Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
nindi


__ADS_3

Reyna tidak menanyakan kemana Rendi pergi kemarin sampai tidak masuk kantor bahkan tidak menghubunginya sama sekali.hanya saja sikapnya dingin terhadap Rendi.seprti biasa Reyna menyiapkan semua keperluan Rendi ,perubahan sikap Reyna di rasakan oleh Rendi dia bingung harus bagaimana.


"sayang..apa Reyhan sudah bangun?'.Rendi mencoba mencairkan suasana,tapi reyna hanya diam saja.


"ekhemmm....sayang aku sarapan di luar saja,aku mau ketemu teman biar sekalian saja nanti"


"terserah" Reyna pergi ke kamar Reyhan dia enggan berdebat dengan Rendi. Rendi menghela nafasnya berat dia tau Reyna kecewa.dreeettt.... ponsel Rendi berdering " halo ... aku masih di rumah.nanti aku mampir sebelum ke kantor,mau di bawakan apa? baiklah kalau begitu.sampai ketemu" Rendi bergegas berangkat ,di balik pintu kamar Reyhan ada yang terisak dia mendengar percakapan.Rendi " Sebenarnya siapa yang menghubungi mu? siapa dia begitu penting nya dia bagimu.sampai kamu tidak jujur padaku.kenapa?" reyna hanya bisa berkata dalam hatinya saja . sebelum Rendi pergi jauh Reyna segera mengikutinya dengan taksi agar Rendi tidak curiga.


mobil Rendi belok ke sebuah toko kue dia masuk ke sana tidak lama Rendi keluar membawa sebuah kotak kue dan kembali pergi dengan mobilnya.tidak lama mobil Rendi masuk ke sebuah rumah sakit ,Reyna mengikutinya ternyata Rendi masuk ke ruangan viv


"hai..aku kira tidak akan datang.maaf yah ngerepotin" seorang wanita berkulit putih rambut nya ikal matanya coklat dia tersenyum manis pada Rendi. Rendi membalas senyumnya dan dia memberikan bingkisan yang Rendi bawa. " ini ke sukaan mu tadi aku mampir untuk membelinya" di buka kotak kue itu wanita itu wajahnya berseri seri.


"kamu masih ingat kue ke sukaan ku" Rendi hanya tersenyum. di balik celah pintu Reyna melihat interaksi Rendi dan wanita itu usia nya hampir sama dengan Reyna. tiba tiba wanita itu memegang tangan Rendi dan bergelayut manja di lengan Rendi,mata Reyna melotot dia gak bisa mencerna apa yang dia lihat,tangannya menutup mulutnya karna rasanya dia ingin berteriak saat melihatnya .


"nindi..sebaiknya kamu istirahat biar cepat sehat" Rendi berbicara sambil mencoba melepaskan pegangan tangan wanita itu.


"oh iyah terimaksih kamu ada di saat aku harus berjuang untuk bayi A.terimakasih sudah memberikan nama yang bagus untuk nya.Amira prakasa nama yang cantik,trimaksih sudah memberikan dia nama belakang mu,ini akan jadi awal yang baru untuk kita"


Deg..... jantung Reyna seakan berhenti berdetak ." apa ini...siapa dia dan bayi??? apa yang terjadi?" reyna tak tahan lagi menahan segalanya .dia memilih pergi dari tempat itu.sambil berlari ia terisak tak kuasa menahan air matanya." apa mungkin kamu setega ini pada ku ? aku gak tau harus percaya dengan apa yang aku lihat atau tidak,rasanya aku gak bisa bernafas lagi"

__ADS_1


di dalam taksi Reyna terus saja mengingat apa yang baru dia lihat.Air matanya terus mengalir dan baru saja dia turun dari taksi kepalanya terasa pusing pandangan matanya kabur dan semua terlihat gelap


bruuuukkk....


Reyna ambruk di depan pintu rumah nya ,semua asisten rumah tangga berhamburan mendekati nyonya nya,Reyna di bopong oleh paman .


"nya..nya..non Reyna pingsan" bibi berteriak memberi taukan ibu Rendi.


"apa..kenapa bisa pingsan,?suster..tolong pegang Reyhan dulu saya mau lihat menantu" Ibu Rendi langsung memberikan Reyhan pada suster dan pergi ke kamar Reyna.


"sayang...nak bangun.,kamu kenapa nak kok bisa begini." Ibu Rendi mencoba membangunkan Reyna


"saya kurang tau nyonya,kata satpam tadi nona di antar taksi"


" panggil dokter bi.aku hawatir dia kenapa kenapa.karna masih belum sadar juga"


bibi memanggil dokter pribadi mereka ,dan Ibu rendi mencoba menghubungi anaknya itu.


Dreeettt...ponsel Rendi berdering di sana tertera nama pemanggil IBU .sayang nga Rendi sedang pergi ke kamar kecil dan dia meninggalkan ponselnya di ruangan nindi. Mendengar ponsel rendi bunyi terus Nindi mematikan nya bahakan saat rendi keluar dia tidak mengatakan apa apa. " aku harus ke kantor , semoga cepat pulih agar anak kamu bisa bersamamu.aku pamit,biar semuanya aku yang urus." Rendi langsung pergi dari sana .

__ADS_1


sesampainya di kantor Roy langsung menemui bosnya itu." tuan...tadi nyonya besar telpon katanya ponsel tuan tidak bisa di hubugi dan benar saja saya hubungi tuan tapi tidak bisa" Roy mencoba memberi tau Rendi


"perasaan aku tidak mematikan ponsel" saar Rendi mengeceknya benar saja ponselnya tiba tiba mati,dia langsung mengerutkan keningnya " loh kok bisa mati,padahal tadi pagi nyala." Rendi mencoba menyalakan ponselnya.


"tuan...sebenarnya ada hal penting yang ingin nyonya katakan"


"ada apa memangnya ibu menghubungi ku"


"nyonya Reyna...tuan" Roy ragu mengatakan nya dia takut kena marah karna tidak langsung memberitaukan nya


"ada apa dengan iatriku?"


"nyonya pingsan tuan "


"sial,kenapa tidak bilang dari tadi"


"maaf tuan" Roy menundukan kepalanya


☘️ terimakasih yang selalu setia menemani author di novel ini.terimakasih suport nya.makasih like dan komennya juga.semoga sehat selalu semuanya☘️

__ADS_1


__ADS_2