
Arkan sudah sampai di rumah ia berteriak memanggil Ken.
Ken segera menghampirinya dengan terpogoh-pogoh!
"Ada apa Tuan?"
"Di mana gadis itu?"tanya Arkan.
"Anda tenang saja, saya sudah menempatkannya di tempat yang aman dan besok saya mulai mengintrogasinya."
"Kalau begitu cepat persiapkan keberangkatan saya di kota XXX,"titah Arkan.
"Bukankah kota itu tempat Nona Tiara sekarang berada?"
"Memang benar,"
"Untuk apa anda ke sana?"
"Tentu saja untuk memperjelas semua masalah ini, Aku ingin langsung bertanya padanya."
"Tuan, Apa tidak sebaiknya kita mengintrogasi Gadis itu dulu, saya yakin Tuan, Jika keterangan yang dia berikan itu semuanya bohong."
"Kau saja yang mengurusnya, aku harus bertemu dengan Tiara terlebih dahulu."
"Baiklah, kalau begitu besok saya akan mempersiapkan keberangkatan anda."
"Bukan besok Ken, tapi sekarang!"tegas Arkan.
"Apa! Sekarang! apa anda tidak salah tuan! ini sudah malam."
"Aku tidak peduli, pokoknya kau siapkan semua keberangkatanku malam ini juga ke kota itu, dan sekarang! aku mau bersiap-siap dulu."
Arkan langsung naik ke kamarnya, beginilah Arkan jika ada sesuatu yang ia inginkan harus segera dituruti.
"Astaga! Ada apa lagi ini, Tuan Arkan penasaran dengan keterangan yang diberikan gadis itu? Atau Tuan Arkan hanya ingin bertemu dengan Nona Tiara?" Gumam Ken,"baiklah! Apapun alasannya aku akan tetap melakukannya dari pada gaji ku di potong,"sambung Ken dan segera menghubungi seseorang.
π
Setelah Arkan siap! Ken pun sudah siap dengan mobilnya.
"Kau mau ke mana Ken?"Tanya Arkan, yang melihat lelaki itu sudah rapih.
"Tentu saja keluar kota bersama anda."
"Aku tidak mengajak mu Ken, dan kau tahu kan ada tugas yang penting yang harus kau lakukan di sini."
"Tapi saya juga ingin pergi ke luar kota Tuan."
"Kau menyusul ketika semua pekerjaanmu sudah selesai."
Ken menghembuskan nafasnya dengan pasrah.
"Baiklah, kalau begitu Anda berhati-hatilah, hubungi saya jika ada sesuatu yang terjadi."
"Memangnya kau pikir aku ini anak kecil yang tak bisa jaga diri,"ketus Arkan dan Segera menaiki mobilnya.
Arkan berangkat di malam hari Karena rasa penasarannya, dia pergi bersama sopir tanpa Ken, karena lelaki itu harus mengurus beberapa pekerjaan di kantor, dan mengurusi soal Wina.
ππππππ
Tiara Baru merebahkan diri untuk meluruskan otot-ototnya yang terasa kaku, usai menempuh perjalanan yang memakan waktu 6 jam lamanya.
"Akhirnya aku bisa tenang tanpa lelaki itu selama satu minggu di sini."Gumam Tiara sambil memejamkan matanya.
πππ
Dini hari.
Arkan baru sampai di kota tujuan, ai langsung menuju Hotel yang sudah di siapkan Ken.
Arkan langsung beristirahat, karna besok pagi ia harus segera menemui Tiara.
ππ
Pagi Hari.
Seperti niatnya, Arkan bersiap-siap untuk menemui Tiara.
Tidak sulit untuk seorang Arkan menemukan lokasi tempat Tiara melakukan kegiatan amal bersama rekan kerjanya.
__ADS_1
Dan ia pun segera menuju lokasi.
Setengah jam kemudian Arkan sampai.
"Kita sudah sampai tuan,"ucap Supir Arkan,dan ia segera turun untuk membukakan pintu.
Karna Arkan datang terlalu pagi, acaranya belum di mulai.
"Maaf Pak, acaranya baru akan dimulai pukul 09.00 pagi, jadi di jam segini para koki belum datang,"ucap seorang wanita yang mengurus tempat acara amal di lakukan.
"Apa saya boleh tahu di mana tempat menginap para koki yang berasal dari kota XXX?"tanya Arkan.
Wanita itu sejenak terdiam ia ragu untuk memberitahu pada Arkan.
"Maaf, kalau boleh tahu bapak ini siapa ya? Kenapa bapak ingin mengetahui para koki yang berasal dari kota XXX?"
"Saya ini suami dari salah satu koki yang mengikuti acara ini."
"Koki siapa?"tanya wanita itu memastikan.
"Tiara Azzahra!"
"Oh.. Mbak Tiara, jadi Mbak Tiara sudah menikah ya,"ucap wanita itu yang sepertinya sudah sangat mengenal Tiara,"tempatnya ada di Hotel seberang jalan sana Pak dan Mbak Tiara menempati kamar nomor 20."
Sambungnya sambil menunjukkan arah jalan.
"Baik, terima kasih!"
Arkan segera menuju seberang jalan ke Hotel yang dimaksud wanita itu.
Ia segera menuju kamar nomor 20 dan kebetulan berada di lantai dasar Hotel tersebut.
Tok.
Tok.
Tok.
Arkan mengetuk pintu kamar dengan ritme yang cepat.
Membuat Tiara yang masih bersantai di atas kasurnya sedikit terkejut!
Karena pintu itu terus saja diketuk tanpa henti, dengan langkah kesal Tiara pun membuka pintu, dia mengira jika itu ulah salah satu temannya yang iseng.
CEKLEK....
"Ada apa?" Setelah pintu terbuka lebar Tiara sangat terkejut! Karena itu bukan teman isengnya, melainkan suaminya.
Astaga! apa aku salah lihat! kenapa bisa ada dia di sini, mungkinkah ini hanya halusinasi ku saja karna selama berbulan-bulan hidup bersamanya.
Tiara perlahan menutup pintu itu.
Tapi dengan cepat Arkan menahannya.
"Kau berani sekali menutup pintu di depanku!"
Aah.. ternyata ini nyata bukan halusinasi.
"maaf, Aku kira aku salah lihat!"
Tanpa permisi, Arkan langsung nyelonong masuk ke dalam kamar Tiara.
Kenapa dia tidak sopan seperti itu.
"Kenapa kau masuk?"tanya Tiara.
"Memangnya ada yang bisa melarangku untuk masuk?"
"Tentu saja! Ini kamar ku, dan aku melarang mu untuk masuk."
"Tiara-Tiara,"Arkan menggeleng-gelengkan kepalanya,"bagaimana jika detik ini juga Hotel ini aku beli, apa kau masih akan mengatakan jika ini kamar mu?"
Penyakit sombongnya kambuh.
"Mau apa kau datang ke sini?"
"Suami mu ini baru datang, dan kau sudah bertanya seperti itu?"
"Lalu apa mau mu, jangan membuat ku kesal seperti ini?"geram Tiara.
__ADS_1
"Aku mau minum."
"Itu,"Tiara menunjuk botol air mineral yang ada di samping Arkan.
"Ambilkan dan tuang di dalam gelas, karna aku tidak bisa minum dari botol."
Tiara sudah semakin kesal Ingin rasanya ia mencakar wajah lelaki itu.
"Tidak ada gelas di sini, jika mau silahkan minum tapi jika tidak, silahkan keluar dari kamar ku, carilah gelas di luar sana."
"Kau ini kejam sekali padahal aku hanya minta minum."
Kejam! bukankah kata-kata itu lebih cocok untuknya!
Daripada semakin emosi meladeni Arkan, yang tidak akan ada habisnya. Tiara melangkahkan kakinya berniat keluar dari kamar itu, biar dia yang mengalah.
"Kau mau ke mana?"
"Menurutmu?"
"Aku ingin bicara denganmu."
"Apa itu penting?"
"Kalau itu tidak penting, aku tidak mungkin jauh-jauh datang ke sini."
"Baiklah!"
Tiara kembali berbalik dan lebih mendekat pada Arkan yang tengah duduk di atas kasur.
"Katakan, apa yang penting?"
"Aku sudah menemukan temanmu itu."
Tiara sedikit berpikir, temannya yang mana yang dimaksud oleh Arkan.
"Temanmu yang memintamu untuk datang ke Hotel sebelum kejadian penggerebekan malam itu."
"Wina!"Kejut Tiara.
Arkan mengangguk.
"Di mana dia sekarang? Aku harus bicara dengannya!"
"Ada bersama dengan Ken,"dan Ken yang akan mengurus temanmu itu."
"Syukurlah kalau Wina sudah ketemu, dengan begitu aku jadi mengetahui siapa yang memintanya untuk menjebakku di Hotel itu."
Karna ulahnya aku jadi terjebak di pernikahan palsu ini.
Arkan memperhatikan Tiara, tidak ada raut ketakutan atau panik dari wajahnya ketika Arkan mengatakan jika Wina berada bersama dengan Ken, jika memang Tiara di balik semua ini, tentu Tiara akan cemas bukan, jika Wina tertangkap, tapi kenapa dia malah terlihat senang! Dan Tiara pun masih mengira Jika dia dijebak.
Jadi sebenarnya siapa yang salah, apakah gadis itu benar-benar berbohong dengan keterangannya? Tapi siapa yang menyuruhnya bukankah dia sahabat dari Tiara_ batin Arkan.
Tiara menatap Arkan yang terus memandanginya.
"Apa kau datang ke sini hanya untuk mengatakan itu? Padahal Kau bisa mengatakannya lewat telepon."
"Tentu saja tidak! Aku ada beberapa pekerjaan di Kota Ini, dan kebetulan aku ingin menyampaikan kabar penting ini padamu."Kilah Arkan.
"Kau sudah menyampaikannya bukan! Jadi silakan keluar dari kamarku, soal Wina aku mengikutimu saja biar Ken yang akan mengurusnya."
"Apa kau Tengah mengusirku!" Arkan tak terima.
"Tidak! Tapi jika kau merasa terusir ya maaf!"
Arkan segera bangkit dari duduknya dan ia mendekat pada Tiara.
Ia semakin mendekatkan dirinya.
Dan semakin mendekat sampai membuat Gadis itu mundur beberapa langkah.
Arkan tersenyum miring, ketika melihat Tiara sudah tidak dapat mundur karena sudah mentok di tembok, tapi Gadis itu masih berusaha untuk mundur.
"Apa Kau mempunyai kekuatan untuk menembus tembok!" Tanya Arkan meledek.
πππππππππππππππ
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini π
__ADS_1
Mohon dukungannya ya ππ€