
"itu katanya dia nona jesi tuan"
Rendi mengerutkan kening nya" jesi???,ada apa dia ke mari? dan tau darimana dia rumahku?"
Rendi cemas,dia takut Reyna akan marah dan pingsan lagi.
Reyna mencoba tenang dia menarik nafas nya dalam " oh..suruh tunggu sebentar bi.nanti kita ke bawah"
"baik nyonya"
"sayang kamu serius mau menemuinya?.kamu masih sakit sayang.,biar aku yang menemuinya.aku janji akan menyuruhnya pergi"
"tidak apa apa,ayo kita temui jesi" Reyna mencoba berdiri tapi badannya belum kuat menopang badan nya.dengan sigap Rendi menggendongnya.Reyna kaget karna tiba tiba Rendi menggendongnya ala bridal. Reyna hanya diam,dia merebahkan kepalnya di dadanya Rendi.mereka pergi menemui jesi,dan saat menuruni anak tangga jesi melihatnya. ekspresi wajah Jesi berubah dia terlihat kesal .tapi di pura pura tenang seakan dia ikut bahagia melihat kemesraan mereka.Rendi mendudukan Reyna di sopa mereka duduk berdampingan
__ADS_1
" hai Ren..apa kabar? maaf mengganggu.saya mau mengembalikan ini ketinggalan di hotel" Jesi mencoba memancing keributan antara Rendi dan Reyna.tapi Reyna hanya tersenyum.sekarng dia paham wanita yang ada di hadapannya hanya mencoba menggoda suaminya.
"oh terimakasih nona sudah mengembalikan benda.ke sayangan suami saya,dia memang agak teledor.iyah kan sayang" Reyna mencubit pinggang Rendi.
"iyah sayang maaf..ballpoint itu aku simpan di saku depan sepertinya jatuh"
" baiklah kalo begitu,simpan baik baik ballpoint nya kalo sampai hilang dan berpindah tangan ke yang lain anda pasti merasa sedih.karna ini barang ke sayangan anda" jesi memberikan ballpoint nya pada Reyna.
Reyna hanya tersenyum kecut,dia tau kemana arah pembicaraan jesi.
Rendi mulai merasakan ada hal yang akan terjadi jika di biarkan saja.dia segera memotoong pembicaraan mereka "Baiklah kalau sudah tidak ada hal lain istri kita mau istirahat dulu nona.ada bisa pergi,dan terimakasih sudah mengembalikannya"
jesi kesal mendengar rendi berkata begitu,seolah dia mengusirnya" oh baik lah kalo begitu,saya permisi sampai ketemu lagi " jesi mengedipkan matanya ke arah Rendi,sontak itu membuat Rendi salah tingkah karna kaget . jesi mengulurkan tangannya dia berniat berjabat tangan tapi hal itu tidak di respon oleh Reyna." sombong sekali,...lihat saja aku akan merebutnya dari mu..aku yang akan berdiri di samping nya..hahhaaa" .jesi mengatakan itu ,sayang nya hanya dalam hati nya.
__ADS_1
"senang bertemu dengan anda nona Rendi" jesi pun pergi meninggalkan kediaman mereka.
"lihat saja wanita ular. kalau kamu bisa mengambil suamiku aku akan mencingcang tubuhmu"Reyna tidak kalah kesal.yah lagi lagi hal itu hanya di ucapkan dalam hati.Reyna pun berjalan menuju anak tangga,tapi Rendi menggendongnya.Reyna mulai mengalungkan tangannya di leher rendi dia mulai bermanja pada Suaminya itu.
"sayang....aku mau kamu jangan deket deket wanita ular itu".Reyna memainkan tangannya di dada bidang Rendi. dan itu membuat Rendi tidak tahan karna semua yang ada di tubuhnya jadi menegang.
"baik sayang aku akan usahakan,tapi jangan salahkan aku jika dia datang sendiri padaku" rendi manaik turunkan alis nya.
"coba saja kalau kamu macam macam aku potong junior kamu" Reyna mencabikan bibirnya.
Rendi malah tertawa"hahaaa...tenang saha sayang aku tidak akan melakukan itu.sayang. tolong berhenti memainkan tangan mu di situ..,itu membuat aku ingin memakan mu." sontak saja Reyna menghentikan aksi nya. karna dia tau arah ucapan Rendi.
"awas yah....kata dokter aku jangan cape cape jadi libur dulu sampai aku sehat"
__ADS_1
"makan nya makan yang banyak biar cepet pulih,biar liburnya gak kelamaan " Rendi mencium bibir reyna sekilas...tapi tak lama kemudia dia merasa rindu..dan akhirnya ciuman sekilas itu jadi ciuman yang panas.
tapi sayng nya hanya sebatas ciuman,karna Reyna masih belum pulih sepenuhnya.