
"dokter...dokter...cepat tolong istri ku"
suster dan doktor segera berdatangan melihat kondisi nindi yang sudah sangat kritis membuat semua orang segera membawanya ke ICU. bekas luka luka sayatan di setiap bagian tubuh nindi semakin memburuk,bahkan ada beberapa yang sudah membusuk karena infeksi . dokter segera menanganinya,dan meminta semuanya menunggu di luar. ke panikan di wajah jonatan terlihat jelas,dia mondar mandir ke sana ke mari karena panik takut akan terjadi hal yang tidak di ingin kan.
amira melihat jonatan yang tak bisa diam merasakan kalau sesungguhnya jonatan itu sangat mencintai nindi,dia juga khawatir akan kondisi nindi saat ini.amira mendekati jonatan
" duduklah dulu,tenangkan diri anda terlebih dahulu.kita berdoa semoga tidak terjadi hal buruk" amira mencoba menenangkan jonatan.
' terimakaaih...aku hawatir sekali.setelah sekian lama baru berjumpa kembali,tapi ke adaan nya malah seperti ini" jonatan meneteskan air matanya
amira ikut menangis dia berusaha memeluk jonatan dan terisak di dalam pelukannya.
" terimakasih sudah mau menemani di sini.lebih baik kamu pulang dulu,nanti besok bisa kemari lagi kalau kamu mau" ucap jonatan
" aku mau di sini saja, ijinkan aku menemani di sini boleh kan"amira merasa khawatir.
jonatan tersenyum mendengarnya " tentu boleh ,sebaiknya kamu ajak reyhan mengobati lukanya juga" jonatan melirik reyhan yang sedang duduk di sebelah mereka.
__ADS_1
" oh iyah aku lupa,baiklah aku antar kak reyhan dulu"
" baiklah "
" ayo kak kita obati dulu luka kaka,kalau kaka sakit terus nanti aku gak ada yang jagain" amira membujuk reyhan karena dia tau reyhan gak bakalan mau di obati
" dasar udah pintar merayu rupanya,aku sendiri saja kamu temani ayah mu di sini.nanti aku kembali lagi" reyhan mengusap kepala amira dengan penuh rasa sayang
" gak apa apa kaka sendiri? gak takut kan nanti nya?"
" kamu kira aku anak kecil"
taaakkk....jidat amira kembali di jitak oleh reyhan
" aaaawwww ....kebiasaan deh kakak ini,udah kalau gitu sana pergi" amira mendorong reyhan untuk pergi
" iyah...iyah aku pergi bawel"
__ADS_1
reyhan pergi mengobati lukanya sedangkan amira menemani jonatan.roy sudah kembali pulang,sedangkan dewa dan fernandes kembali ke pulau milik Fernandes . dia harus segera memberitahukan semua yang telah terjadi pada amira,juga tentang nindi dan jonatan pada rendi dan lea.
" terimakasih fernandes kamu telah banyak membantu kami" ucap dewa pada Fernandes
" sama sama tuan dewa,saya senang melakukannya"
" emmm.... maaf kalau boleh tau keluarga anda ada di mana saat ini,maaf kalau saya lancang menanyakan hal itu"
" oh tidak apa apa santai saja tuan,orang tua saya sudah tiada saat saya remaja.saat saya bertemu tuan rendi ,saat itu saya tertembak dan itu adalah hari di mana orang tua saya telah di bunuh" fernandes menatap ke depan,pandangan nya kosong seakan mengingat ke jadian itu
" maaf saya tidak bermaksud membuat anda bersedih" dewa merasa bersalah melihat fernandes
" tidak apa apa tuan.mmmm.... boleh saya minta sesuatu pada anda?"
" tentu saja boleh,apa itu ?"
..." boleh saya memanggil anda paman"...
__ADS_1
..." aaaahhhh. saya kira apa, tentu saja boleh.jangan sungkan saya justru senang "...
" terimakasih banyaak paman"