
"iah sayang aku gak mungkin lakuin itu,aku cuma cinta sama kamu"
"ok ..aku untuk sekarng aku percaya.kapan pulang?"
"kalau hari ini semua beres ,besok juga pulang"
"kenapa harus besok?kalu beres hari ini pulang sekarang juga.kenapa harus besok?"
Rendi bingung menjelaskan nya,karna sepertinya akan percuma debat sama bumil ini karna semuanya akan salah di matanya."iah sayang kalau beres hari ini saya pulang langsung"
Reyna senang mendengarnya,dia gak tau kenapa rasanya rindu kalau jauh sama Rendi." bagus...aku tunggu yah sayang..love you"
"love you to sayang"
percakapan pun selesai,Rendi langsung menyuruh Roy untuk cepat ke tempat pembangunan yang harus di tinjau.
*
*
*
Dan ternyata mereka tidak bisa langsung pulang,karna semuanya beres sampai malam.Rendi kembali ke hotel,saat akan naik lif dia kaget kan dengan seseorang yang merangkul tangannya.Rendi langsung melihat ke arah orang yang merangkul tangannya.
__ADS_1
"haii...masih ingat saya tuan?saya yang tadi anda tolong. nama saya jesi" wanita itu mengulurkan tangan nya,untuk berjabat tangan dengan Rendi.tapi tangan satuny tetap merangkul tangan Rendi.
Rendi langsung melepaskan tangannya jesi.
"oh iyah senang bertemu kembali dengan anda nona jesi."Rendi langsung pergi tanpa memperdulikan jesi yang mengikutinya.
"tunggu...tunggu tuan.aku belum tau nama anda"
Rendi berhenti dan berbalik,"apa perlu anda tau nama saya?"
"iyah lah ...kalau kita ketemu lagi kan jadi saya enak manggil nya."alasan jesi.
"baiklah..kalau itu bisa membuat anda berhenti mengikuti saya,karna saya lelah mau istirahat. nama saya Rendi..cukup.permisi" Rendi pergi meninggalkan jesi.
"aku suka sama cowo yang dingin seperti mu.mas Rendi...ah rasanya cocok.sekali kalau aku panggil kamu mas".jesi senyum senyum sendiri.
Rendi kaget saat tau siapa yang datang.
"selamat pagi mas Rendi,baru bangun yah...maaf jesi mengganggu.boleh aku masuk mas ada yang mau di omongin"tiba tiba jesi nyelonong masuk tanpa rendi memberi ijin. dan itu terdengar oleh Reyna karna dia berniat membangunkan Rendi,karna telpon nya masih tersambung semalaman.karna tidak tahan dengan pikiran yang aneh aneh datang di pikiran nya,karna ada wanita masuk ke kamar hotel suaminya.Reyna langsung menutup telpon nya.
"hey kamu main masuk saja,saya tidak mengijinkan kamu masuk ini kamar saya ,anda tidak sopan masuk tanpa permisi"Rendi langsung menarik tangan jesi untuk ke luar.
jesi pura pura terseret dan terjatuh" aww...pelan pelan dong masa main tarik aja,liat nui aku jatuh kaki ku masih sakit" Rendi Terpaksa.membantunya berdiri. dan itu di manfaat kan jesi ia pura pura tersandung dan memeluk Rendi.lipstik nya kena ke baju Rendi.
__ADS_1
"maaf saya.tidak sengaja" Jesi merapikan baju Rendi. dan Rendi menolaknya.
"silahkan keluar nona,saya buru buru "Rendi mengusir jesi. dan jesi pun pergi.
Rendi tidak sadar kalo dari tadi Reyna tau apa yang terjadi meski tidak sepenuhnya.
Rendi bergegas merapikan pakaiannya dan segera menelpon Roy untuk secepatnya berangkat untuk pulang.
" apa mobil nya sudah siap,kita pulang sekarng"
"sudah tuan,mari"
mereka pergi meninggalkan tempat itu,dan tanpa Rendi sadari ada yang terus mengikutinya.
dan di Rumah Reyna menangis ,karna merasa kesal ia minta paman supir mengantar nya ke pusat perbelanjaan. hanya untuk menghilangkan rasa kesalnya.
sampai nya di sana dia terus saja keluar masuk toko tanpa membeli sesuatu. karna merasa lelah Reyna berhenti membeli jus buah.sambil meminum jus nya tanpa sadar menangis.
tanpa Reyna sadari ada seseorang yang melihatnya.
tangannya mengepal penuh amarah,seakan tidak terima melihat air mata jatuh di pipi Reyna.
****
__ADS_1
kira kira siapa yah ???? ada yang tau gak,ayo tebak siapa kira kira. tunggu up nya yah.terimakasih udah setia mengikuti sampai sini.
semoga sehat selalu yah😊🥰