
waktu berjalan begitu cepat tidak terasa Reyhan dan Amira sudah besar usia mereka hanya berjarak satu tahun. mereka sekarang sudah masuk sekolah di Taman Kanak kanak.Reyhan tumbuh jadi anak yang tampan,baik dan sangat perhatian sama Amira dia jadi sosok pelindung buat amira.sedangkan Amira dia anak perempuan yang cantik,manja tapi sangat baik hati. saat pulang sekolah " momi....momi...huaaa....huaaa..." Amira menangis sangat kencang dia di gendong oleh Reyhan " sudah jangan nangis de..telinga kaka sakit" Reyhan yang menggendong amira merasa mendengar spiker di telinganya.
"aduh..anak momi kenapa ini kok nangis..sini turun sayang" Reyna memeluk Amira yang menangis sesegukan.
"kaki Amira berdarah mom...tadi dia jatuh lari larian pas mau pulang"jelas Reyhan.
"coba momi liat sayang " Reyna melihat kaki amira yang memang berdarah.
"oh iah...kakinya berdarah sayang..biar mi obati yah" Amira mengangguk .
"sayang..boleh mom mita tolong ambilkan kotak P3K nya di bibi yah" Reyna menyuruh Reyhan dan reyhan segera mengambilnya
"ini mom" Reyhan menyodorkan kotak yang di minta Reyna
__ADS_1
"makasih sayang..anak momi memang hebat" Reyna mencubit pipi Reyhan gemas.
"lain kali hati hati yah sayang kalau main biar gak jatuh kaya gini" Reyna mengobati luka Amira
"Rey yang salah mom..gak bisa jaga Amira,maaf"Reyhan menundukan kepa nyah.Reyna yang melihat anak nya itu sedih karna tidak bisa menjaga adik nya merea kasihan. Reyna memegang dagu Reyhan dan mengangkatnya
" sayang coba lihat mom,..Rey kaka yang baik terimakasih sudah menjaganya ini bukan salah Rey ,ini hanya ke celakaan.jadi Rey jangan sedih "Reyna mencoba memberikan pengertian. Amira melhat kaka nya merasa bersalah dia memegang tangan Rey.
"iyah memang salah kamu..kamu itu bisanya nyusahin Reyhan saja,emang nya dia pengasuh kamu harus selalu jagain kamu. harusnya kamu bisa jaga diri sendiri sendiri bukan bisanya nyusain orang lain" tiba tiba ibu Rendi mehampiri mereka.amira tertunduk dia sedih karna grenmah nya itu tidak sayang padanya dia selalu saja di salah kan.
"sayang..ayo masuk kamar kalian momi mau bicara sama grenmah"Reyna mencium anak anak nya. dan Reyhan menggandeng tangan Amira tapi amira menolaknya dia lari lebih dulu dan masuk ke kamarnya.Reyhan tau adiknya itu sedih karna ucapan grenmahnya. dia mengikuti amira ke kamarnya di lihat nya amira menangis sambil memeluk boneka kucing pemberian Reyhan." jangan nangis nanti jelek" kata reyhan " kak...kenapa grenmah marah marah terus ke aku,gak kaya omacan sama opah" Reyna merebahkan kepalany ke pundak Reyhan.
"sepertinya grenmah lagi salah minum obat jadi marah marah" Reyhan malah bercanda tapi amira diam saja tidak ada jawaban darinya.sudah cukup lama tidak ada suara dari Amira Reyhan melihat wajah Amira yang bersandar di pundaknya ternyata dia tidur . lalu Reyhan merebahkan nya di atas bantal,dia keluar dari kamar nya.saar Reyhan akan masuk ke kamarnya dia melihat kearah mominya sedang bicara dengan grenmahnya.
__ADS_1
"bu harusnya ibu tidak bicara begitu,kasihan amira dia masih kecil dia tidak tau apa apa"Reyna mencoba memberitau mertuanya
"kamu harusnya jangan terlalu memanjakannya harusnya dia tau dirii"
"sudahlah bu...aku mohon" Reyna memegang tangan mertuanya memohon.
"kamu ini..selalu saja begitu.terserah kamu saja "
Reyna senang karna mertuanya mencoba mengarti. Reyhan langsung masuk ke kamarnya.dan Reyna melihat amira di kamarnya ternyata amira sudah terlelap hanya saja di ujung matanya ada genangan air mata.Reyns sedih karna anak nya itu masih belum bisa mendapatakan kasih sayang dari grenmah nya
"nindi..maaf kan aku,aku belum bisa membuatnya bahagia.dia masih saja merasa terluka.aku gagal membahagiakan nya" air mata sudah tergenang di ujung matanya dia kemudian mencium kening amira yang sedang tertidur
"maaf kan momi sayang.."
__ADS_1