
"yakin hanya itu saja yang dia lakukan?" Reyna mulai menelisik Rendi
"apa kamu tidak percaya padaku lagi sayang?"
"aku ingin sekali percaya padamu,bahkan ini bukan yang pertama kali setelah pertemuan kalian ini selalu ada"
"maksud kamu apa?"Rendi tidak mengerti arah pembicaraan Reyna
Reyna kemudian menunjukan bekas bibir yang menempel di kerah baju Rendi.
"ini apa? maksudnya apa?"
"ini.....emmmm...aku gak tau sayang kenapa bisa ada di sini"Rendi tidak tau kenapa ada bekas bibir di sana karna memang dia tidak melakukan apa apa.
"jangan menyangkal lagi.waktu kalian bertemu di hotel bekas bibir juga ada di kemeja mu.aku hanya diam kukira hanya akal akalan wanita ular itu .tapi sekarang terjadi lagi setelah kalian bertemu,apa mungkin kebetulan itu bisa terjadi berulang ulang?
Reyna mulai emosi..air matanya tak terasa sudah berjatuhan.
"kamu tega sama aku ,kenapa kamu lakuin ini sama aku. "
"tunggu dulu sayang..dengarkan aku.ini salah paham.."
" kalau ini salah paham..buktikan padaku"
"baik...akan aku buktikan sayang"
Rendi segera menelpon Roy." Roy kirim rekaman sisi tv di kantorku.khususnya di ruangan ku sekarang"
Roy mengernyitkan alis nya" baik tuan"
"tunggu sayang ,aku kan buktikan kalau aku tidak pernah melakukan itu"Rendi mencoba memegang tangan Reyna. tapi Reyna menolaknya..
__ADS_1
"jangan pegang pegang sebelum ada bukti"
Rendi menghela nafas nya ."ya ampun sayang kamu ini" Rendi menggaruk tengkuk nya yang gak gatal
dreettt.... Roy menelpon Rendi
"iyah Roy ..bagai mana?"
"maaf tuan,sisi tv di ruangan tuan mati."
"sial...aku lupa kalau sisi tv itu aku yang matikan"
Reyna melotot pada Rendi."cukup aku sudah muak sama semua ini,aku kira aku bisa bertahan tapi ternyata hati ini sakit." Reyna pergi ke kamarnya meninggalkan Rendi.
"oh ya ampun....apa lagi ini. jesi sebenarnya apa yang kamu inginkan " Rendi mengusap wajahnya,dan mengacak acak rambut nya dengan kasar.
Rendi menyusul Reyna ke kamar tapi ternyata kamarnya di kunci dari dalam.
setelah cukup lama menunggu di depan pintu akhirnya Reyna membuka pintunya.tapi alangkah terkejutnya Rendi ,ternyata Reyna sudah siap dengan koper nya.
"sayang...mau kemana? tolong jangan pergi,kamu sedang hamil.jangan seperti ini"
"aku hanya butuh waktu,biarkan aku sendiri untuk saat ini"
Rendi tidak berani melawan dia takut Reyna malah makin jauh darinya.
"baik lah,biar aku antar.. kamu mau ke mana?"
"tidak usah..paman akan mengantarkan aku.jadi biarkan aku pergi" reyna pergi meninggalkan Rendi.
melihat Reyna pergi rendi tidak bisa memaksanya,dia hanya bisa memantau nya dari jauh.
__ADS_1
Rendi menelpon Roy" halo Roy...tolong cari orang untuk menjaga istriku dari ke jauhan .pastikan dia baik baik saja sekarang"
"baik tuan,akan segera saya lakukan"
Roy menyuruh orang bayaran untuk terus memantau ke adaan Reyna. Sesampainya di apartemen Reyna menelpon Dina dia meminta dina untuk menemuinya.yah sekarang Mereka berteman baik. sekitar 2 jam ke mudian Dina datang menemui Reyna.
tok..tok...
"hei...mari masuk" Reyna menyambut ke datangan Dina
"terimakasih,..oh yah kenapa kamu di sini?"
"aku lagi marah sama Rendi"
"kenapa?"
"dia selingkuh..."Reyna menangis sesegukan
"selingkuh???yang benar saja kamu.rasanya tidak mungkin,yang aku lihat dia begitu menyayangimu"
Dina tidak percaya kalau Rendi selingkuh seorang yang berwibawa ,baik dan santun apa lagi Rendi terlihat begitu sayang pada Reyna.
"aku juga tidak percaya awalnya,tapi setelah aku menemulan bukti yang sama aku merasa kalau dia benar benar menduakan aku" Reyna mengusap air matanya.Dina mencoba menguatkan Reyna dia menggenggam tangan reyna.
"tenang lah..kita cari tau ke banaranya lebih dulu.jangan gegabah mengambil ke putusan"
"lalu aku harus bagai mana??"
"ceritakan padaku semuanya.."
"baiklah..jadi waktu dia pulang dari luar kota dia_..."
__ADS_1