Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
harus memilih


__ADS_3

" ada apa di sana.."


Rendi berjalan ke ruangan kerja nya,saat Rendi membuka pintu terlihat Reyna berada di pelukan jo.ea tapi posisi tangan Reyna di cekal jo dan Reyna sedang berontak.tapi bukan jo nama nya kalo tidak bisa memutar balikan pakta.


" kalian...sedang apa di sini"


" Ren..untung kamu datang,dia kurang ajar pada ku"


" bohong kak,kaka ipar yang sudah menggoda ku.dia mencari ke sempatan saat kau tidak ada"


"Bohong Ren...percaya lah pada ku Ren,aku tidak melakukan nya" Reyna mencoba meyakin kan Rendi sambil terus memegang tangan Rendi.


karna perdebatan itu membangun kan se isi rumah,ibu dan sinta pun terbangun dan melihat ke tempat keributan.


" ada apa ini ribut ribut, jam berapa ini kalian masih saja ribut.jelas kan pada ibu ada apa ini"


" Bu dia menggoda ku...kaka ipar menggoda ku bu.dia kesepian karna kaka pergi meninggal kan nya"


" kau dengar itu anak ku Rendi,adik mu tidak bersalah.mana mungkin dia menggoda kaka ipar nya"


mereka sengaja mengompori Rendi,agar Reyna di usir dari rumah itu.


" aku tidak bohong Ren...percaya lah pada ku"


" percaya padamu,...tidak akan mungkin.Rendi pasti percaya pada kami keluarga nya.bukan perempuan penggoda seperti mu"dengan penuh percaya diri ibu nya mendekat dan memeluk Rendi,seakan percaya bahwa rendi pasti membela nya.

__ADS_1


" cukup....cukup ibu..maaf ibu aku lebih percaya padanya.aku percay Reyna tidak mungkin melakukan nya"


"apa ...kaka lebih percaya perempuan ****** ini.apa yang sudah ia berikan pada mu ka" sinta berekting seolah Reyna memang perempuan tidak baik.


Dan ibu nya pun ikut menimpali,ia ber pura pura sedih dengan apa yang Rendi kata kan.


" jadi begitu...kamu lebih percaya padanya di banding kan ibu mu ini.lalu untuk apa kami di sini.lebih baik kami keluar dari rumah ini"


" jika itu yang terbaik menurut ibu,aku tidak bisa menolak nya bu . maaf kan aku"


bagai kan di samabar petir ibu nya kaget bukan main,alih alih ingin mengeluar kan Reyna,sekarng malah ia sendiri yang harus keluar.


" baik lah,mungkin karna aku bukan ibu mu jadi semudah itu kamu melepas ibu"


"bukan begitu bu,selama ini aku tau bu. seperti apa seaungguh nya sikap kalian pada ku.aku tau kalian benci pada ku,selalu membohongi ku.kalian penuh dengan sandiwara.bodoh nya aku selama ini hanya diam,membalas ke bencian kalain dengan kasih sayang dengan ke sabaran.hanya berharap kalian semua akan berubah tapi ternyata akau salah. gak ada sedikit pun perubahan kalian semakin menjadi.dan aku lebih percaya pada istri ku . jadi maaf kan aku ibu..,jika ibu ingin keluar dari sini silah kan,aku tidak akan menahan nya"


"oh astaga...apa yang tadi dia kata kan.dia lebih percaya pada ku dan tunggu dia bilang istri ku....aahh ya ampun baik sekali kamu.padahal aku sudah menyakiti hati mu.tapi kamu masih saja baik pada ku..dan tunggu kenapa jantung ku berdebar lagi.apa aku memang sudah jatuh cinta"


Reyna langsung menyusul Rendi ke kamar mereka. Entah apa yang harus reyna kata kan , rasa yang bercampur aduk ia rasa kan saat ini.


" ehmmm...."


Reyna mencoba mencair kan suasana di sana rendi sedang duduk di sopa,menyandar kan kepalanya.dan mendengar suara Reyna ia langsung bangun.


dan bergeser dari tempat duduk nya seakan membarikan ruang agar Reyna juga ikut duduk.

__ADS_1


reyna mengikuti nya,ia duduk di sebelah Rendi.


"Trimaksih....sudah percaya pada ku."


" sudah seharus nya,bukan kah kamu tidak salah?jadi aku hanya membela yang benar."


rendi tersenyum pada nya.


" dan aku minta maaff ...soal waktu itu.aku tidak bermaksud marah pada mu.pikiran ku sedang kalut aku tidak terbiasa dan aku.._"


Reyna belum sempat menjelas kan,kalo dia masih ingat pada Dewa.tapi kalo dia bilang bagai mana nanti kalo Rendi tersinggung atau sakit hati. karna sekarng ia mulai menyukai nya.


" sudah lah lupakan saja,aku tidak apa apa.tidur lah sudah malam."


Reyna mencob mengulur kan tangan nya pada Rendi.namun rendi hanya diam saja sambil menautkan ke dua alis nyam


" ayooo..kata nya mau tidur" malu malu reyna mengajak rendi .karna mau bagai mana pun mereka adalah suami istri. dan rendi bahagia karna reyna sudah mau di sentuh oleh nya.


" yakin...boleh pegang?" reyna hanya menganguk


" boleh ...cium" reyna pun mengangguk


" boleh......." belum sempat Rendi menerus kan ucapan nya ,reyna sudah duluan menjawab nya.


" iah boleh...boleh"

__ADS_1


Dan malam itu sudah pasti jadi malam pertama buat mereka.


__ADS_2