
semua melirik ke arah Lea dan ibu nya Reyna. Lea sudah sangat takut keringat dingin bercucuran ,jantungnya berdetak kencang ketika ibu Reyna menghampirinya.
"Kamu Lea kan?"
"iyah..tanteu saya Lea" lea menundukan kepalanya.namun ibu Reyna mengangkat dagunya Lea untuk tidak menunduk.tatapan mata nya beradu dengan mata lea. sungguh itu membuat Lea sangat gemetar .
" terimakasih sudah merawat anak saya,saya tau kamu orang baik.saya harap kamu juga bisa menjaga anak anak Reyna nanti nya" ibu Reyna memeluk Lea. semua orang bernafas lega termasuk Lea dia kira akan di marahi habis habisan
" tidak perlu berterima kasih tanteu ,saya sudah menganggap mba Reyna seperti kaka saya.saya senang membantu mba Reyna"
Lea memang tulus melakukan nya karna Reyna juga baik padanya,Lea melakukan nya bukan karna permintaan Reyna.
" kalau begitu jangan panggil tanteu..panggil ibu,sama seperti Reyna"
Lea menangis mendengar nya,dia jadi ingat almarhum ibunya .." terimakasih tanteu..eeh maksud saya ibu" .
"sudah sudah..sekarang kita makan dulu.kalian kan baru datang pasti belum makan.papi pesan kan makanan atau mau makan di luar?" Rendi mencoba membuat suasana agar tidak sedih lagi
"iyah kita dari pagi belum sempat makan. kalian saja yang ke luar nanti bawakan buat ibu dan ayah" kata ibu Reyna pada Rendi
"Tapi bu..."
"sudah sayang,kasian anak anak pasti lapar sekalian ajak jalan juga sekali sekali sayang.mungpung ada di sini. "
"ya sudah..ayo anak anak kita cari makan dulu biar oma dan opa yang jagain momi di sini."
Rendi mencoba mengajak anak anaknya.
"tanteu Lea juga di ajak yah pi" Amira ingin Lea ikut
" tanteu di sini saja yah mira,kalian saja yang pergi" Lea mencoba menolak nya karna tidak enak hati jika harus makan bersama.
__ADS_1
" tidak apa apa Lea.kamu kan dari pertama ke sini belum pernah keluar jadi temani mereka yah.aku mohon"
"baik lah mba" Lea akhirnya setuju.
mereka pergi ke lestoran yang cukup dekat dengan rumah sakit.
*
*
*
ibu dan ayah Reyna sudah tau semuanya mereka hanya bisa mengikuti ke mauan Reyna saja. Reyna juga memberi tau kan Dina soal ke adaan nya juga soal Lea dia ingin Dina juga menjadi sahabat Lea sama seperti nya.Dina dan dewa segera mempersiapkan ke pergian mereka ke singapur untuk melihat sahabatnya itu.
di sebuah lestoran seperti keluarga.
mereka bercengkrama bersama dan saling bertukar cerita.kini Amira semakin dekat dengan Lea. begitu juga Reyhan dia sudah tidak canggung lagi pada Lea.
baru saja sampai di depan pintu kamar Reyna ,ibu mertua Rendi teriak teriak memanggil dokter. Rendi langsung masuk dan dilihatnya Reyna kembali tidak sadarkan diri.
"dokter...cepat tolong anak ku" ibu Reyna menangis
"sayang....bangun..sayang ini aku" Rendi mencoba menepuk pipi Reyna.
amira menangis melihat nya ,dia di peluk oleh Lea.
" sabar sayang..momi mu tidak apa apa.kita berdoa saja " lea mencoba menenangkan Amira.
Rendi ikut membangun kan Reyna.
"momi...ini Rey mom..ayo bangun" Rendi panik dia talut ke hilangan ibu nya.
__ADS_1
"permisi tolong tunggu di luar " dokter ingin memeriksa Reyna
"tolong istri saya dok..." ucap rendi.
" kami akan berusaha yang terbaik"
semua ke luar ruangan.tidak ada yang tidak hawatir . semua menunggu dokter ke luar.tidak lama kemudian suster membawa reyna ke luar dari ruangan nya.
"mau di bawa ke mana istri saya dok" Rendi menahan Reyna.
" pa tolong biarkan suster membawa nya ke ICU ,nona Reyna kritis .kami harus menindak lanjut nya segera" doktet menjelaskan ke adaan Reyna saat ini.
Rendi pun melepaskan Reyna dan membiarkan suater membawanya . semua mengikuti ke ruang ICU .
" tolong ..berdoa lah semoga nona Reyna masih bisa bertahan untuk beberapa waktu" dokter memberi saran dan kemudian masuk ke ruangan ICU.
betapa terkejutnya semua yang ada di sana,yah memang mereka tau penyakit Reyna sulit di sembuh kan.tapi mereka tidak menyangka akan secepat ini.
Rendi terdiam dia sudah tidak lagi sanggup bicara.
amira terus saja menangia memanggil momi nya
"momi....momi...jangan tinggalkan mira mi"
Reyhan memeluk nya dia juga menangis hanya saja dia bisa menahan untuk tidak meraung.
" doa kan momi de..kaka yakin momi masih bisa bertahan" Reyhan mencoba menguatkan amira
ibu dan ayah Reyna pun tak kalah sedih nya mereka saling menguatkan. sedangkan Lea dia menangis sendiri berdiri agak jauh dari semua keluarga Reyna tangan nya menutup wajah nya.
"mba...aku mohon kuat yah mba..kita semua.mendoakan mba.kuat demi keluarga mba di sini.mereka membutuh kan mba" Lea bicara sendiri dalam hati nya. tiba tiba ada yang menepuk bahu nya sontak saja Lea menoleh dan itu Reyna.
__ADS_1
" Lea ..