Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
Reyna,Rendi dan Dewa bertemu


__ADS_3

"terserah kamu saja yang"


"ok besok kita ketemu dia "Rendi mencium pipi Reyna.


ke esokan harinya Rendi dan Reyna pergi ke perusahaan Dewa." permisi ada yang bisa saya bantu?" karyawan Dewa menyapa mereka


"saya mau ketemu pak dewa apa bisa?"


"apa sudah bikin janji sebelumnya?"tanya karyawan


"belum,tolong katakan kalau Nona Reyna ingin bertemu" Reyna melotot karna Rendi mengatas nama kan Reyna .dewa memberi isyarat agar Reyna diam. saat karyawan nya bilang ada Reyna yang ingin bertemu, Dewa langsung menyuruhnya masuk.padahal karyawannya belum selesai bicara.dan mereka langsung di suruh masuk ke ruangan nya Dewa. saat mereka masuk dewa duduk di kursi ke besarannya sambil membelakangi mereka.sebelum mereka bicara Dewa sudah bicara lebih dulu tanpa tau siapa saja yang ada di sana


"aku tau kamu akan menemuiku,aku yakin suami mu itu tidak bisa membuatmu bahagia.dan aku yakin aku bisa membuatmu bahagia,jadi ke marilah sayang.kembali padaku"Dewa langsung berbalik,dan alangkah terkejutnya Dewa saat yang ia lihat bukan Reyna tapu Rendi. dan Reyna ada di belakang Rendi.


"kamu..."


"selamat siang tuan Dewa...maaf kami mengganggu waktu menghayal mu." Rendi tersenyum sinis pada Dewa. Dan itu membuat Dewa mengepalkan tangan nya.


"mau apa anda kemari?"


"saya hanya ingin bilang pada anda bahwa anda jangan pernah bermimpi kalau aku akan melepaskan Reyna untukmu .karna pada ke nyataan nya aku dan dia berjodoh.dan yang anda lihat waktu itu saat dia menangis,itu karna dia terlalu cinta padaku sehingga membuatnya cemburu jika ada yang mendekati ku.,bukan begitu sayang" Rendi menarik tangan Reyna yang ada di belakangnya.


Dewa hanya diam dia tidak mau bicara.

__ADS_1


sekarang Reyna yang ikut bicara." Dewa...aku dan Rendi memang sedikit ada salah paham dan itu adalah hal yang wajar dalam rumah tangga. dan aku ingin menagih janji mu. kamu bilang kamu akan melepaskan ku dengan Rendi jika terbukti dia tidak bersalah.dan kamu akan membuka hatimu untuk dina iyah kan? aku mohon perbaiki hubungan mu dengan dina,dia wanita baik.dia juga sangat sayang dan cinta sama kamu.maaf kan aku dewa,aku harap kamu bisa mengerti" Reyna menggenggam tangan Rendi dan Rendi membalasnya.


"jadi tuan Dewa aku harap anda berlapang dada untuk melepaska kami.dan aku harap bisa segera mendengar kabar baik dari kamu dan dina.kami permisi" Rendi pamitan.tapi dewa hanya diam dia mengepalkan tangannya.dan setelah mereka pergi dari tempat itu Dewa memulul tembok saking kesalnya.


*


*


" halo...Din kamu di mana kita bisa bicara?" dewa menelpon dina .


" baiklah,kamu ke rumah saja aku sedang tidak enak badan."


" kamu sakit? sudah berobat? baiklah nanti aku ke sana"


Dewa menghela nafasnya dalam.entah kenapa ada rasa hawatir ketika tau dina sakit.dan lagi lagi dia menepis perasaanya itu.dia hanya mengira itu rasa hawatir pada sahabat saja.Dewa bergegas pergi ke rumah Dina,sebelum ke rumah dina dia mampir ke toko kue ke sukaan dina. setelah membayar nya Dewa langsung menuju ke rumah dina dan setelah samapi di sana Dewa langsung menemui Dina di kamarnya.


Dilihatnya Dina sedang berbaring,wajahnya pucat .dewa tidak berani membangunkan nya dia hanya duduk di pinggiran ranjang .di lihatnya wajah dina " cantik..kamu mamang cantik,baik dan sangat pintar.apa aku bisa membuka hati ini buatmu?apa aku bisa membuatmu bahagia?jika nanti aku mencoba hubungan baru denganmu,apa aku sanggup" Dewa berkata dalam hatinya .namun saat dewa menatap Dina gadis itu terbangun dan dia kaget melihat dewa sudah ada di kamarnya.


" ya ampun...kamu sudah si sini,apa dari tadi?"


"iyah .. tadi aku lihat kamu tidur jadi aku nunggu kamu bangun saja,kamu pucat sekali din.apa sudah di periksa?"Dewa terlihat sangat hawatir.


"tidak apa apa aku hanya pusing sedikit nanti juga sembuh aku sudah minum obat ko,ada yang ingin kamu katakan?apa ini soal kerjaan?"

__ADS_1


"baiklah tapi kalau belum sembuh juga nanti kita ke dokter iyah,dan aku tidak menerima penolakan."


"terserah kamu saja" Dina bingung kenapa sikap dewa padanya seprti orang yang perduli pada pasangannya."kenapa kamu selalu membuat ku salah paham dengan sikapmu . kamu selalu membuat ku melayang dan akhirnya kamu jatuh kan aku" saat Dina asik dengan pikirannya dewa mengejutkan nya


"hey...apa kamu melamun lagi? ya ampun"


"maaf...jadi apa yang mau kamu katakan?"


"dengarkan..jangan melamun lagi" Dina hanya menganggukan kepalanya.


"tadi saat aku di kantor Reyna datang ke kantor ku dan_.."


belum juga Dewa selesai bicara pembantu Dina datang memberi taukannya bahwa ada pengacaranya ingin bertemu.


" nona...ada pengacara anda di bawah.dia ingin bertemu katanya penting"


" baik lah bi,tunggu sebentar nanti aku ke bawah"


"baik nona" pembantunya pergi menyampai kan pesan dari dina


"maaf Dewa aku harus menemuinya,mungkin kita bisa bicara lain kali.hari ini aku tidak bisa,maaf "


"hmm...baiklah kalo begitu aku pulang dulu.jaga ke sehatan dan kalau ada apa apa hibungi aku" Dina hanya mengangguk dan Rendi pun pergi.

__ADS_1


"ternyata kamu hanya ingin membicarakan soal dia lagi,aku kira kamu akan mengatakan perasaan mu padaku.aku memang bodoh,aku terlalu berharap banyak padamu" Dina bicara seolah Dewa ada,dan di lihatnya di atas meja dekat tempat tidur ada kue ke sukaan Dina. di sana ada kartu ucapan "cepat sembuh gadia bawel" Dina tersenyum masam.


__ADS_2