan!"siapa seorang pelayan yang menyambut kedatangan Arkan.
Arkan mengangguk dan segera berlalu menuju ruangan istrinya berada.
"Sayang! Seru Arkan sambil membuka pintu ruangan pribadi istrinya."
Tiara yang sedang sibuk memeriksa perkembangan Restorannya selama satu minggu ini dikejutkan oleh kedatangan Arkan.
"Sayang! Kenapa kau tidak mengabariku dulu mau datang ke sini?"Tiara langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Arkan.
"Tentu saja karena aku ingin memberimu kejutan!"Arkan mencium kening istrinya.
"Apa kau lapar?"
Arkan mengangguk.
"Kalau begitu tunggulah sebentar di sini aku akan membuatkan makanan untukmu."
Tiara yang sudah mau beranjak ditarik oleh Arkan.
"Nanti saja, karena aku masih merindukanmu!"ucapnya sambil memeluk Tiara dari belakang.
"Rindu! Bukankah Baru tadi pagi kita bertemu!"
"Jangankan Baru tadi pagi baru beberapa menit yang lalu saja aku sudah sangat merindukan."
"Apa kau sedang mengutarakan ke gombalan."
"Tidak! Karena itu kenyataan Aku benar-benar sangat merindukanmu."
"Baiklah!"Tiara berbalik menghadap Arkan,"apa kau lelah hari ini kenapa wajahmu kusut seperti ini?"tanya Tiara yang melihat penampilan Arkan sedikit berantakan terutama di bagian rambutnya, Tapi tentu itu tidak menyurutkan ketampanannya.
"Ini semua gara-gara si Ken, dia lama sekali meminta cuti, kau tenang saja sayang. Suamimu ini akan membalas perbuatan Sekretaris itu."
"Membalas! Apa kau menyimpan dendam pada Ken hanya karena dia meminta cuti, dia juga perlu istirahat kan."
"Dia meminta cuti Dia waktu yang tidak tepat, bukankah seharusnya kita pergi bulan madu di minggu ini tapi aku harus menundanya karena pekerjaan yang menumpuk di kantor. Tapi ketika dia pulang nanti, aku akan membalasnya dengan tumpukan pekerjaan, dan kita akan bulan madu di waktu yang lama. Jika Ken memilih waktu 2 minggu untuk cuti aku akan mengambil waktu 2 bulan untuk berbulan madu."
"Bulan madu itu hanya untuk pengantin baru, sedangkan kita menikah sudah sangat lama."
"Tapi kenapa aku merasa seperti baru kemarin aku menikah denganmu, aku selalu merindukanmu di setiap saat, apa kau tahu?"
Tiara menggeleng.
"Karena beratnya rinduku padamu, sampai-sampai aku selalu melihat wajahmu di setiap benda yang aku sentuh jika kau tidak ada disisiku."
Tiara kembali tersenyum mendengar gombalan dari suaminya.
"Kenapa sekarang kau pandai sekali menggombal, apa Ken yang mengajarimu?"
"Tidak! Itu ungkapan perasaan ku sendiri, bukan ajaran dari Ken."
❤️❤️
Dua porsi makan siang sudah tertata rapi di meja ruangan pribadi Tiara.
Jika Arkan datang ke Resto ini Tiara lah yang membuat makan siang untuk suaminya itu.
"Apa itu enak?"tanya Tiara pada Arkan, untuk menu baru yang ia ciptakan sendiri di Restonya.
__ADS_1
Dan Arkan lah orang pertama yang mencicipi menu itu.
"Tentu saja! Apapun masakan yang kau buat itu akan selalu enak dan luar biasa, tidak ada yang bisa menyayangi kelezatan masakan istriku tercinta ini."ucap Arkan.
Itulah yang selalu ia katakan ketika Tiara meminta pendapat pada lelaki itu.
Selesai menyantap makan siang, akan memutuskan kembali ke kantornya untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang masih banyak.
Jika saja di kantor ada Ken, sudah bisa dipastikan lelaki itu tidak akan kembali lagi ke kantor karena ia lebih memilih tinggal di Resto menemani istrinya
"Sore nanti aku akan menjemputmu,"kata Arkan sebelum ia beranjak dari sana.
"Iya."
Setelah mendaratkan beberapa kecupan di wajah istrinya Arkan benar-benar pergi meninggalkan resto dan menuju kantornya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Ken.
Yang meminta cuti selama 2 minggu ternyata tengah mempersiapkan sesuatu untuk masa depannya.
Entah apa sebab dan dapat keyakinan dari mana ia memantapkan hati untuk memilih Bulan sebagai pendamping hidupnya, padahal Ia belum menyampaikan isi hatinya pada sang gadis tapi ia sudah mempersiapkan pernikahan.
Sungguh aneh bukan!
Sudah satu minggu ini Ken berada di kampung halaman di rumah orang tuannya.
Ia melakukan pendekatan pada Bulan tapi melalui virtual karena ia tidak bisa bertemu dengan Bulan secara langsung.
Bulan bekerja sebagai Chef utama di sebuah Restoran mewah yang ada di luar Kota, itu yang membuat Ken jarang bertemu Bulan sekarang.
Tapi ia memantapkan hatinya untuk meminang Bulan, agar ia bisa bertemu dan bersama gadis itu selamanya.
❤️❤️❤️❤️
Dan hari ini adalah kepulangan Ken, lelaki itu sudah menyiapkan apa yang diminta tuannya sebelum ia meminta cuti.
"Akhirnya kau kembali juga Ken!"bahagia Arkan setelah melihat kedatangan lelaki itu, ia seperti mendapatkan air segar di tengah-tengah gurun pasir yang gersang karna harus menunda bulan madunya.
"Selamat datang Ken!"sapa Tiara dan Bi Imah secara bersamaan.
"Selamat siang!"balas Ken seraya menundukkan kepalanya.
"Bagaimana dengan liburanmu?" tanya Tiara.
"Sangat baik dan berjalan sesuai rencana Nona."
"Aku senang mendengarnya."
"Lalu bagaimana Ken, apa kau sudah mempersiapkan semuanya?"tanya Arkan.
"Sudah Tuan, besok anda dan Nona Tiara bisa langsung berangkat ke tempat yang sudah saya pilihkan untuk anda dan Nona Tiara berbulan madu."Sahut Ken.
"Bagus!"
Ya.. Arkan sangat puas dengan pekerjaan Ken dan pilihan tempat dari Ken, meskipun ia belum melihat bahkan secara gambar, tapi Arkan sudah sangat yakin jika pilihan Ken sesuai keinginan dan imajinasinya.
❤️❤️
Keesokan harinya.
Bi Imah sudah mempersiapkan semua kebutuhan Nonanya selama berbulan madu yang katanya akan memakan waktu 2 bulan lamanya.
__ADS_1
Semua sudah berkumpul di Rumah Arkan, termasuk Wilson sang papah yang jarang sekali pulang.
"Berhati-hatilah di sana, Arkan jaga istrimu baik-baik, semoga saja kalian pulang nanti membawa oleh-oleh untuk kami semua."Kata Wilson.
"Iya, papah tenang saja, aku pasti akan menjaga istriku yang paling cantik ini dengan seluruh jiwa dan ragaku,"sahut Arkan.
yang di sambut senyuman oleh Tiara dan Bu Lastri.
"Jangan membuat menantu kesayangan Mamah terlalu lelah, ingat itu Arkan."Kata Tri.
"Mamah juga tenang saja, walaupun aku membuat Tiara sedikit lelah tapi di juga merasakannya....!"
Tiara mencubit pinggang Arkan dengan kuat, karna ia tau apa yang akan di ucapkan lelaki itu.
"Aaaw.. ada apa sayang! kenapa kau mencubit ku?"
"Aaah maaf, aku tidak senaja."kata Tiara sambil tersenyum penuh arti pada suaminya itu.
"Apa mamah lihat! jika menantu kesayangan Mamah ini mencubitku?"
"Tiara mencubit mu sangat pelan, jadi tidak perlu berlebihan seperti itu,"sahut Tri, yang akan selalu membela Tiara jika Putranya mengadu tentang keisengan Tiara.
"Aku benar-benar sudah tidak pernah di manja lagi oleh mamah, semenjak ada Tiara, tapi aku sangat bahagia akan hal ini, mamah sangat menyayangi Tiara dan akupun sangat menyayangi istriku itu, karna istriku ini berhak mendapatkan kasih sayang dan orang-orang terdekatnya, karena dari kecil Tiara tidaklah seberuntung diriku, ia sudah kehilangan kasih sayang orang tuanya sejak berusia 13 tahun, dan selama 10 tahun lebih ia haus dan mengharapkan kasih ayahnya kembali, tapi pria kejam itu malah mempermainkan perasaan putrinya sendiri."
"Ingat! jangan lupa oleh-olehnya!"Wilson kembali mengingatkan anaknya.
"Nah itu yang paling penting."sambung Tri.
"Mamah dan papah mau oleh-oleh apa?"tanya Tiara dengan polosnya.
Wilson dan Tri saling pandang lalu mengulas senyum.
"Oleh-oleh yang sangat papah dan mamah harapkan, bahkan ibumu juga sangat mengharapkan itu."
"Apa?"tanya Tiara bingung.
"Seorang Cucu! kami sangat mengharapkan kabar bahagia itu, jika kalian pulang nanti."kata Tri.
Tiara tersenyum canggung.
"Aaah cucu ya mah!"
"Iya sayang, sudah lama kami menanti kabar kehamilanmu, dan kami sudah tidak sabar menimang cucu."sahut Wilson.
"Mamah, papah dan Ibu, tenang saja. Kami akan pulang dengan membawa kabar bahagia itu." Ucap Arkan dengan sangat yakin.
Lastri tersenyum bahagia menyaksikan kehangatan keluarga putrinya.
Ia sangat bahagia karena Tiara memiliki keluarga yang sangat sempurna saat ini.
"Rossa, sekarang kau bisa tenang di sana, Mbak sudah pernah bilang padamu kan jika suatu hari nanti putrimu pasti akan mendapatkan kebahagiaannya, dan saat ini Tiara sudah mendapatkan kebahagiaan itu, dari keluarga suaminya, yang juga sahabatmu waktu sekolah. Mbak melihat kebahagiaan yang luar biasa dari bola mata putrimu ini."
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya ya 🙏🤗
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️
"Mamah sangat senang mendengarnya,"kata Tri, dan langsung memeluk Tiara.
__ADS_1