
" mira ini baju ganti buat kamu,bersihkan diri dulu biar badan kamu segar" jonatan memberikan sebuah tas yang berisi pakaian lengkap untuk amira.
" terimakasih . .. aku ganti pakaian dulu" amira pamit pada jonatan dan reyhan.
" kalau begitu aku pulang dulu om.tolong sampaikan pada amira,nanti saya kembali lagi."
" baik lah apa perlu pengawal untuk mengawal mu?" jonatan menawarkan bantuan
" terimakasih om tawarannya .saya pulang sendiri saja "
" baik lah kalau begitu hati hati yah"
" baik om permisi"
Reyhan pamit pulang terlebih dahulu karena dia harus mengurus yang lainnya,dia juga harus mengecek ke adaan perusahaan yang saat ini masih belum ada lagi orang yang bisa dia percaya untuk mengatasinya selain roy. karena tidak mungkin roy harus mengurus lima perusahaan sekaligus ,reyhan butuh orang baru yang bisa di percaya dan di andalkan.
" kak rey ke mana ?"
" dia pamit pulang dulu banyak hal yang harus dia urus,kamu mau makan? ini ada makanan tapi maaf saya tidak tau makanan kesukaan mu itu apa,jadi hanya ini yang di beli . makanlah dulu nanti kamu sakit" jonatan sengaja membelikan makanan unutk amira
__ADS_1
" tidak apa apa terimakasih makanannya" amira tersenyum sambil membuka kotak makanan yang di belikan jonatan.
" apa anda tidak makan?"
" tidak saya tidak lapar,kamu saja yang makan"
" kalau ayah sakit siapa yang akan nemenin ibu nantinya?"
" aa...a..apa kamu panggil saya ayah..apa itu benar?"
amira hanya mengangguk " terimakasih nak,kamu mau memanggil ku ayah,maaf kan atas segala kesalahan ku padamu."
" tentu setelah ibumu kembali baik kita akan memulai semuanya dari awal lagi . ayah janji tidak akan mengecewakan kamu lagi nak" jonatan memegang tangan amira.
" apa ayah boleh memeluk mu?"
" tentu" amira dan jonatan berpelukan mereka saling meneteskan air mata
" sudah ayo kita makan dulu sekarang,biar kita kuat menjaga ibu " amira mencoba mencairkan suasana meski masih ada rasa canggung di antara mereka.
__ADS_1
jonatan akhirnya mengikuti kemauan amira untuk makan bersama,ini kali pertama buat jonatan bisa makan dengan anaknya. buat amira ini juga kali pertama makan dengan ayah kandungnya.
"ternyata begini rasanya bisa bersama sama dengan anak yang sudah lama aku dambakan .bahakan kali ini aku bisa makan bersamanya,terimakasih nak kamu mau memaafkan ayahmu ini.aku janji akan berusaha menjadi ayah yang terbaik buat mu nak,ayah janji akan menjaga mu dan ibu mu kali ini .terimakasih rendi kami sudah menjaga anak ku selama ini,kalian sudah berhasil jadi orang tua kebanggaan amira dia juga beruntung punya orang tua seperti kalian yang begitu menyayangi dan mencintainya tulus. aku benar benar berhutang budi banyak padamu rendi,maaf kan aku yang justru malah mencelakai mu"
jonatan sangat menyesal sekali dengan apa yang sudah dia lakukan. dia menatap amira dengan mata yang berembun,dan mengusap lembut rambut amira yang terurai basah karena memang dia baru saja mencucinya .amira menoleh dan menatap jonatan
" ayah kenapa? apa makanannya pedas? apa ayah tidak suka pedas? kalau begitu biar nanti aku yang masakin ayah,ayah suka makan apa? kalau papi suka sekali aku bikinin spaghetti katanya bikinan aku lebih enak dari bikinan momi dan mami" tiba tiba saja amira menggigit bibir bawah nya,dia merasa bersalah karena sudah membicarakan rendi di depan ayah nya .
" maaf....ayah....aku...tidak bermaksud untuk.."
" tidak apa apa nak,ayah mengerti..ayah senang kalau kamu cerita soal papi mu dia juga keluarga mu.justru mereka yang lebih mengerti kamu di banding ayah"
" bukan begitu maksud ku ayah"
" iyah iyah...tidak apa apa ayo lanjutkan makan nya,lain kali ayah juga akan menyicipi masakan mu boleh kan?"
" tentu ayah"
" bahkan saat bersamaku dia masih selalu menyebut nama mu rendi .kamu justru sudah seperti orang tua kandungnya "
__ADS_1