
amira sedang tidur matanya ngantuk sekali karna habis minum obat dari dokter .tiba tiba ponselnya bunyi amira tidak langsung mengangkatnya karna matanya ngantuk sekali ,setelah beberapa kali berbunyi baru amira jawab telponnya." siapa sih berisik banget,gak tau apa orang lagi ngantuk " amira menggerutu sambil mengambil ponselnya tanpa melihat nama yang tertera di ponselnya." iyah halo "
" halo..."
" ya ampun iyah halo "
amira masih belum sadar siapa menghubungi nya
" kenapa marah marah tidak suka aku telpon?"rendi mulai aneh karna amira marah marah
" hah..kak...Rey ._"
" kenapa aku ganggu? yah sudah aku tutup telponnya kalau aku mengganggu" Reyhan mau menutup ponselnya
"maaf kak..aku gak tau kalau kakak yang telpon " amira mencoba menjelaskannya pada reyhan
" memang kamu sedang apa?" Reyhan ingin tau kenapa sampai amira tidak.tau kalau dia yang telpon.
__ADS_1
" aku ke tiduran tadi habis minum obat " amira menjelaskan
" bagai mana ke adaan kamu sekarang?"
"aku baik ka,jauh lebih baik dari sebelumnya.terimakasih sudah menanyakan kabar mira harusnya tidak usah repot repot kak,kalau hanya di suruh mami sama papi." amira merasa reyhan terpaksa melakukannya pasti di suruh orang tua nya
" kok kamu ngomong gitu ,aku baru tau kalu kamu sakit maaf" Reyhan merasa bersalah
"gak masalah kak mungkin kak sibuk.oh yah kak aku mau istirahat dulu makasih waktunya ,daah kak" amira menutup telponnya
"tungg...u" Reyhan meresa ada yang aneh pada sikap amira " kenapa...apa dia kecewa padaku..sudah pasti dia kecewa" Reyhan menghela nafas nya dalam
sedangkan amira matanya berkaca kaca saat menutup telponnya " maaf kan aku ka..aku hanya tidak mau perasaan ini semakin dalam" amira merebahkan dirinya dan menarik selimut sampai menutup kepalanya dia mencoba melupakan semua yang perbah terjadi
Rendi pulang ke rumah dengan muka yang kusut dia masih kesal dengan ke jadian di kantornya " mas sudah pulang rupanya,kamu kenapa wajah kamu kusut sekali apa ada masalah di kantor?" lea melihat Rendi yang tidak seperti biasanya
" iyah ada sedikit masalah di kantor,bagai mana ke adaan amira sayang?"
__ADS_1
" sudah lebih baik mas,dia juga sudah mau makan sekarang" Lea mencoba menjelaskan
" bagus kalau begitu semoga dia cepat pulih dan bisa kembali ceria lagi" Rendi sangat bergarap amira bisa seperti dulu.
" iyah semoga saja, mas mandi dulu baru nanti makan.aku sudah siapkan air hangatnya " Lea membuka Jas rendi dan menyimpan nya .tiba tiba rendi memeluknya darinbelakang " mas..mandi dulu " lea memcoba melepas pelukan rendi tapi rendi justru menggendong lea dan membawanya ke kamar mandi
" mas..aku sudah mandi lepasin " lea meronta minta di turun kan ,tapi rendi malah mendudukan lea di kloset dan mengunci pintunya " temani aku mandi sayang" rendi mengangkat lea dan akhirnya mereka mandi bersama.
tok..tok...
" papi..mami..." amira mengeruk pintu kamar orang tuanya tapi tidak ada jawaban " papi...mami apa kalian di dadam?" lea buru buru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk kimono dan membuka pintu " iyah sayang ada apa,ko kamu ke luar kamar itu infus nya sudah di lepas?"lea heran karna amira sudah melepas infus nya.
" sudah mami ,tadi dokter bilang sudah bisa di lepas dan alu sudah lebih baik,papi mana mami?" amira celingukan mencari ke beradaan Rendi
"emmm...papi sedang mandi sayang,mending kamu tunggu di ruang makan nanti kita nyusul" lea sedikit gugup
" oh baiklah kalau begitu,..eeh tunggu dulu mami bukannya tadi sudah mandi,kok mandi lagi?" amira heran karna lea mandi lagi setelah sore tadi sudah mandi dan rapih
__ADS_1
lea bingung harus menjawab apa " itu....em...mami tadi.._"