
" terserah kaka saja kalau tidak percaya" amira sudah kesal " baiklah..lalu siapa laki laki yang kamu bawa ke rumah?" reyhan mulai mengintrogasi amira.
" oh itu raja dia teman sekolah ku..memang kenapa ?" amira ingin tau apa yang akan di katakan nya
" hanya mengingatkan pokus sekolah jangan pacaran" Rendi seperti layaknya seorang kaka yang perduli pada adiknya padahal di sisi lain hatinya cemburu mendengar amira dekat dengan laki laki lain selain dia.
" aku tau tidak perlu kaka tegas kan aku juga sudah paham akan hal itu,sampai nanti saat nya tiba .sudah dulu kak aku mau mandi dulu bay" amira memutus telponnya tanpa memberi kesempatan pada reyhan untuk bicara
" tu...dasar bocah.awas saja jangan mentang mentang aku di sini kamu kira aku tidak akan mengawasi mu? kamu salah besar amira" Reyhan mengepalkan tangannya menahan amarah karna cemburu.
setelah selesai mandi amira ke kamar maminya untuk mengembalikan ponsel yang dia pinjam " mam....apa mami di dalam?" amira mengeruk pintu kamarnya tapi tidak ada jawaban. " mami...mam....ini mira" amira mencoba membuka pintu kamarnya ternyata tidak fi kunci amira masuk dan melihat lea tergeletak di pinggir ranjang " mam....mami...mami kenapa? bibi....paman...oma.....tolong mami" amira teriak teriak meminta tolong orang orang yang ada di rumah dan semuanya berhamburan karna suara amira yang kencang seperti toa. " kenapa mami kamu amira?" oma menghampiri lea dan amira " ya ampun nyonya...kenpa bisa begini?" bibi dan paman sam hawatir sekali melihat lea yang tidak sadarkan diri " cepat angakat dia ke ranjang paman" amira menyuruh paman untuk membaringkan lea di ranjang.
__ADS_1
" aku mau telpon papi " amira buru buru menelpon papinya " halo papi...mami pingsan pi cepat pulang" Rendi langsung pulang dia tergesa-gesa masuk ke mobil dan melaju kan kendaran nya ,karna takut hal buruk terjadi kembali seperti dulu.
amira juga menelpon dokter pribadinya untuk memeriksa lea ,tidak lama kemudian dokter memeriksa lea . Rendi tiba di rumah dia langsung menemui lea yang sedang di periksa oleh dokter. " bagai mana kondisi istri saya dok?" Rendi langsung menghampiri dokter " dia tidak apa apa tuan sebaiknya anda cari dokter kandungan " Rendi kagete dengan ucapan dokter " apa....dokter kandungan? jadi lea.?"
" saya rasa begitu tuan,kalau begitu saya permisi tuan" dokter pamit lea terbangun dia sadar semua tersenyum pada lea ,mereka bahagia mendengar ucapan dokter apa lagi oma yang begitu antusias sekali " sayang kamu tidak apa apa nak?"
" ah ibu aku kenapa tadi aku merasa sedikit pusing dan mual saat mau rebahan eh malah jatuh dan aku tidak tay lagi" lea menjelaskan apa yang dia alami
"aku tidak mau apa apa ,aku hanya mual saja." kemudian rendi memeluk lea dia bahagia karna ternyata istrinya tidak apa apa " kamu baik baik saja ka n sayang?"
"aku baik...sayang kamu kenapa sudah pulang,aku tidak apa apa hanya saja" lea mulai bicara apa yang dia inginka " iyah kenapa bicara saja sayang"
__ADS_1
" aku..aku ingin makan rujak mangga apa boleh" lea malu malu mengatakannya " oh ya ampun anak ku sayang sekarang ibu yakin kamu sedang hamil" oma makin antusias " hamil...?? apa itu benar mas?" lea ingin tau ke benarannya " nanti kita periksa yah..biar kita tau itu benar apa tidak?" Rendi mengusap kepala lea. " oh kalau begitu ibu tidak mau mengganggu ,ibu mau bikin rujak mangga dulu " ibu melangkah ingin pergi ke dapur tiba tiba saja " ibu tunggu ... " lea memanggilnya " iyah kenapa sayang?"
"aku mau mangga muda yang baru di petik" lea sudah muali banyak maunya " baik lah sayang ibu akan menyuruh sam untuk memetiknya di kebun belakang" ibu mengikuti maunya lea " biar aku saja yang memetiknya" rendi menawarkan diri karna itu untuk calon bayi dan istrinya
" jangan mas...kamu di sini saja aku ingin dekat kamu" lea menggelayut di tangan rendi " kamu jadi manja begini sayang..baiklah aku tidak akan ke mana mana"
amira yang baru datang karna habis menemui temannya raja yang datang menanyakan kegiatan sekolah dia tidak tau kabar ke hamilan lea ,dia menui maminya " maaf mam tadi ada raja jadi aku tinggal sebentar , mami sakit apa pi?"
"mami tidak sakit apa apa dia hanya sedang mengandung adik kamu "rendi menjelas kan
" apa..jadi aku akan punya adik....akhirnya rumah ini tidak akan sepi lagi.mami harus jaga ade bayi baik baik,aku juga akan bantu menjaganya" amira memeluk lea penuh kasih sayang
__ADS_1