
setelah melihat beby Reyhan Rendi kembali ke ruangan ICU. di luar sudah ada Dina dan Dewa.saat Rendi akan menghampiri mereka tiba tiba Roy datang dan berbisik pada Rendi kalau dia ingin bicara sesuatu.
"cepat katakan apa yang terjadi?"
"tuan di butik itu tidak ada sisi tv,tapi menurut salah satu karyawan dia melihat nona jesi mengganti kain keset yang ada di depan pintu ganti . ke mungkinkan ini di sengaja tuan" Rendi mengepalkan tangannya menahan amarah mendengar informasi dari Roy
"sekarang bawa pelayan itu,bayar dia berapa pun agar mau jadi saksi nanti.urusan jesi aku minta kamu urus semuanya sampai wanita itu bisa dapat hukuman yang setimpal." Rendi gak akan biarkan orang yang menyakiti anak dan istrinya bebas begitu saja.
__ADS_1
"baik tuan,segera saya kerjakan" Roy pergi mencari ke beradaan jesi. Dewa menghampiri Rendi dia tau ad yang tidak beres di sini.
" aku mau bicara sama kamu"Dewa pergi menjauh dari orang tua Reyna.rendi mengikutinya mereka berhenti di taman rumah sakit di sana Dewa sudah mengepalkan tangan nya,tanpa aba aba Dewa langsung memukul Rendi berulang kali.Rendi hanya diam di tidak melawan.
"bajingan..sudah aku katakan kalau kamu tidak bisa menjaganya biarkan akau yang mendampinginya. aku kira kamu bisa menjaga nya dengan baik.lalu apa yang terjadi saat ini.itu semua gara gara kamu. aku gak akan biarkan orang yang sudah melakukan ini hidup tenang. suami macam apa kamu yang tidak bisa menjaga istri dan anak nya.ingat baik baik jika ini terjadi lagi aku tidak akan tinggal diam" dewa begitu marah,sebenarnya bukan karna masih cinta,tapi karna Reyna adalah orang yang menjadi penyemangat di masalalu.dan kini rasa itu seperti seorang sodara,hanya ada rasa sayang tanpa rasa cinta. tapi sayangnya ke jadian itu di lihat oleh Dina ,dina yang penasaran mengikuti mereka,kenapa Dewa dan Rendi pergi begitu saja ke taman dan ternyata ini alasannya. hati Dina hancur,baru saja Dewa katakan kalau dia tidak lagi memcintai Reyna ,tapi mendengar kata kata Dewa Dina yakin Dewa masih cinta
"Dina....din..tunggu"
__ADS_1
dina tidak mau mendengarkan nya .tapi dewa mengejarnya dia menarik tangan dina. dina pun berhenti.
" din..dengarkan aku dulu.semu tidak seperti apa yang kamu dengar dan lihat"
" lalu...aku harus percaya pada apa yang tidak bisa aku lihat dan tidak bisa aku dengar.? aku bukan patung yang mudah kau mainkan .aku juga bukan minuman yang kamu butuhkan di saat kamu haus saja . cukup dengan semua ini. aku memang mencintai kamu,tapi bukan berarti kamu bisa memainkan perasaan ku sesukamu.dan mulai dari sekarng aku berjanji tidak akan lagi menyimpan rasa ini di hati aku.akan aku coba untuk mengubur semua rasa yang ada di hati ku untuk mu." dina menghempaskan tangan Dewa.dia pergi meninggalkan Dewa.
"aaaaahhhh.....kenapa jadi begini.aku hanya ingin melindunginya bukan karna cinta. kenapa dia tidak percaya padaku" Dewa prustasi kenapa sekarang justru dia ya g takut ke hilangan dina. padahal dulu dina yang selalu mengikutinya seolah dia takut ke hilangan dewa.sekarang semuanya berbalik
__ADS_1