Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
aku sudah memenuhi janji ku


__ADS_3

" Lea..,kamu lea kan?" ternyata Dina lebih cepat datang karna sang jutawan Dewa tidak perlu lama untuk pergi ke mana pun dia mau.karna Dewa punya pesawat pribadi . Dina tau Lea dari Reyna dia menunjukan foto foto mereka saat bersama sama.


"iyah saya Lea..maaf anda siapa?" Lea tidak pernah tau wajah dina.dia hanya tau ceritanya saja dari Reyna.


"saya dina teman nya Reyna. maaf kenapa kamu menangis apa yang terjadi ?"


"mba Reyna mba...sekarang kritis" lea memberi tau Dina


"apa? bukan nya beberapa jam lalau dia telpon saya..kamu bohong kan?" Dina tidak percaya


Lea hanya menangis dia tidak bisa bicara lagi


"kamu tenang sayang..kita tanya Rendi mereka di sana" Dewa membawa Dina menemui keluarga Rendi yang memang tidak jauh dari tempat Lea berdiri .


"Ren...bagai mana kondisi Reyna ?" Dina tidak sabar ingin tau ke benarannya


" dia kritis din..." Rendi menitikan air matanya


"jadi benar..." Dina memeluk Dewa dia tidak bisa menahan air matanya lagi.Dewa juga sedih walau bagai manapun Reyna pernah masuk dalam ke hidupan nya. " sudah...doa kan saja semoga Reyna selamat" Dewa menguatkan istrinya.


tidak lama dokter ke luar memanggil ke luarga Reyna


" keluarga ibu Reyna,"


" saya suami nya dok"


" ibu Reyna ingin bicara sama nona lea juga anda . tolong masuk ke dalam ada yang ingin di sampaikan.tapi saya minta maaf karna kami tidak bisa berbuat banyak.kita berharap saja semoga masih banyak waktu untuk ibu reyna" dokter menjelaskan ke adaan Reyna dan itu membuat semua orang di sana semakin cemas.


"tidak..momi..."amira sangat takut ke hilangan momi nya.


Dina mendekat dan merangkul amira yang menangis.


"sayang...sabar yah cantik..momi kamu gak mau liat kamu nangis gini.kamu harus kuat demi momi juga" Dina mencoba menenangkan amira.

__ADS_1


"cepat lah kalian ke dalam,kasian Reyna menunggu" Dewa menyuruh Rendi dan Lea menemui Reyna.Rendi memegang tangan Lea dan mengajaknya masuk.


mereka masuk ke ruangan Reyna.di sana Reyna terlihat sudah sangat lemah,semua alat terpasang di tubuhnya. bibir nya tersenyum ketika lea dan rendi datang menemuinya.


"sayang...,aku tau kamu kuat. tolong..aku tidak bisa tanpa mu" Rendi menggenggam tangannya Reyna.


Reyna mencoba menggerakan tangannya mengusap air mata yang menetes di pipi Rendi.


"jangan menangis sayang,aku sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit ini.aku mohon penuhi ke inginanku yang terakhir ini. jangan pernah tinggalkan Lea apa pun yang terjadi,cintai dia seperti kamu mencintaiku . aku mohon"


"sayang jangan bicara begitu..aku tidak bisa tanpa mu"


"berjanjilah sayang...aku mohon"


" ba...baik lah" Rendi begitu berat mengatakan nya.


"terimakasih"


"iyah mba..aku di sini" Lea memegang tangan Reyna


"Lea...aku sudah memenuhi janji ku,untuk berusaha mengobatinya.tapi aku tidak kuat lagi..maaf kan aku. aku harap kamu bisa menjadi ibu dari anak anak ku.sayangi mereka Lea.mba mohon" suara Reyna sudah mulai berat


"Baik mba..aku janji " air mata lea sudah membasahi pipinya.


"terima..kasih..Lea..tolong...beri..kan ponsel ku nanti..pada..anak..anak. di sa..na ada..pesan..untuk.me..re..ka" Suara Reyna mulai tersendat dia sudah sulit untuk bernafas...Dan..


" mba...mba....,bangun mba..."


" sayang...bangun...dokter ...tolong" Rendi berteriak


dokter segera datang memeriksanya


"maaf tuan..saya tidak bisa menolongnya.ibu Reyna sudah tiada"

__ADS_1


"apa...tidak mungkin dok..periksa kembali dok.tolong " Rendi tidak bisa menerimanya.


" sayang....bangun...bangun..jangan tinggal kan aku..tolong"


Lea memegang bahu Rendi " mas.. sudah..kasian mba Reyna jangan begini" lea mencoba menenangkan Rendi. rendi masih saja menggoyang goyangkan tubuh Reyna agar bangun.


doktet keluar memberi taukan pada yang lain nya.


" maaf...ibu reyna sudah tiada"


bruukkk..... amira dan oma nya pingsan ketika mendengar kabar dari dokter.Reyhan dan Dewa membawa mereka ke ruang pemeriksaan agar di tangani lebih dulu. Dina dan ayah Reyna masuk ke dalam.rasa sedih yang begitu dalam yang di rasakan oleh semuanya.ayah Reyna memeluk anak nya sambil menangis " nak...sekarng kamu sudah tidak sakit lagi.tenang lah di sana,ayah dan ibu kan selalu mendoakan mu"


" Ren...aku tau kamu sangat sedih dengan semua ini.tapi kamu juga harus kuat demi anak anak mu.mereka juga butuh kamu saat ini." Dina mencoba memberikan semangat pada Rendi.


"terimakasih din..aku minta tolong hubungi Roy tolong minta dia mengurus semua pemakaman Reyna"


"Baik akan aku hubungi" Dina memberi tau Roy kalau Reyna sudah tidak ada dan memintanya untuk mengurus penerbangan khusus untuk membawa jenazah Reyna juga mengurus pemakamannya.


semua sudah di siap kan oleh Roy.tidak perlu waktu lama Roy sudah tiba di sanah untuk membawa jenazah reyna.


" tuan..saya turut berduka cita." kata Roy pada Rendi


" terimakaaih...apa semua sudah siap?"


"sudah tuan semuanya sudah saya urus ,kita tinggal berangkat saja."


"baik lah..terimaksih"


"sama sama tuan"


Rendi bersikap biasa saja,meski dalam hatinya dia hancur dia hanya tidak ingin terlihat lemah di mata anak anak nya. semuanya kembali bahkan Dewa dan Dina ikut untuk melihat Reyna yang terakhir kali nya.


mereka sudah tiba di rumah Rendi sebelum di makam kan.amira sangat lemah dia beberapa kali pingsan.karna dia begitu dekat dengan Reyna,Rendi selalu di sampingnya menemani Amira .

__ADS_1


__ADS_2