Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
laki laki harus kuat


__ADS_3

"Rey..bagai mana ke adaan amira?" Lea sangat hawatir sekali


"masih belum sadar juga tanteu" Reyhan terlihat sangat sesih sekali dia seseakli mengusap rambut amira.


"biar tanteu yang jaga Amira,kamu lebih baik segera ke bawah untuk menemani papi kamu mengantar momi ke pemakaman,tanteu minta maaf tidak bisa ikut karna harus jaga amira di sini.sampai kan permintaan maaf tanteu pada papi mu"


"baik tanteu akan reyhan sampai kan. Rey titip amira yah tanteu"


" pasti Rey...akan tanteunjaga sebaik mungkin"


"baiklah kalau begitu Rey berangkat dulu tanteu" Lea tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Reyhan pergi ke pemakaman mominya bersama dengan yang lainnya. setelah selesai semuanya pergi tinggal Rendi dan Reyhan yang tersisa. Rendi hanya diam menatap batu nisan Reyna.


"pi...sudah jangan seperti ini.momi selalu bilang pada Rey jangan jadi laki laki yang cengeng,harus jadi laki laki yang kuat ketika ke hilangan seauatu yang berharga dalam diri kita,apa yang terjadi sudah takdir. momi juga bilang seorang laki laki harus bisa menjaga keluarganya menepati janjinya. papi tau amira,oma masih belum sadarkan diri,bukan kah papi berjanji pada momi akan menjaga mereka demi momi. momi akan sedih jika tau papi seperti ini.momi tidak akan tenang jika terus terusan kita larut dalam ke sedihan. Rey juga sedih pi...tapi apa dengan terus larut dalam ke sedihan akan mengembalikan momi? " Reyhan kesal karna papi nya mengabaikan keluarga nya dan terus larut dalam kesedihannya. mengabaikan amira dan oma nya yang tak kunjung sadarkan diri. Reyhan pergi meninggalkan papi nya yang masih diam .


*


*


*


" bagai mana ke adaan amira tanteu?"


Reyhan masih hawatir karna belum melihat amira keluar kamar


"masih belum sadar juga Rey,...coba kamu panggil dokter ,tanteu hawatir sekali takut terjadi sesutu" Lea juga cemas karna amira tak kunjung sadar

__ADS_1


" baik tanteu Rey akan panggil donkter"Reyhan pergi ke kamarnya mengambil ponselnya


"bagai mana ke adaan amira?" Rendi masuk ke kamar amira


"mas...,amira belum sadarkan diri juga. tapi Reyhan sedang memanggil sokter"Lea kaget karna Rendi datang tiba tiba.


" boleh aku melihatnya?"


"silhkan mas" Lea bangun dan menjauh dari amira.Rendi duduk di samping amira dia mungusap pipinya " sayang....bangun nak...ini papi.maaf kan papi yah putri cantik nya papi" Reyhan mencium kening amira


" tanteu aku sudaaah..." Reyhan langsung diam karna melihat papinya sedang bersama amira


"bagai mana Rey..apa dokternya sudah datang?"Lea mencoba bertanya pada Reyhan


"belum tanteu tapi Rey sudah telpon.mungkin sebentar lagi juga datang"


"baik tanteu,terimaksih sudah menjaga amira"


Lea hanya tersenyum dan pergi


Reyhan duduk di sopa kamar amira Reyhan masih enggan bicara pada papinya. tiba tiba tangan amira bergarak dan membuka matanya


"momi.."


"sayang kamu sudah sadar..." Rendi memeluk amira


"kamu sudah sadar de .." Reyhan juga menghampiri amira dia menggenggam tangan amira.

__ADS_1


"mom...momi mana kak Rey?.mira mau sama momi" Amira menangis kembali.


" momi sudah tenang ,ingat pesan momi de..momi tidak mau lihat kamu nangis." Reyhan mencoba menenangkan amira.


"sayang putri cantik nya papi sudah yah sayang.iklas ka momi nak biarkan momi mu istirahat dengan tenang .papi juga sama seperti mu,tidak ingin momi mu pergi tapi seperti yang kaka mu bilang.kita harus iklas ini sudah takdir,meski kita menangis terus menerus larut dalam ke sedihan tidak akan bisa mengembalikan momi mu.jadi kita harus bisa bahagia menata masa depan kalian karna itu yang momi kalian ingin kan" Reyhan dan amira terharu dan mereka bertiga saling berpelukan.melepas kan rasa sedih meraka dan saling menguatkan.


tok..tok...


" masuk..." kata ayah Reyna


"maaf menggangu.. bagai mana ke adaan ibu" lea masuk


" nak Lea sini masuk,ibu sudah lebih baik sekarang hanya masih lemas" kata ayah


"syukurlah...bu..ibu baik baik saja" Lea mengusap lembut pipi ibu


" sayang..Lea. ibu sudah lebih baik .ibu hanya masih tidak bisa percaya dengan semua ini"


"bu..sekarang kan ada lea.ibu bisa menganggap lea anak ibu.begitu juga dengan Lea.bu...lea tau bagai mana perasaab ibu.mungkin sama seperti saat lea ke hilangan ibu lea. tapi kita harua iklas melepas mereka bu,itu adalah yang terbaik untuk kita juga mereka.karna mereka tidak akan tenang jika kita tidak iklas melepas ke pargian mereka. mba Reyna pasti sedih meliahat ibu seperti ini,mba juga pasti marah sama aku karna tidak bisa merawat ibu dengan baik" Lea sedih


"kamu benar nak,maaf kan ibu"


"kalau begitu ibu makan dulu yah,lea sudah bikin sup ayam buat ibu.sebentar lagi dokter datang .sekrang kita makan dulu,lea suapin yah bu" Lea antusias sekali menyuapi ibu


"iyah sayang.." ibu lea tersenyum dan mengusap lembut pipi lea


Ayah pun senang melihat nya.akhirnya istrinya mau juga makan dan sekarang jauh lebih baik

__ADS_1


__ADS_2