Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
sikap Rendi


__ADS_3

hari ini sudah satu minggu ke pergian Reyna .ke adaan rumah jauh lebih baik dari sebelaumnya.amira sudah lebih baik dia sudah mau makan dan bercerita meski masih belum mau ke luar kamar.ibu sekarng juga jauh lebih baik ke hadiran Lea memang membuat mereka tidak terlalu larut dalam ke sedihan hanya saja sikap Rendi jadi dingin terhadap Lea . entah kenapa Rendi seperti menghindar dari lea dan hal itu jelas di rasakan oleh Lea . seperti pagi ini saat mereka bertemu di dapur, Lea sedang memasak untuk ibu dan anak anak karna mereka meminta sup buatan Lea. tiba tiba rendi ke dapur ingin mengambil minum,karna pelayan sedang libur sedang kan bibi sedang belanja bulanan keperluan rumah. Rendi ingin mengambil gelas tiba tiba mereka bertabrakan karna Lea berbalik untuk mengambil mangkuk "aahhh...tangan lea di pegang oleh rendi karna dia hampir jatuh dan lea berada di pelukan rend.mata mereka bertatapan .tiba tiba Rendi melepas pegangannya dan menjauh dari Lea.


"maaf" lea meminta maaf tapi rendi diam saja dia mengambil air dan pergi tanpa mengucapkan satu kata pun.


"ada apa dengan mu mas..kenapa kamu dingin sekali padaku? apa aku punya salah padamu" lea mengusap air matanya yang hampir jatuh.


lea kembali menyiapkan makanannya dia tidak mau terlihat sedih


*


*


*


"tanteu..sup nya enak sekali mira suka" amira senang makan masakan Lea.


" awas tan..itu modus biar di masakin lagi" ucap reyhan


" iihhh...kak Rey...menyebalkan sekali" amira manyun


"gak apa apa sayang..tanteu senang kalu harus masak buat kamu" lea membela amira


"wee ee....kasian deh kak Rey.tanteu amira aja mau kok masakin terus buat aku" amira senang karna di bela oleh Lea

__ADS_1


"sudah..sudah...ayo makan nya jangan berantem terus" oma akhirnya ikut bicara


" oh yah..papi kalian ke mana? kenapa dia tidak pernah ikut makan bareng sekarng?" opa merasa aneh karna Rendi sekarng jarang kumpul bersama


" mungkin mas rendi sibuk yah..jadi gak sempet makan bareng kita" lea mencoba bersikap wajar


" masa...tidak biasanya dia begitu,lagi pula kalau sudah di rumah harus nya sudah tidak ada kerjaan biasa nya dia tidak pernah bawa kerjaan ke rumah.coba biar nanti ayah bicara sama dia"


semuanya juga tau kalau sikap Rendi memang berubah sekarang.


setelah makan selesai ayah menemui Rendi di kamar nya.


"Ren..boleh ayah masuk?"


"Ren...ada yang ingin ayah bicarakan sama kamu"


" silahkan duduk yah..ayah mau bicara apa?"


"Ren..sebenarnya ayah liat akhir akhir ini sikap kamu berubah ,ada apa?"


" ah...tidak yah.mungkin hanya perasaan ayah saja" Rendi memcoba mengelaknya


" ayah tau kamu sangat ke hilangan Reyna tapi bukan begini caranya.ayah lebih sakit ren..ayah yang mengurus nya dari kecil.tapi hidup harus tetap berlanjut selagi kita bernafas.apa kamu tidak kasian pada anak anak mu.terlebih pada dirimu sendiri? menyiksa diri bukan lah jalan terbaik Ren"

__ADS_1


" aku sudah iklas dengan ke pergian Reyna yah..aku hanya sedang menata hati saja.aku masih takut dengan apa yang harus aku lakukan ke dapan nya .aku masih ragu memenuhi janji pada Reyna untuk menikah dengan Lea"


saat yang bersamaan Lea mendengar pembicaraan itu karna Lea ingin mengantarkan makan malam pada Rendi. hatinya hancur ,ternyata ini alasan dari sikap Rendi yang berubah dingin terhadap nya. Lea menyimpan makanannya di atas meja samping tempat tidur rendi ,kemudian dia pergi ke kamarnya.


" apa kamu tidak suka pada Lea Ren?"


"bukan bukan begitu yah hanya saja.."


"kenapa? apa kamu tidak ada sedikit pun perasaan terhadapnya ? bukan kah kalian sudah cukup lama bersama selama merawat Reyna?"


"aku...sebenarnya'


"ayah tau Ren.. kamu sudah ada rasa terhadap Lea.lalu apa lagi yang kamu ragu kan?"


"aku takut Lea terpaksa melakukannya yah..aku tidak mau membuatnya terpenjara dalam pernikahan yang tidak dia ingin kan"


" kamu ini...apa kamu lupa dengan pernikahan mu dengan Reyna? ayah yakin kamu juga bisa membuat nya cinta sama kamu" Ayah mengingatkan akan masa masa dulu


"ah...iyah yah .apa aku juga bisa membuat lea mencintaiku yah..aku tidak mau menyiksa perasaannya "


"yakinlah pada perasaan mu.jangan membuatnya salah paham dengan sikapmu ini.justru dengan begini kamu membuatnya sakit hati. ayah pernah melihatnya menangis saat kamu acuh padanya.coba bicara padanya Ren .kalian memeng harus bicara berdua"


"baik yah...nanti akan aku coba"

__ADS_1


__ADS_2