
" kak Rey...sejak kapan kaka ada di sini?" amira gugup sekali Reyhan memegang tangan amira " mir...aku tau semua yang kamu katakan dan harus kamu tau apa yang kamu rasakan tidak bisa merubah takdir kalau kita adalah sodara kandung.jadi aku harap lupakan semua rasa yang ada karna kita tidak mungkin bisa bersama.mungkin kalau kita tidak sering bertemu nanti kamu akan lupa dengan rasa yang saat ini kamu rasakan.jaga dirimu baik baik di sini yah " reyhan mengusap rambut amira kemudian pergi meninggalkannya. " hik..hik..kamu benar kak aku akan melupakan rasa ini.aku memang tidak pantas buat kamu.karna kita sodara ,aku gak mau mengecewakan orang tua kita" amira mengusap air matanya.
beberapa hari berlalu persiapan pernikahan sudah sembilan puluh persen tinggal menunggu haru H nya besok . lea sedang piting baju buat acara besok begitu juga dengan yang lainnya.lea keluar dari ruang ganti pakayan di terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna silver tubuhnya yang semok memang membuatnya terlihat lebih seksi memakai gaun pilihan ibunya . "wah....cantik sekali calon ibu" amira yang melihat lea begitu cantik. Rendi tak berkedip melihat calon pengantinnya itu lea benar benar sempurna di mata rendi." awas tuh mata copot,ngedip kali Ren" dina tiba tiba datang bersama dewa dan anak anaknya. " hei kalain datang,ibu kira tidak datang" ibu menyambut dina dan dewa.
"iyah bu tadinya gak bakal dateng ,tapi kasihan nui sama anak ini nanti gak ada teman" dewa menyengol rendi " sialan kamu..makasih udah dateng." mereka berjabat tangan layak nya sahabat" wah pengantin nya cantik sekali" dina memuji lea " ah mba.. bisa saja" lea tersipu malau .kini mereka sudah selesai dan menuju lestoran dewa dan dina ikut makan bersama dina ikut serta menyiapkan acara besok karna dia adalah sahabat rendi dan reyna dan sekarng dina juga menjadi teman lea.mereka tidak mau melewatkan acara baik sagabatnya itu.
__ADS_1
hari H sudah tiba mereka terlihat serasi sekali Rendi dan Lea terlihat seperti putri raja " sayang kamu cantik sekali " Rendi menatap lea penuh cinta "kamu juga terlihat lebih tampan mas" lea tertunduk malu Rendi suka melihat leher jenjang lea yang mulus ity membuat rendi menelan ludah nya. "jangan di liatin terus nanti juga nyicipin tahan dulu" tiba tiba Dewa berbisik pada Rendi dan kata kata dewa membuat Rendi memukul kepala dewa " aww ...gila sakit tau." dewa marah karna kepala nya kena ketok " jaga bicara mu" Rendi melotot pada dewa sedangkan dewa malah tertawa terbahak bahak. tamu sudah muali berkurang hanya tinggal keluarga saja yang masih berada di sana .lea sudah tidak kuat berdiri kakinya lecet karna harus memakai hayhil yang sangat tinggi sedangkan dia tidak pernah memakainya
" sayang kamu kenapa" Rendi melihat lea meringis sambil memegang kakinya" kaki aku sakit mas" leaeringis " coba aku lihat sayang" Rendi mengangkat gaun lea dan meliahat kaki lea yang memang sangat merah bahkan sudah agak bengkak.
" baiklah aku nurut saja" lea mengalungkan tangannya ke leher rendi .mereka masuk ke kamar pengantin yang sudah di siap kan kamar rendi sudah di hias sangat cantik sekali karna mereka mengadakan pesta di rumah rendi yang megah.
__ADS_1
dewa baru saja mau pamitan pulang tapi kedua mempelai tidak ada di tempat nya " ya ampun sudah gak sabar rupanya dia" dewa tertawa sendiri " ada apa sayang kamu tertawa sendiri di sini ,mana pengantinnya? " dina celingukan karna tidak menemukan rendi dan lea " mereka sudah gak sabar sayang,kita juga cepetan pulang aku sudah gak sabar bikin adik buat si kembar " dewa berbisik pada dina " kamu ini..aku lelelah libur dulu yah" dina mencari alasan " gak ada kata libur kecuali tamu bulanan,ayo pulang" dewa merangkul pinggang dina meninggalkan pesta yang sudah akan berakhir
Rendi menurunkan lea di pinggir ranjang tempat tidur mereka malam ini,Rendi berjongkok melepaskan sepatu lea kaki nya lecet dan sedikit bengkak " kamu ini kalau merasa tidak nyaman jangan di pakai,jangn menyiksa diri sendiri" Rendi gak habis pikir selama itu mereka berdiri dan lea menahan nya sampai kakinya bengkak. " maaf mas...aku gak enak soalnya ini kan sepatu pilihan ibu jadi aku tidak bisa menolak" lea menjelaskan alasannya tidak menukar sepatu yang ia pakai " ya ampun kamu itu,ibu juga gak akan marah kalau kamu terus terang" Rendi mengolesi salep di kaki lea dan mencoba mengusap kakinya,lea meribgis karna terasa perih " tahan yah " rendi terus mengusap kaki lea yang mulus tanpa sadar karna sakit lea meringis sambil menarik gaunnya dan terlihat paha lea yang mulus ,rendi yang melihatnya menelan selivanya
" aahh...mas sakit" suara lea yang ke sakitan karna obat yang di oles rendi malah membuat Rendi menegang,suaranya sangat indah di telinga Rendi " mmass...perih aahh" Rendi semakin kacau otak nya sudah tidak bisa terkontol lagi
__ADS_1