Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
Roy


__ADS_3

lea keluar dari kamar amira dia membiarkan ruang untuk amira. lea melihat rendi yang sibuk di ruang kerjanya sengaja membawakan susu hangat agar Rendi lebih segar , saat lea mencoba masuk ke ruangan rendi dia mendengar rendi sedang menelpon seseorang seperti sedang bertengkar " jangan macam macam kamu,bukan nya ini semua sudah ke putusan mu ? aku tidak akan membiarkannya terjadi" Rendi menutup telponnya dan membantingnya ke sopa


" sialan...apa lagi ini,aku tidak menyangka akan jadi begini " Rendi mengusap wajahnya kasar .


lea yang mendengar Rendi marah marah mencoba menarik nafasnya dalam ,kemudian lea mengetuk pintunya terlebih dahulu tok...tokk...


" masuk.." Rendi menyuruhnya masuk tanpa melihat sipa yang datang " mas..aku bawa minum buat mas" lea mencoba biasa saja " oh rupanya kamu sayang ,aku kira roy yang datang" Rendi mang sedang menunggu roy " memang ada kerjaan mas sampai roy harus ke sini ,bukannya sudah malam kasian kan dia kerja siang malam" lea menunjukan rasa simpatinya

__ADS_1


Rendi menarik lea ke pangkuannya dan itu jadi sebuah ke biasaan buat rendi menyuruh lea duduk di pangkuannya " jadi kamu hanya kasihan sama Roy tapi tidak sama suami mu ini ?" Rendi mencubit hidung lea karna gemas " bukan begitu mas,tentu saja aku lebih kasihan sama mas karna mas suami ku.jadi aku minta cukup kerjanya jangan sampai malam yah ,nanti sakit lagi" lea mengalungkan tangannya di leher Rendi " baiklah sayang aku tidak akan lama hanya satu jam saja ,lebih baik kamu ke kamar lebih dulu nanti aku menyusul dan ada yang ingin aku bicarakan dengan mu" Rendi mencium puncak kepala lea.


tok...tokk....terdengar suara pintu di ketuk dari luar lea dan rendi saling pabdang " itu pasti Roy sayang" lea turun dari pangkuan rendi " masuk "


" selamat malam tuan " rendi masuk dan memberi salam " malam,apa sudah kamu bawa berkasnya?"


*

__ADS_1


*


*


Setelah ke jadian waktu itu amira sudah tidak lagi mau memikirkan kaka nya itu meski dalam hatinya masih ada rasa yang mungkin tidak mudah untuk hilang tapi dia berusaha untuk tidak terpuruk dia berusaha kiat dan menjalani hari harinya dengan ke sibukan di sekolah bahkan sesekali Reyhan menelponnya tidak sempat dia angkat karna terlalu sibuk dengan kegiatan di sekolah,sampai lea beberapa kali meminta amira untuk tidak terlalu sibuk memgambil semua ke giatan di sekolah nya karna amira terlihat sangat lelah jika pulang ke rumah ,seperti kali ini amira baru pulang sore hari dan lea melihatnya sangat lelah " sayang ku baru pulang jam segini?" lea menegur amira dia sangat hawatir sama putrinya itu


"iyah mam tadi aku habis ada pelantikan ketua osis baru kan sebentar lagi aku mau lengseng mam " amira tersenyum sambil memeluk lea,yah amira masih sangat manja pada lea karna dia selalu merasa pelukan lea seprti Reyna. " iyah tapi kamu itu jangan terlalu cape sayang ,lihat masa anak mami kusam begini nanti gak ada yang mau dong sama anak perawan mami kalau kaya gini" lea menggoda amira yang memang tidak memperhatikan penampilannya fia selalu terlihat sederhana karna memang dia bersekolah di tempat anak anak yang biasa saja. " mami ini jangan salah,aku ini idolanya di sekolah cuma yah akunya aja yang jual mahal karna aku masih mau sekolah mam bukan mau pacaran."

__ADS_1


"wah ...hebat dong anak mami kalau begitu,mami kira gak ada yang suka dan bagus kalau kamu mau sekolah.kejar cita cita mu jadilah wanita yang sukses jangan kaya mami" lea tiba tiba muram " mami jangan gitu mami juga hebat ko,mami super hebat malah bisa ngurus semuanya tanpa harus sekolah tinggi" amira menghibur lea " kamu ini bisa saja merayu mami,sudah sana bersih bersih terus istirahat yah" lea mencium puncak kepala amira " ok mami...terimakasih" amira balas mencium pipi lea kemudian pergi ke kamarnya.lea dan amira memang sangat dekat mereka seprti ibu dan anak kandung saja. lea yang penyayang memang mudah sekali mengambil hati siapa pun termasuk Roy yang suaka padanya


__ADS_2