
" dia..."
dreeeettt.....
dewa melihat ponsel nya " baru saja di obrolin orangnya menelpon,aku angkat telpon dulu"
dewa mengangkat panggilan masuk ke ponselnya
" halo.. bagai mana? oh baik lah terimakasih banyak " dewa mengakhiri pembicaraannya
" bagai mana angkel? siapa dia?"
" nanti saja kita bahas sekarang kita harus segera pergi ke tempat di mana amira di sekap.tim bantuan sudah meluncur ke sana sekarang kita menyusul. oh yah sebelum pergi terima ini " dewa memberikan pistol pada reyhan dan roy.sebenarnya mereka memang sudah pandai menembak ,apa lagi roy dia harus pandai menggunakannya karena sebagai asisten pengusaha ternama berjaga jaga untuk hal terburuk itu perlu. sedangkan reyhan memang selain pandai karate dai juga selalu belajar menembak dari dewa saat masih tinggal bersama.
*
*
*
Di kamar itu amira sudah di sediakan makanan yang begitu beragam juga baju ganti yang banyak yang sudah di isi penuh satu lemari oleh para pelayan wanita. tapi amira tidak menyentuh makanannya sedikitpun ,begitu juga dengan pakaiannya amira masih mengenakan pakaian yang dia pakai sebelumnya .
" nona ayo di makan makanannya,nanti nona sakit.dan setelah makan nona ganti pakaian biar nona segar kalau sudah mandi dan ganti baju". bujuk seorang kepala pelayan wanita.
" aku tidak mau makan,aku juga tidak mau ganti pakaian apa lagi mandi" amira memalingkan wajahnya
" baiklah nona terserah nona saja,nanti biar saya kasih tau tuan ,saya permisi nona" pelayan itu pun pergi dengan para pelayan yang lain.
amira melirik makanan yang begitu menggiurkan,perutnya memang sangat lapar tapi dia takut kalau makanan itu beracun . " lebih baik aku kelaparan deh " .amira menelan ludahnya
__ADS_1
kepala pelayan mengetuk pintu sebuah ruangan
tokk...
tokk..
" masuk .."
" tuan nona amira tidak mau makan,dia jiga menolak untuk berganti pakaian "
" coba kamu bujuk dia ,kalau dia tidak makan nanti dia sakit .aku tidak mau terjadi sesuatu padanya"
" sudah tuan tapi nona tetap tidak mau"
jonatan menatap wajah pelayan itu
" baik tuan akan saya coba lagi" dia pun kembali menemui amira
" nona maaf saya mengganggu" kepala pelayan itu langsung masuk ke dalam,tapi amira diam saja dia hanya berbaring karena lemas
" nona..saya minta maaf .saya harap nona mau makan,ini demi ke baikan anda. kalau anda tidak makan anda bisa sakit dan itu justru anak membuat anda sulit bertemu kembali dengan orang yang anda rindukan" tiba tiba saja amira meliriknya mendengar apa yang di katakan kepala pelayan itu .
" baiklah aku akan makan dengan syarat"
" apa itu nona"
" beritahu tentang tuan mu itu"
pelayan itu tersenyum " baik nona,apa yang ingin anda tau?"
__ADS_1
"siapa nama tuan mu? dan untuk apa dia menculik ku ?"
" pertama kenalkan saya leli , tuan yang anda maksud dia adalah tuan jonatan.jiak soal kenapa dia membawa anda ke sini itu saya tidak tau nona ,tapi tuan bilang kalau saya harus melayani anda dengan baik itu saja"
" jonatan siapa dia,aku tidak pernah mengenalnya"
" baik nona saya sudah menjawabnya jadi silahkan anda tepati janji anda.saya akan menunggu disini" amira cemberut dia terpaksa makan dan juga.berganti pakaian.
"bagai mana apa dia mau makan ?" jonatan bertanya pada leli
" sudah tuan nona amira juga sudah ganti pakaian.apa ada lagi yang harus saya kerjakan tuan?"
" cukup untuk sekarang silahkan keluar"
" baik tuan permisi"
jonatan menemui amira dia sedang duduk di ujung ranjang dengan tangan di remas seakan dia ketakutan.
" apa kamu sudah lebih baik?"
" aku rasa begitu,apa tujuan anda mengurung saya di sini?
" apa boleh saya bertanya sesuatu terlebih dahulu padamu? setelah itu aku akan beritahu alasan aku membawa mu ke mari"
" apa yang mau kamu tanyakan" ketus amira
" apa kamu sudah tau orang tua kandung mu siapa?"
deg..... amira kaget kenapa orang ini tau tentangnya.
__ADS_1
" apa urusan mu?"