
hari H sudah tiba Dina terlihat cantik dengan gaun berwarna biru seperti putri dari negri dongen.Dewa terlihat manis dengan pakaian seorang raja.karna acara akad sudah selesai siang hari,malam ini adalah pesta penyambutan tamu tamu undangan dari semua kalangan. Dewa tak mau berpaling menatap Dina dan itu membuat Dina Risih.." kenapa liatin aku terus? apa makeup aku jelek?" Dina tidak tau kenapa dewa terus saja menatap nya.
"tidak...kamu cantik sekali sayang.sangat sangat cantik malam ini" Dewa memegang tangan Dina.
"ekhem...maaf tolong jangan di sini tunggu beberapa jam lagi" Rendi membuat Dina tersipu malu.
"dasar pengganggu..selalu saja bikin aku kesal.sana pergi aku sudah tidak menerima tamu" celoteh Dewa
"hahaaa...ada yang udah ngebet nih kayanya." Rendi senang menggoda dewa,dan Reyna mencubit Rendi
"sayang kamu ini apa apa n sih,bikin mereka malu saja.maaf yah Din ,wa dia memang suka becanda.selamat yah Din,semoga bahagia selalu cepet nyusul dapet momongan." Reyna dan dina saling pelukan.tapi entah kenapa Dina menangis tersedu sedu saat Reyna memeluknya.
__ADS_1
"kamu kenapa ko nangis din" Reyna heran kenapa dini menangis.
"aku gak nyangka aku bisa nikah sama cowo sombong ,keras kepala dan egois ini" Dina mencubit dewa.
"ya ampun yang..,gini gini juga suami kamu sekarang" Dewa mengusap tangannya yang di cubit Dina.
"sudau sudah aku gak bisa lama lama Reyhan soalnya cuma sama suster.ibu sama ayah semuanga ke mari jadi aku gak bisa lama lama maaf" Reyna tidak enak hati sebenarnya harus pulang lebih dulu tapi karna hawatir sama bayi R terpaksa harus pamitan.
"ok nanti aku samalmkan.Dewa..aku harap kamu bisa menjag Dina.tolong jangan sakiti Dia.kalau aku tau kamu menyakitinya aku tidak akan memaaf kan mu" Reyna mengancam Dewa.
"gak mungkin lah,aku tuh suami yang baik tidak suka main perempuan apa lagi menyakiti hatinya.aku rasa kamu sudah tau itu.karna aku bukan cowo sepertinya" Dewa melirik Rendi dia ingat saat Reyna menangis karna jesi.Rendi melotot mendengar ucapan Dewa.merasa tidak akan ada habisnya kalau mereka sudah saling sindir,Reyna menarik tangan dewa dan langsung pamit pulang .
__ADS_1
*
*
akhirnya acara selesai cukup lama sampai tengah malam baru semua tamu pulang semua badan Dina rasanya pegal karna harus menyambut semua tamu yang begitu banyaknya.Dina dan dewa masuk ke mamar hotel yang sudah di sediakan khusus kamar pengantin di atas ranjang sudah di penuhi kelopang bunga yang bertaburan.hiasan nya sungguh romantis.Dina merasa gugup menghadapai malam pertama mereka ."kamu kenapa diam di sana terus,apa mau tidur dengan pakaian seprti itu" dewa aneh melihat Dina yang masih duduk di meja riasnya .padahal riasannya sudah di bersihkan,rambut lurus nya di ikat ke atas.terlihat leher jenjeng yang putih mulus itu membuat dewa menelan ludahnya
"sebenarnya aku mau ganti baju,tapi..."
"tapi kenapa?"
"aku tidak bisa membukanya,tanganku tidak nyampe" karna baju itu di buka di belakang jadi Dina butuh orang untuk membukanya
__ADS_1
"ya ampun sayang kenapa tidak bilang biar aku yang buka"Dewa mendekat dan mencoba membuka baju Dina,jantung dina berdekup kencang dia sangat gugup.Dewa mendekatkan wajah nya ke pundah Dina sampai terasa hembusan nafasnya di leher Dina yang mulus Dewa mencium lehernya,baju sudah terbuka Dewa mencoba meraba kedua aset Dina Yang besar din memejamkan matanya. lalu dewa mencium bibir dina lidahnya mulai bermain tanapa terasa Dewa sudah membuka semua pakaian dina tanpa satu pun tersisa. Semua tubuh dina di penuhi tanda ke pemilikan oleh Dewa tanpa terkecuali. dan malam itu menjadi malam yang panjang buat mereka sampai berkali kali pun masih saja tidak ada lelahnya sampai malam berganti pagi baru lah mereka tertidur pulas