
"tanteu mau kan jadi ibu ku" mata amira berbinar binar berharap lea mau jadi ibu nya" sayang kita bicarakan nanti yah tanteu mau ke kamar dulu mau beresin pakaian tenteu,jangan sedih lagi " lea mencium jidat amira dan meninggalkan amira sendiri di kamarnya sebenarnya dia menghindar bukan tidak mau jadi ibu nya tapi tidak enak harus mengambil ke putusan sepihak. amira merebahkan dirinya di ranjang dan memejamkan matanya."mba sekarang apa yang harus aku lakukan,amira meminta ku untuk jadi ibunya apa aku bisa mba.aku tidak mungkin bisa jadi seprti mu.tapi aku akan selalu menyayangi mereka" lea berbicara dalam hatinya seakan Reyna ada bersamanya
hari sudah sore Reyhan baru saja pulang bersama papinya " sore tanteu maaf Rey gak ikut nyambut tanteu pulang" Reyhan menyalami lea " gak apa apa Rey,kalian barengan pulangnya ?" lea melihat Reyhan dan rendi pulang bersama " iyah tadi habis ngurus ke pindahan Rey ke amerika" Rendi yang menjawab kali ini " oh..kenapa harus pindah sekarng ,kenapa gak nanti aja pas mau masuk kuliah kan tanggung satu semester lagi" lea memberikan pendapatnya.rendi hanya mengangkat bahunya " gak apa apa tanteu biar lebih mandiri aja tanteu " Rey mencari cari alasan " oh yah sudah kalu begitu,mandi ganti baju mu dulu nanti kita makan bersama" Lea menyuruh Reyhan membersihkan diri.Reyhan hanya mengangguk dan pergi ke kamarnya Rendi memeluk lea dari belakang karna lea sibuk menyiapkan makanan di meja makan " mas jangan gini malu di lihat orang,apa nanti kata mereka kita bukan suami istri" lea mencoba melepaskan pelukan Rendi." kalau begitu aku akan menjadikan mu istriku"
__ADS_1
" jangan bercanda mas,mendingan mas mandi dulu nanti kita makan bareng aku mau panggil amira sama ibu dulu" lea pergi meninggalkan rendi " aku akan buktikan kalau aky tidak bercanda lea" rendi tersenyum sambil melangkah kan kaki.ke kamarnya.lea sudah memanggil semua anggota keluarga dan juga rendi untuk makan bersama tapi suasana meja makan terasa berbeda karna si cerewet amira sekarng hanya diam saja tidak banyak bicara.Rendi yang merasa aneh melirik pada ibu mertuanya yang bisanya lebih tau tentang amira tapi ibu mertuanya hanya mengangkat bahu nya seolah dia tidak tau padahal dia sengaja tidak ingin mengatakannya takutnya rendi juga akan tau perasaan amira yang sebenarnya. ekhemmm...rendi berdehem mencoba mencairkan suasana.
" sayang putri cantiknya papi bagai mana sekolah mu apa kamu sudah pikirkan akan kuliah di mana nanti?" Rendi tidak mau melihat anak ke sayangan nya itu bersedih " baik baik saja pi,aku gak tau mau ke mana gimana nanti aja lah pi masih lama ini belum ke pikiran" amira menjawab hanya hanya sekedarnya kemudian dia diam lagi " oh yah papi mau bicara sesuatu sebelum Reyhan pergi ke amerika papi mau kalian tau sesuatu papi akan melamar tanteu lea apa kalian setuju?" Rendi tiba tiba mengungkapkan niatnya di hadapan semua keluarganya ,lea yang tidak tau menau soal lamaran Rendi di buat bengong.
__ADS_1
" selamat yah nak,ibu dan ayah bahagia sekali nak" ibu memeluk lea " terimakasih ibu" lea pun menangia di pelukan ibunya.semua pelayan bubar karna rendi menyuruh mereka kembali bekerja. " jadi kapan papi akan menikahi calon ibu aku ini" amira terus menggoda papinya. " kamu ini nanti itu urusan oma ,biar oma yang urus .iyah kan ren" oma amira ingin ikut ambil alih mengurus pernikahan lea. " iyah terserah ibu dan lea saja saya hanya mengikuti" Rendi juga tidak mau membuat mertuanya itu kecewa.
"baiklah satu minggu lagi acara pernikahannya,biar Reyhan juga bisa menghadirinya" oma sudah memutuskan hari pernikahannya " baik lah terserah ibu saja" lea juga tidak mau membuatnya kecewa.
__ADS_1
setelah acara makan malam menjadi acara lamaran itu selesai Reyhan pergi ke taman bunga mawar ke sukaan momi nya di sana sudah ada amira yang sedang duduk sambil berbicara sendiri " momi..pasti momi tau kan kak Rey akan pergi.aku sedih momi..aku yakin momi juga tau apa yang aku rasakan.momi jangan marah padaku,ini semua bukan ke mauan ku. aku juga gak tau kenapa aku mencintai kak Rey.padahal dia kaka ku,aku akan mengubur rasa ini mom,aku akan mencobanya" amira mengusap air matanya .tiba tiba ada yang memegang bahunya amira dan itu membuat amira berbalik untuk melihatnya dan itu ternyata " kak Rey...."