
"sayang...besok Dina sama dewa mau datang boleh kan mereka nginap di sini.hanya beberapa hari saja dari pada harus tinggal di apartemen kan kasihan Duna gak ada teman nya apa lagi dia kan punya bayi pasti repot ngurusin bayi kembar sendirian.sudah lama kita kan gak ketemu mereka. mungpung lagi di sini aja ,bolehkan sayang?" Reyna mencoba merayu Rendi
"terserah kamu saja sayang ,aku ngikut aja."
"terimakasih sayang" Reyna memeluk Rendi.
"ayo kita sarapan dulu,anak anak sudah menunggu" Rendi dan reyna turun untuk sarapan.
"selamat pagi sayang.." Reyna menyapa anak anak nya
"pagi momi ,papi.."jawab reyhan dan amira serentak
"gimana sudah siap sekolah hari ini?" Rendi melihat Amira murung.
"aku siap ko pih" Hanya reyhan yang menjawab.
"lalu anak papi yang cantik ini ko murung, ada apa sayang?"
"pi...apa aku ini bukan cucu grenmah?"
deg....Reyna dan rendi saling pandang mereka tidak menyangka Amira akan menanyakan hal itu secapat ini.
"loh ko cantik nya mi dan pi bilang begitu, mira cucu grenmah sama kaya Kak Rey."Reyna mencoba menenangkan hati Amira meski harus berbohong untuk saat ini,karna tidak mungkin Reyna bilang kenyataan yang sebenarnya di saar usianya masih sangat dini yang seharusnya butuh perhatian yang lebih.
"tapi grenmah tidak sayang mira mi..grenmah cuma sayang kak Rey."
"kata siapa,grenmah sayang ko sama mira" Rendi ikut menenangkan
"kalau grenmah sayang mira,kenapa mira selalu di salahkan.mira selalu di omelin grenmah.tapi kak Rey tidak pernah" mata amira sudah di penuhi air mata.
__ADS_1
"sayang...sini nak. dengarkan mi yah..grenmah marah itu dia hawatir sama mira,itu artinya grenmah sayang sama mira. cara grenmah menyayangi mira sedikit beda dengan cara mi sama pi sayang ke mira.tapi yah sebenarnya grenmah juga sayang ko sam mira. jadi mira jangan sedih lagi.Sekarang habiskan sarapannya lalu siap siap berangkat sekolah.paman sam sudah menunggu di mobil". Reyna selalu mencoba memberi pengertian pada anak anaknya
" baik lah" Amira akhirnya mau sarapan.
mereka akhirnya pergi sekolah dan Rendi berangkat ke kantor,sedangkan Reyna sibuk di dapur memasak menyambut ke datangam Dina dan Dewa. para pelayan juga sibuk mempersiapkan kamar tamu dan kamar bayi yang dulu di tempati amira.
" Menantu ... ibu mau pergi dulu mungkin pulang sore,ibu mau menjenguk teman di rumah sakit.tolong nanti sampaikan pada Rendi"
"baik bu. ibu di antar pak maman saja.pak sam belum pulang tadi aku suruh mampir ke toko kue ngambil pesanan .gak apa apa kan bu?"
"tidak usah ibu di jemput teman biar sekalian dia juga mau ke sana.jadi kita berangkat bareng"
"oh ya sudah,hati hati yah bu" Reyna menyalami mertuanya
*
*
" mom jam berapa ayah dan bunda datang?" reyhan sudah tidak sabar lagi.
"sebentar lagi juga datang sabar yah sayang"
"kak..apa ayah dan bunda bawa oleh oleh untuk kita?"
Amira sangat berharap dapat hadiah
" pasti dong de"
saat sedang membicarakan ayah dan bundanya tiba tiba terdengar suara deru mobil di luar.meraka langsung berhamburan ke luar dan benar saja Dewa dan Dina baru saja tiba.
__ADS_1
"ayah....bunda..."mereka berlari memeluk Dina dan dewa.
" wahh..jagoan ayah sudah besar" Dewa menggendong Reyhan
" dan ini putri cantik bunda juga sudah tambah tinggi,makin cantik lagi." Dina menggendong amira
"bunda ini pasti adik Devano dan adik Deva" Amira menunjuk dua troli bayi yang di dorong Dina.
"tentu sayang..ini adik kalian"
"Aku mau mendorong nya bunda" amira sangat antusias.
"aku juga" Reyhan juga tidak.mau kalah.
"ok..kalian boleh mendorong nya.tapi hati hati yah" kali ini dewa yang bicara.
mereka mendorongnya dan Reyna menyambut ke datangan mereka.
"hai..bagi mana kabar kalian, wah ini si kembar yah" Reyna menggendong bayi Deva.
"kami baik baik saja.mana Rendi ,apa dia belum pulang?" Dewa tak melihat Rendi.
"iah..tadi dia telpon katanya minta maaf karna tidak bisa menjemput kalian dia pualang agak telat karna ada miting"reyna mencoba menjelaskannya.
"benar ada miting? awas saja kalau dia berani macam macam"dewa masih ingat kejadian dulu.
" aku bukan tipe laki laki pendusta seperti yang kamu bilang"
"Rendi..." Dewa kaget karna ternyata Dewa sudah pulang
__ADS_1