
Rendi menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya,sontak saja itu membuat Amira sangat sedih dia histeris ketika Rendi memberitaukan nya.
" tidak...papi bohong kan sama mira pi. itu tidak mungkin terjadi pi...papi bohongin mira kan." Amira nangis dia teriak teriak di telpon.karna mendengar teriakan amira Reyhan langsung ke kamar amira.
"De...kamu kenapa. de..,kaka masuk yah" Reyhan langsung masuk.di lihat nya amira sedang memegang kepalanya dengan ke dua tangan nya sambil menangis dan berteriak " tidak..momi...momi..mira gak mau ke hilangan momi" seketika amira ambruk di lantai.
" mira..mir....kamu kenapa.?" Rendi lalu mengangkat nya dan membaringkan nya di tempat tidur.
" oma...opa.....oma...." Rendi berteriak memanggil oma nya semua orang berlarian menuju kamar amira termasuk asisten rumah tangga.
"sayang...amira kenapa? apa yang terjadi?" omacan melihat amira yang terbaring lemah dengan rambut yang acak acakan.
"Aku juga tidak tau omacan..aku dengar dia teriak teriak memanggil momi dan tiba tiba dia pingsan"
"oh ya ampun...cepat panggil dokter" oma dan opa nya Rendi sangat cemas melihat amira yang tidak sadarkan diri juga.tidak lama ponsel mira berbunyi di lihat nya tertera nama *papi sayang* kemudian Rendi mengangkat nya
"halo pi..."
__ADS_1
"Rey...amira tidak apa apa kan.?"
Rendi sangat hawatir karna tiba tiba ponsel Amira mati saat terdengar suara amira teriak.
"amira pingsan pi..sebenarnya ada apa pi? kenapa amira teriak teriak memanggil momi?" Rendi tau pasti ada sesuatu yang terjadi pada momi nya
" papi akan jelaskan ,apa oma dan opa ada di sana ?"
"yah..mereka ada di sini"
"bisa di besarkan suara ponsel nya,papi mau bicara"Reyhan membesarkan suara ponselnya dan mereka mendengarkan apa yang Rendi sampaikan.bukan hanya amira tapi juga semuanya merasa tidak percaya dan sangat sedih.apa lagi kedua orang tua Reyna. ibu nya amira juga pingsan dua syok mendengar ke nyataan pahit ini.Reyhan mencoba menahan air matanya tapi tetap saja rasanya itu sangat sulit baginya kali ini ,dia tidak kuasa menahan rasa sedih nya . Reyhan memukul tembok berulang kali sampai tangannya berdarah,untung nya opa nya menghentikan nya sebelum tangan nya hancur. semua asisten rumah tangga sibuk mengurus Amira dan oma.
*
*
*
__ADS_1
Rendi menemui Lea dan amira yang sedang berbaring wajah nya semakin pucat , bahkan rambutnya habis . hati Rendi sangat hancur melihat nya. Lea sedang memasang kan Rambut palsu di kepanya Reyna dan merias wajah nya,karna Reyna selalu ingin di makeup agar dia tidak terlihat seperti orang sakit.
" sudah selesai mba,lihat mba cantik sekali" Lea memberikan cermin pada Reyna.
Reyna tersenyum " aku tidak terlihat sakit kan,aku mau menelpon anak anak agar mereka tidak hawatir pada ku ,sudah lama aku tidak menelpon mereka" Rindu Reyna sudaj tidak terbendung lagi. Rendi mendekat pada mereka,Lea bangun dari duduk nya memberikan ruang pada Rendi dan Reyna.
" saya keluar dulu " Lea pergi ke luar karna bagai mana pun dia merasa tidak enak hati.
"Lea...kamu di sini saja" Reyna tidak mau Lea pergi.
"tidak apa apa mba ,saya juga mau kekantin dulu.saya permisi" itu hanya alasan lea saja
"baik lah,cepat kembali" ucap Rendi.Lea tersenyum dan pergi.
"sayang...aku sudah memberi tau kan semua pada anak anak juga ibu dan ayah,maaf kan aku. karna walay bagai mana pun mereka harus tau tentang ini" Rendi menggenggam tangan Reyna.
" bagai mana ke adaan mereka? aku.yakin mereka tidak baik baik saja kan ? katakan padaku" Reyna sangat cemas karna dia tau reaksi apa yang akan mereka dapat kan jika tau tentang ke adaan nya. Reyna berlinang air mata dia sangat cemas
__ADS_1
"aku mau bicara denagn mereka,tolong telpon sekarng pi" Reyna tetap ingin tau bagi mana ke adaan di sana.
"sebaiknya nanti saja,kamu butuh istirahat .ayo aku temani kamu tidur." Rendi berbaring di sebelah Reyna dan memeluknya