
"sebenarnya....aku sakit kangker otak stadium akhir " suara Reyna tersendat menhan air mata nya.
" apa.....? mba jangan bercanda mba. aku...aku tidak percaya pasti itu akal akalan mba saja kan,agar aku mau menikah dengan mas rendi iyah kan mba..kata kan pada ku mba" Lea mengguncang kan tubuh Reyna,namun Reyna hanya tersenyum menahan air matanya yang hampir jatuh.
" coba lihat aku Lea...tatap mata ku.apa ada ke bohongan dalam diriku.? aku mengatakan yang sebenarnya. sejujur nya aku sudah tau penyakit ini sudah cukup lama.aku sengaja tidak mau terapi karna bagiku itu percuma hanya akan membuat hari hari ku semakin menyedihkan" Reyna tersenyum kecut
" aku hanya ingin menghabiskan waktu ku bersama orang orang yang aku sayang dengan ke bahagiaan.bukan dengan ke sedihan karna penyakit ku ini. itu alasannya kenapa aku tidak memberitaukan siapa pun ,aku juga melarang dokter untuk mengatakan nya termasuk pada suamiku sendiri.aku tidak ingin di kasihani. tapi kali ini aku minta belas kasih mu untuk menolongku menjaga suami ku yang sangat aku cintai dan juga anak anak ku.aku yakin kamu akan jadi istri dan ibu yang baik untuk mereka.aku mohon Lea"Reyna berlutut di kaki Lea sambil menangis. melihat Reyna memohon padanya dia tidak tega,Lea membangunkan Reyna dan berkata pada nya
" baiklah mba..aku akan mengabulkan permintaan mba.tapi ada syaratnya"
"apa itu Lea,mba akan memenuhi nya"Reyna sangat senang mendengarnya karna Lea mau memenuhi ke inginannya
" mba harus mau di obati,mba juga harus jujur pada mas Rendi tentang penyakit mba.jika mba setuju aku juga setuju mba.tapi aku akan menikah setelah mba mau berobat " Lea ingin Reyna sembuh
__ADS_1
"tapi Lea dokter bilang tipis sekali kemungkinan untuk sembuh.jadi percuma saja mba tidak mau membuat Rendi sedih" Reyna bersikeras tidak mau bicara.
" doktet bukan tuhan mba yang bisa menentukan hidup mati seaeorang.tipis bukan berarti tidak bisa sembuh,coba dulu,usaha dulu mba ,ayo kita berjuang bersama.aku akan mendampingi mba sampai sehat kembali.kalau mba tidak mau aku juga tidak akan mau menikah dengan mas rendi" Lea mengancan Reyna karna dia ingin Reyna sembuh.
Reyna menarik nafas nya dalam " baiklah Lea.aku akan mengatakan ini pada mas Rendi." Lea senang mendengarnya dia memeluk Reyna sambil menangis .
*
*
*
Reyna masuk IGD Roy memberikan kabar pada Rendi. tidak lama Rendi datang dengan tergesa gesa.
__ADS_1
" Dimana istri saya Roy,bagai mana ke adaan nya" Rendi panik mendengar Reyna masuk rumah sakit.
"nyonya sedang di periksa tuan,tunggu saja dulu di sini" tidak lama dokterpun keluar daru ruangan IGD.
"keluarga Nyonya Reyna."dokter ingin menjelaskan perihal penyakit reyna
"saya suaminya dok.bagai mana ke adaan istri saya" Rendi ingin tau kenapa karna memang Reyna selalu seperti ini dari dulu semenjak hamil Reyhan.
"maaf tuan seprtinya kangkernya sudah menyebar itu karna pasien tidak melakukan terapi bahkan tidak minum obat itu membuat penyebarannya semakin cepat "
daaarrrr.... bagai kan mendengar suara petasan Rendi kaget bukan main " kangker???.....maksud dokter istri saya kena kangker otak?" Rendi tidak pernah tau kalau istrinya mengidap penyakit ganas.
"iyah tuan,saya rasa pasien sudah tau hal ini,kemungkinan dia sengaja menyembunyikan nya.anda bisa menjenguknya tapi jangan membuatnya berpikir keras tentang apa pun.saya permisi"
__ADS_1
Rendi sangat hancur...hatinya begitu sakit,dia sangat kecewa kenapa Reyana menyembunyikan nya.Rendi ambruk di lantai dia duduk memegang lutut nya sambil menangis .Roy yang melihatnya turut bersedih dia menghampiri Rendi " tuan...sabarlah. tuan jangan seperti ini,nyonya butuh tuan.dia pasti akan lebih sakit melihat tuan seperti ini.aku yakin nyonya punya alasan tidak memberi tau tuan soal penyakitnya" Roy mencoba memberikan pendapatnya .
"yah kamu benar ..dia butuh aku sekarang.aku tidak akan membuatnya menangis.aku akan membuatnya bahagia.dia juga harus sembuh..bagai manapun caranya" Rendi bangun dari duduk nya kemudian di menepuk bahu Roy dan pergi melihat Reyna