
" terimakasih mas mau menerima ku" lea menundukan wajah nya karna malu Rendi yang terus saja menatapnya.Rendi mengangkat dagu lea agar dia jiga menatap wajah nya.kini mata mereka beradu bahkan sudah tak ada jarak lagi di antara mereka berdua.bibir rendi sudah semakin dekat dengan bibir lea. kini bibir mereka bersentuhan lea memejamkan matanya ,rendi mencoba menggerakan bibirnya
dreettt....dreeett... ponsel lea bergetar lea melihat ponselnya.rendi menghela nafas nya karna baru saja akan memulai terpaksa harus berakhir . ternyta toni yang menelpon lea " siapa?" Rendi bertanya pada lea karna raut wajah lea seperti cemas " toni..aku lupa harus kembali kerja,pasti dia marah" lea mencoba menarik nafas dan mengangkat telponnya karna takut toni marah " hal..._" belum juga bicara ponselnya di ambil oleh Rendi .
"halo..maaf lea tidak bisa lanjut bekerja dia sedang ada urusan dengan saya.terimakasih" rendi menutup telponnya tanpa memberikan ke sempatan pada toni untuk bicara " mas apa apa n sih,nanti dia salah paham" lea takut toni berfikiran buruk padanya
" kenapa memangnya biarkan saja,aku gak suka kamu terlalu dekat dengannya.sepertinya dia suka sama kamu" Rendi cemburu sama toni. " jangan ngaco mas,aku dan dia hanya sebatas atasan dan bawahan saja,mana mungkin dia suka sama aku" lea tertawa kecil saat mengatakan kalimat terakhir. " bisa saja aku saja suka sama kamu kenapa dia enggak?" Rendi mulai memperlihatkan sisi posesifnya " sudah ah kamu aneh aneh saja.aku mau kembali ke kafe mas" lea minta ijin untuk bekerja kembali
"pokonya aku gak mau kamu dekat dengannya lagi dan mulai sekarang aku tidak mau kamu kerja,besok kita kembali pulang" Rendi benar benar tidak mau lea lebih dekat dengan toni
__ADS_1
"ya ampun mas,jangan gitu dong.aku gak enak kalu gak pamitan dulu.setidak nya aku harus bilang kalau aku mau berhenti kerja" Rendi menghela nafasnya membuang rasa kesalnya karna harus kembali mengijinkan lea bertemu toni." baiklah tiga hari aku kasih kamu waktu untuk mengurus semua yang ada di sini ,setelah itu kita pulang." lea mengangguk setuju.
" mas..."
"iyah ada apa?"
"boleh aku masak buat makan malam?"
"ayo..,serius mas mau nganter belanja?" lea tidak percaya kalau rendi mau berbelanja dengannya
__ADS_1
" tentu saja..yuk berangkat sejarang" Rendi menggandeng tangan lea mereka pergi ke supermarket terdekat.
*
*
*
toni heran karna lea belum pulang juga. saat dewi selesai mengantar pesanan toni langsung menanyakan lea " kamu tadi sama lea kan wi,sekarang lea di mana?" toni heran kenap dewi ada sedangkan lea tidak ada " iyah pa tadi saya sama lea tapi_" dewi takut untuk mengatakannya "tapi apa? coba kamu katakan".toni mulai tidak enak hati " tadi pas kita mau pulang tiba tiba ada opa opa tampan ngajak lea pergi" toni bingung apa lea benar benar pergi dengan seorang kake kake " opa siapa maksud kam" toni masih belum paham juga " ya ampun pa maksud aku tuh opa tampan itu loh kaya artis korea" dewi senyum senyum membayangkan wajah Rendi." dasar kamu ke banyakan nonton drakor" dewi malah cekikikan.
__ADS_1
toni mencoba menghubungi lea dan lea mengangkat telponnya tapi suara lea berubah jadi suara laki laki dan toni paham siapa yang bersama lea.hatinya hancur dia merasa patah hati,sudah tidak ada lagi harapan untuk bisa memiliki lea." apa kau menerimanya..aku tau kau memang mencintai laki laki itu.tapi apa aku tidak boleh berharap memiliki mu lea" toni hanya bisa berharap lea bisa jadi miliknya.
lea dan Rendi sudah pulang berbelanja Lea sedang sibuk memasak di dapur tiba tiba ada sebuah tangan melingkar di pinggang lea " masak apa?" Rendi menyadarkan dagunya di pundak lea " ya ampun mas bikin kaget aja,masak makanan ke sukaan kamu" lea masih agak canggung " wangi sekali " rendi malah makin mengeratkan pelukannya " massss....lepasin dong aku kan lagi masak" lea mencoba melepaskan pelukan rendi. " sebentar saja,aku janji gak ngapa ngapain biarkan begini sebentar saja".rendi memejamkan matanya " Reyna sayang...maaf kan aku tidak pernah melupakan mu ataupun menggeser kamu dari hati ku,tapi ijinkan aku menyelipkan rasa cinta untuk lea"