
kedua ibu ibu itu pun datang ke rumah sakit mereka heboh membawakan makanan ke sukaan Reyna. karna Reyna sudah pindah Ruangan jadi bisa di temani oleh keluarga. saat mereka masuk di lihatnya pemandangan yang membuat baper apa lagi yang jomblo. Iyah karna sangat ngantuk berhari hari hampir mau sebulan Rendi tidurnya tidak teratur. karna menunggu reyna . akhirnya dia tidur di ranjang yang sama sambil memeluk Reyna,rendi tidur sangat pulas sekali bahakan saat suster memeriksa infus Reyna rendi tidak menyadarinya. akhirnya kedua ibu itu pun hanya bisa menunggu Rendi bangun sambil duduk di sopa . mereka ngobrol ke sana ke mari,karna asyik nya mengobrol mereka lupa kalau sedang di Rumah sakit.mereka tertawa tawa karna ada hal yang lucu yang mereka bicarakan. karna sangat berisik Rendi pun terbangun dia kaget karna di sana ada ke dua ibunya . " eh ibu sudah lama di sini"
mereka pun melirik Rendi yang turun dari ranjang,sedang kan Reyna masih tertidur karna obat yang di berikan membuatnya ngantuk.
"akhirnya bangun juga kamu,.kamu kira ini kamar hotel .se'enak ya tidur berduaan sambil pelukan lagi.gak sadar suster yang meriksa istri kamu sampai baper karna dia jomblo." ibu rendi nyeroscos karna gak habis pikir sama Rendi.dia yang dulu sangat pemalu,dan berwibaha sekarang tanpa malu tidur di tempat umum.
"maaf bu,aku ngantuk soalnya.jadi ke tiduran" rendi tersenyum kaku karna malu.
"tidak apa apa jeng mereka kan masih muda,masih butuh hal yang romantis .apa lagi Rendi sudah lama tidak tidur bareng sama istrinya,pasti sudah tidak sabar" ibu reyna menimpali.rendi kira akan membelanya taunya malah bikin rendi semakin tertunduk malu.
melihat ekspresi Rendi yang begitu malu kedua ibu itu saling berpandangan dan tertawa bersamaan. tentu Rendi jadi makin malu di buatnya
"sudah sana mandi dulu,cukur kumis sama janggut kamu biar tampan.nanti Reyna kabur liat kamu acak acakan begitu."ibu rendi kasihan sama anak nya itu .pebampila nya jadi kacau semenjak reyna tidak sadar ,rendi sudah tidak memperdulikan penampilannya lagi.
"baik bu,aku titip Reyna .aku mandi dulu"
"iyah sudah sana"
rendi pergi untuk membersihka diri dan setelah selesai dia menelpon Roy.
__ADS_1
"Roy...bagai mana ke adaan perusahaan?"
"baik tuan..hanya saja kemarin ada tuan Dewa kemari"
jawab roy di telolpon
"Dewa,mau apa dia"
"dia hanya bialang ingin bertemu tuan secara langsung.katanya ada hal penting yang ingin dia katakan"
"baiklah..tapi hari ini aku belum bisa,hubungi saja dia.besok aku akan menemuinya"
rendi menutup telpon nya.dan dia tidak ke ruangan reyna dia mampir ke ruangan Reyhan.di lihat nya bayi yang menggemaskan itu sedang di ganti popok nya. bayi itu tersenyum saar suster mengajaknya bicara ,seperti sudah mengerti apa yang di bicarakan.
Rendi tersenyum melihatnya .bayi Reyhan sangat di sukai oeleh perawat di sana bagai mana tidak.bayi yang berkulit putih,rambut nya yang coklat dan matanya yang biru hidungnya mancung.membuat gemas orang yang melihat nya. Rendi kembali ke ruangan Reyna di sana reyna sedang di suapin makan sama ibunya. dan ibunya rendi sibuk mengupas buah untuk Reyna.
"sayang kamu sudah bangun"
"i..yah,kamu sudah makan belum" bicara reyna sudah mulai lancar
__ADS_1
"belum..nanti saja . kamu saja makan yang banyak biar cepet sehat."
"disana ada makanan ren..tadi ibu sengaja mampir beli makanan .di makan biar kamu juga gak sakit" kata mertuanya.
"gak udah bu,buat ibu saja saya nanti pesan makanan"
"yah sudah kalau kamu tidak mau" ibu reyna kecewa karna dia sengaja beli buat menantunya itu.
rendi tidak enak karna sepertinya mertuanya kecewa.
"baiklah bu aku makan"
tok..tok...
ada yang mengetuk pintu.
"siapa yah jeng?" kata ibu rendi
"saya juga gak tau,.masuk saja!"
__ADS_1
" Haaaaaiiii...." pintu pun terbuka dan terlihat sosok wanita yang keluar dari balik pintu.