
setelah Reyhan pergi ternyata bukannya melupakan justru amira malah semakin merindukannya.waktu berlalu begitu cepat,Reyhan sama sekali tidak pernah pulang ,dia hanya sesekali saja menghubungi mami dan omanya.bahkan dia tidak pernah menghubungi amira,benar benar sudah seperti orang yang putus dari kekasihnya ,bukan seperti kaka adik lagi. sebenarnya reyhan hanya ingin fokus pada apa yang di harapkan orang tuanya,karna dia lah satu satunya yang harus menjadi penerus perusahaan papi nya yang bukan hanya satu saja. dia akan jadi CEO muda yang akan menggantikan papinya . sementara di sisi kesibukannya diam diam reyhan selalu merindukan amira,dia tidak sedikitpun melupakan nya.
sementara rendi seperti di telan bumi.dia pun tak kunjung ada kabar,bahkan pria yang dulu pernah terlihat mirip rendi pun sulit untuk di temukan. entah pergi ke mana dia,tapi lea yakin kalau itu rendi.sudah dua tahun lebih berlalu amira sudah akan membereskan kuliahnya dia sudah mulai mencari cari pekerjaan yang dia inginkan. sementara hubungannya dengan Raja masih berlangsung,hanya saja raja sibuk dengan urusannya bahkan hampir tidak ada waktu buat amira. apa lagi setelah raja mulai memegang perusahan ayahnya,dia hanya sesekali menghubungi amira. entah kenapa amira merasa raja mulai berbeda ada yang lain dari sikapnya. tidak lagi seperti raja yang romantis,penuh perhatian dan bahkan selalu saja mencoba meluangkan waktu meski dia sibuk. tapi amira tidak mau berpikiran buruk baginya mungkin raja sibuk karna kerjaan nya banyak.
tut...
tut...
amira berkali kali menghubungi raja,karena sudah dua hari tidak ada kabar darinya.tapi tidak kunjung ada jawaban dari raja. bahkan sudah berkali kali dia mengirimi pesan tapi tidak ada balasan.bahkan tidak di baca oleh raja .
" kemana dia,kenapa tidak ada kabar darinya ?" amira mengetuk ngetuk jarinya .
__ADS_1
" siapa sayang ,raja tidak kasih kabar lagi?" lea mencoba menebak,karna raut wajah amira yang seperti resah
" iyah mam...entah kenapa akhir akhir ini dia aneh.bahkan sudah dua hari tidak ada kabar darinya.setiap aku telpon dia selalu saja menghindar dengan alasan sibuk.aku jadi curiga apa ada yang dia sembunyikan dari ku mam?" amira mencoba menceritakan ke kalutannya
" sebaiknya kalian bicara langsung,jangan lewat telpon.karna itu jauh lebih baik,dan saran mami,jika. memang ada masalah coba selesaikan baik baik jangan sampai mengambil ke putusan di saat kamu marah.mengerti kan sayang?" lea menasehati anak gadis nya itu. amira hanya tersenyum dan mengangguk
" kakak.... kak...liat deh ada kak leyhan cini " leyira yang sudah mulai belajar bicara itu berlari membawa sebuah majalah
" ada apa sayang...?" lea ingin tau
" mana coba kaka lihat" amira mengambil majalah yang leyira bawa.ternyata memang ada reyhan di sana,dia jadi sampul majalah bisnis .berita CEO muda yang sukses dan tampan . amira tersenyum melihatnya tanpa dia sadari dia mengusap wajah gambar reyhan " kamu tampan sekali kak" dia bicara seolah tidak ada siapa siapa
__ADS_1
" ekhemmm..... memang tampan,baik dan karismatik.tidak salah kalau banyak wanita yang suka padanya.termasuk yang lagi memandang wajahnya" ucap lea sambil melirikan matanya
seketika amira sadar ,dia tersipu malau karna ucapan mami nya " mami...apaan sih,siapa yang suka.aku hanya kagum saja" wajah amira memerah karna malu
" oh hanya kagum,terkadang kagum dan suka tidak beda jauh tuh" lea menggoda anak gadisnya itu
" cini kak ley nya aku, punya aku " bahkan si kecil leyira pun sangat menyukai kakaknya itu dia menrik narik majalah yang di pegang amira
" ya ampun..kalian ini malah rebutan kakak nya.sini ini Reyhan mami.biar mami yang simpan " lea merebut majalahnya dari tangan amira. tiba tiba saja amir reflek menariknya kembali dan membawanya masuk ke kamarnya.
" dasar anak itu...cinta saja bilang benci.susah kalau sudah main hati" lea geleng geleng kepala
__ADS_1
" kak ley...mami kak ley " leyira menangis karna majalahnya di ambil amira
" cup...cup sayang,nanti mami ganti dengan menelpon kakak mu ok" lea menghibur leyira