
raja tertekan dia bingung harus bagai mana menjelaskan semuanya ,amira yeng melihat raja hanya diam saja dia mulai kesal ,tanpa bicara lagi amira meninggalkan tempat duduknya dan pergi.raja kemudian mengajar amira keluar, lea ya g melihat amira pergi dia berusaha mencegahnya tapi Rendi melarangnya " biarkan saja itu urusan amira,aku yakin dia bisa mengatasinya. kamu kan mau makan katanya cepat pesan apa saja yang kamu mau" rendi memegang tangan lea dan menyuruh nya duduk kembali. " Roy tolong ikuti mereka dan pastikan amira pulang dengan selamat" Rendi memang percaya amira bisa menyelesaikannya tapi rendi tetap hawatir terjadi sesuatu padanya " baik saya permisi" Roy kemudian pergi menyusul amira.
raja terus berusaha meminta maaf pada amira " mir...tolong maaf kan aku,aku tau aku tidak jujur tapi ada alasan tertentu " raja masih tidak ingin amira menjauhinya .amira berhenti dan berbalik menatap raja ,katakan padaku apa itu? aku tidak suka di bohongi ayo kata kan" amira masih ingin raja jujur
__ADS_1
" ok...baik lah jika memang ini bisa membuat kamu tidak meninggalkan aku " amira mengerutkan alis nya " meninggalkan mu? tentu saja aku akan meninggalkan seorang sahabat yang berbohong pada ku" ada rasa luka ketika amira bilang sahabat " amira aku masuk ke sekolah sana memang ada alasan lain,kamu tau aku melihatmu saat di toko buku waktu itu kamu sama laki laki dari sana aku mulai tertarik sama kamu.aku mulai mencari tau tentang mu sekolah mu ,karna waktu itu aku sedang libur sekolah jadi aku harus kembali ke ausi tapi aku putus kan untuk sekolah di sekolah yang sama dengan mu.maaf kan aku sudah tidak jujur padamu" raja memegang tangan amira,baru saja amira ingin bicara Roy sudah berada di sisinya " nona ayo aku antar pulang ,papi nona menyuruh saya mengantarkan nona sampai rumah" Roy berdiri di samping amira dan mempersilah kan amira lebih dulu pergi ke mobil.dan hal itu membuat raja merasa kesal karna dia belum dapat jawaban dari amira
" maaf saya harus pulang raja " amira pergi meninggalkan raja sendiri dengan ke kalutannya,dia tidak tau apa amira masih bisa menerima nya walau sebagai teman atau bahkan lebih atau sebaliknya ,mungkin saja amira jadi benci padanya dan menjauhinya. melihat amira pergi dengan mobil roy raja memukul tembok karna kesal dan hal itu di lihat oleh rendi dan lea karna ke betulan mereka sudah selesai makan dan baru akan pulang. " mas bukan kah itu raja?" lea menunjuk raja yang sedang memukul tembok di gedung parkiran mobil " iyah aku rasa begitu" lea mendelikan matanya karna jawaban rendi yang terkesan cuek " loh dia kenapa mas ,mukul tembok kaya gitu apa dia sudah gila?" lea mengernyitkan dahinya dan merangkul rendi dengan erat,seolah takut pada jika raja benar benar sudah gila
__ADS_1
" yah..dia sudah gila dan yang membuatnya gila itu amira"
dan di perjalanan amira terus saja melamun pikirannya melayang layang mengingat kata kata raja,dia merasa sedih karna yang menyukainya bukan lah orang yang ia harap kan. Roy melirik amira dari kaca terlihat amira dentan wajah yang sedih,Roy sedikit kepo " maaf nona kenapa anda menangis?" amira hanya melirik Roy kemudian memalingkan wajahnya ke luar jendela. amira meneteskan air matanya karna dia sesih dengan apa yang dia rasakan pada orang tang tidak seharusnya dia cintai " om..apa kak reyhan suka memberi kabar pada om" lea mulai ingin tau soal kakanya itu
__ADS_1
" tidak non sudah hampir 1 minggu tuan Rey belum menelpon" Roy memberikan informasi " oh..maksih om" amira kembali mengusap air matanya ,hatinya rindu akan ke hadiran Reyhan.
☘️🙏🙏🙏 mohon maaf kalau up nya sedikit ,mohon bersabar authornya lagi sibuk. semoga semuanya sehat sehat yah 🥰🥰🥰☘️☘️
__ADS_1