
lea kembali bekerja tapi ternyata Rendi tidak pergi dia malah masuk ke kafe sekarang dia jadi pengunjung di sana,Rendi memesan beberapa makanan dan kopi ke sukaan nya.Rendi terus menatap lea,setiap gerak gerik nya Rendi pantau terus,bahkan saat ada pelanggan laki laki yang memesan sesuatu dan lea yang membawa pesanan nya mata rendi semakin tajam menatapnya. sama halnya dengan toni dia juga terus saja memperhatikan lea . " lea coba sini" dewi memanggil lea "iyah kak ada apa?" dewi berbisik pada lea " lea sepertinya si bos dan laki laki yang di meja itu suka sama kamu deh,mereka merhatiin kamu terus soalnya" dewi juga memperhatikan mereka . " kak dewi ini..,gak mungkin lah kak .sudah yah kita kerja lagu" lea tidak perduli mereka menatap nya dia pokus bekerja
sudah waktunya jam makan siang, dan giliran lea beristirahat. lea minta ijin sama toni akan ke luar bersama dewi,tadinya toni tidak mengijinkan tapi Dewi dan lea memaksa ingin makan di luar " ayolah pa kita mau makan bakso nui,boleh kan ?" toni akhirnya mengijinkan mereka pergi. lea keluar dengan dewi naik motor dewi mereka berencana makan baso yang tidak jauh dari kafe. tapi ternyata Rendi mengikuti mereka sampai di tempat yang mereka tuju. " ayo kak mau pesan baso apa? kalu aku mau yang pedes kak dewi " lea semangat sekali karna sudah lama tidak makan baso. " mba kita pesan baso rudal dua porsi " dewi dan lea memanf sangat suka dengan baso yang super pedas "baik di tunggu yah mba" pelayan segera menyiapkan pesanannya.
setelah selesai lea dan dewi harus kembali lagi ke kafe baru saja sampai parkiran Rendi menemui mereka. "boleh saya pinjem lea nya" Rendi bicara pada dewi sedangkan yang di ajak bicaranya hanya melongo saja. " maaf bisa saya bicara sama lea?" rendi kembali mengajak dewi bicara ,kali ini dewi menjawabnya " boleh opa tampan" dewi cengengesan karna rendi memang tampan. " kak ..." lea marajuk karna dewi seenaknya saja memberi ijin. " ayo lea " Rendi mengulurkan tangannya tapi lea mengacuhkannya dia pergi brgitu saja ke dalam mobil.Rendi menghelanafas nya kemudian dia juga masuk ke mobil. mereka pergi meninggalkan dewi yang masih melongo tidak percyaa kalau lea beneran pergi dengan opa opa.
__ADS_1
*
*
*
__ADS_1
" silahkan masuk" Rendi membukakan pintu untuk Lea. " duduk lah,aku ambil kan minum" Rendi berniat mengambilkan minum untuk lea. " tidak usah mas,biat nanti aku ambil sendiri saja." sikap lea mulai kembali lembut seperti dulu ,rasa marahnya sudah terkalahkan oleh rasa cintanya. "baiklah kalau begitu" Rendi duduk di sebelah lea. " ada yang ingin aku jelaskan padamu waktu kamu masuk ke dalam kamar ku waktu itu,aku tidak tau kalau kamu ada di sana mungkin saat kamu mendengar pembicaraan ku dengan ayah aku rasa kamu salah paham" lea menghelanafasnya " sudah lah mas aku sudah tidak ingin membahasnya" lea tidak mau merusak mutnya yang mulai membaik. " tidak lea aku harus menjelaskannya,maaf kan aku atas sikap buruk ku selama ini padamu.aku tidak bermaksud menyakiti mu.aku hanya tidak ingin kamu terbebani dengan janji mu pada Reyna. dan harus kamu tau sesungguhnya aku tidak tau kapan perasaan ini ada yang jelas aku tidak mau kamu pergi dari ke hidupan ku" Rendi menggenggam tangan lea penuh cinta .
lea begitu bahagia akhirnya rendi memgungkapkan perasaannya " mas...aku" lea ragu mengatakannya
"kenapa? maaf jika kamu tidak suka aku_.." lea menempelkan telunjuknya ke bibir rendi " aku juga sayang sama mas,aku kira mas benci padaku karna sikap mas yang dingin kaya kulkas" lea memajukan bibir nya karna sebel kalau ingat perlakuan rendi hari hari kemarin . rendi memeluk lea " mulai sekarang jangan pernah lagi meninggalkan ku dan anak anak.aku tidak bisa tanpa mu"
__ADS_1